
"Cherry, jangan takut aku tidak akan membiarkannya menyentuh mu" bujuk Stephen yang memeluk erat Cherrry yang sedang duduk di ranjang
"Stephen, jangan meninggalkan aku sendirian" ujar Cherry dengan menangis histeris di pelukan Stephen
"Aku tidak akan meninggalkan mu sendirian lagi" jawab Stephen dengan mencium ujung kepala Cherry
Tidak lama kemudian Anton menarik Merry dengan kasar menuju ke ruangan itu
Bruk
"Aaargghhtt" jeritan Merry yang di hempaskan ke lantai dengan kasar yang di lakukan oleh Anton
"Bos, wanita ini yang membawa Cherry keluar dengan alasan ingin melakukan pemeriksaan terhadap Cherry, dan aku lalai karena percaya padanya" kata Anton dengan kesal pada Merry dan merasa bersalah pada Cherry
"Bawa mereka pergi, tunggu perintah ku" perintah Stephen dengan tegas
"Sebentar" kata Cherry yang melihat ke arah Anton
"Kenapa kau berbuat begitu pada ku? kau adalah dokter dan juga seorang wanita, kenapa kau melakukan perbuatan keji seperti ini?" tanya Cherry dengan mengeluarkan air matanya
"Apa kau sudah bisu sehingga tidak bisa menjawab saat di tanya?" bentak anton dengan menarik kasar lengan Merry
"Sakittt" jeritan Merry yang kesakitan
"Apa kau membenci ku sehingga kau tega pada pasien mu sendiri?" tanya Cherry yang masih dalam kondisi lemas
"Ini adalah permintaan Garred, aku hanya membantunya" jawab Merry dengan menahan sakit pada lengannya
"Membantunya? kau adalah dokter tapi kau melakukan kesalahan fatal, jika aku yang melakukannya pada mu apa kau mau?" ketus Cherry
"Dia menyukai mu, dia hanya mengatakan ingin membawa mu pergi dan tidak mengatakan jika dia ingin melakukan hal itu pada mu" jelas Merry
"Merry, kau dan dia sama-sama keji, aku tidak akan tinggal diam atas perbuatan kalian terhadap Cherry" kecam Stephen dengan tatapan aura membunuh
"Bawa dia pergi, dan sebarkan perbuatan mereka ke publik agar gelaran dokter mereka di cabut" perintah Stephen dengan tegas
"Baik Bos" jawab anton dengan menurut
"Cherry, jangan takut semua sudah berakhir" bujuk Stephen dengan mengelus kepala Cherry
__ADS_1
"Aku ingin pulang" ucap Cherry
"Tapi kondisi mu masih lemah" ujar Stephen dengan khawatir
"Setelah empat jam aku akan sembuh, jangan menyuruh ku tinggal di rumah sakit lagi, aku ingin pulang" ucap Cherry yang masih gemetaran
"Iya, kita akan pulang" jawab Stephen dengan nada lembut
Stephen mengendong Cherry keluar dari ruangan perawatan dan pergi meninggalkan rumah sakit itu, Merry dan Garred di bawa pergi oleh Anton tentu saja mereka harus menanggung akibatnya atas perlakuan mereka terhadap Cherry
Stephen pulang bersama Cherry ke Villa mewah miliknya yang di jerman
Stephen mengendong Cherry ke kamar indahnya dan menidurkan Cherry ke kasur dengan lembut, Cherry yang masih di kagetkan kejadian yang di lakukan oleh Garred yang hampir saja merenggut keperawanannya membuatnya masih gemetaran di seluruh tubuhnya
"Aku akan memanggilkan dokter lain untuk memeriksa mu ya!" kata Stephen yang duduk di tepi kasur
"Tidak perlu, aku hanya perlu istirahat dan sesudah itu aku akan sembuh" jawab Cherry
"Jangan takut, ini semua adalah salah ku, aku tidak seharusnya membiarkan mu sendirian di sana" ucap Stephen dengan mengusap air mata Cherry
"Stephen, jika ini sampai terjadi aku lebih rela mati" ujar Cherry dengan mengeluarkan air matanya
Stephen mencium bibir Cherry dengan dalam tanpa berhenti
Sesaat kemudian Stephen melepaskan ciumanya
"Jangan mengatakan itu lagi, aku tidak membiarkan siapa pun yang menyentuh mu, karena kau hanya milik ku seorang diri" ujar Stephen dengan melanjutkan ciumannya
"Kejadian yang sama aku tidak akan membiarkan menimpa diri mu" batin Stephen
Disisi lain Anton membawa Merry dan Garred yang masih belum sadar ke perkumpulan mereka di jerman, tempat tinggal para anggota Christian berada di lokasi pedalaman dekat hutan sana, sudah tidak heran jika Christian memiliki perkumpulanya di jerman atau di mana pun, karena semua perkumpulannya adalah bagian dari pengedar narkoba yang melakukan transaksi jual beli
"Kak Anton" sapa serentak semua anggota yang di dalam sana
"Ikat pria dan wanita ini di dalam penjara bawah tanah" perintah Anton
"Siap"
__ADS_1
"Jangan...cepat lepaskan aku, ini adalah penculikan kalian telah melanggar undang-undang" teriak Merry yang ketakutan dan di tarik paksa oleh mereka
"Bawa mereka masuk sehingga menunggu perintah bos kita" perintah Anton
"SIAP" jawab serentak mereka yang menarik paksa Garred dan Merry
"Lepaskan aku, kalian siapa sebenarnya?" teriak Merry yang ketakutan sehingga gemetaran
"DIAM" bentak Varlo yang sedang mengikat tangan Merry
Merry dan Garred di ikat dengan posisi berdiri di tiang kayu dengan tangan mereka di ikat ke belakang
"Siapa kalian sebenarnya?" teriak Merry
"Dokter Merry, Anda adalah dokter salah satu yang sudah di kenal sama dengan bajing*n ini tapi kalian malah ingin mencari mati dan menyinggung bos kami" kecam Anton yang melangkah masuk ke dalam penjara itu dan menghampiri Merry
"Siapa kalian sebenarnya?" tanya Merry yang matanya berkaca-kaca
"Siapa kami? kau akan tahu jika bos kami beritahu pada mu nanti, tapi kau jangan senang jika sampai bos memberitahunya maka itu tandanya hidup kalian akan ssgera berakhir" jawab Anton dengan tatapan aura membunuh
"Ini bukan salah ku, aku tidak melakukan apa pun padanya" ujar Merry yang ketakutan
"Tapi kalian bekerjasama, kau sengaja ingin mencelakai wanita milik bos kami, tentu saja kalian berdua harus berhadapan dengannya dan menanggung akibatnya" kecaman Anton dengan tatapan sinis
"Jangan bunuh aku, aku bisa ganti dengan uang atau apa pun, biarkan aku pulang" pinta Merry yang ketakutan
"Uang? uang kami lebih banyak dari mu, jadi bos kami sama sekali tidak melihat uang mu yang tidak seberapa itu, memang apa yang bisa kau berikan pada kami sebagai menebus kesalahan mu itu? apa kau tahu Cherry sangat penting bagi bos kami, semua milik mu sama sekali tidak berguna baginya"
"Sebenarnya apa yang kau ingin dari ku?" tanya Merry dengan menangis ketakutan
"Nyawa, siapa pun yang masuk ke dalam penjara ini hanya tinggal tubuh yang sudah hancur akibat siksaan" jawab Anton dengan senyum jahat
Mendengar ucapan Anton lagi-lagi membuat Merry semakin ketakutan dan pucat di wajahnya
"Apa kau tahu nasib setiap orang yang pernah di ikat di sini? mereka akan di siksa sebelum di bunuh, dan setelah mereka mati maka tubuh mereka yang sudah hancur akan di buang ke dalam hutan untuk di makan oleh penghuni hutan sana, sangat menyenangkan bukan?" jawab Anton dengan tertawa
"Tidak! tidak! jangan melakukan ini pada ku" pinta Merry yang ketakutan
"Kau tenang saja, saat ini bos kami tidak akan datang karena dia ingin menjaga sang buah hatinya, akan tetapi setelah itu kalian harus siap-siap menerima siksaan darinya, bos kami sangat suka mengeluarkan usus-usus setiap tahanannya dan aku yakin di saat itu kau pasti sangat menikmatinya" ujar Anton dengan tertawa dan melangkah keluar dari penjara itu
__ADS_1