
"Tidak ada yang perlu kau lakukan untukku" jawab Cherry dengan cuek
"Apa kau yakin sayang? kelihatannya kau sudah lelah bagaimana kalau kita tidur siang?"ucap Christian dengan penuh perhatian
'Aku ingin memasak, biarkan aku keluar" pinta Cherry yang di peluk erat oleh suaminya
"Suasana hatinya sangat tidak bagus hari ini, bagus aku turuti saja kemauannya" batin Christian
"kenapa kau melihat ku terus? sampai kapan kau ingin memeluk ku begini?" tanya Cherry dengan bersikap dingin
Karena permintaan Cherry maka Christian pun hanya bisa melepaskan pelukannya dan membiarkan Cherry keluar dari ruangan itu
Setelah Cherry keluar tinggallah Christian sendirian di dalam sana sambil berpikir cara untuk menenangkan istrinya
"Aku tidak menyangka hanya karena wisky saja Cherry bisa begitu marah, apa hanya karena wisky atau ada hal lain yang menganggu pikirannya?" batin Christian
Di saat di dapur Cherry sedang memotong sayur-sayuran dirinya hanya diam tanpa bicara dengan pelayan rumah tangga di sana, para pelayan itu tidak berani bertanya apapun padanya karena sudah tahu suasana hati Cherry sedang terganggu
"Nyonya kelihatannya ada masalah? kenapa diam saja? dan aku ingin membantu tapi tidak berani aku bertanya" ujar pelayan 1 dengan nada kecil
"Iya, kita jangan bertanya dulu, bagus kita berada di tempat yang dekat dengannya, agar jika nyonya butuh bantuan kita dia pasti akan lebih mudah mencari kita" jawab pelayan 2
"Iya, benar kata mu"
Swiss
Owen yang sedang menyamar sebagai pejalan kaki dengan berpenampilan berkacamata hitam, mengunyah permen karet dan sambil membaca koran dan berdiri di tepi jalan sana sambil memerhatikan pecandu narkoba yang dia temui sebelumnya, niatnya ingin menangkap pria yang bernama Andres dan bertato itu yang menjual narkoba kepada pecandu itu, sementara pecandu itu sedang berada di seberang jalan besar sana, dan tidak mengetahui jika Owen sedang mengawasinya dari seberang jalan.
"Ini sudah hari ke dua aku di sini, tapi pria tato itu belum muncul juga" batin Owen
Sementara Jimmy, Nicky dan Calvon berada di tempat yang berbeda, Jimmy berdiri di jalan yang sama dengan pecandu itu dengan sambil berpura-pura sedang berbicara di handphonenya
"Kalian perhatikan pria bertato dan berotot, jangan sampai dia lolos, jika dia mengeluarkam barang itu langsung di tahan" perintah Owen yang sedang komunikasi dengan rekan lainnya lewat earpiece
"Siap Pak" jawab serentak mereka yang sama-sama sedang menunggu kemunculan pria yang bertato
__ADS_1
Tidak lama kemudian muncul seorang pria berotot dan bertato berjalan menghampiri pecandu itu yang sedang duduk di pinggir jalan, tentu kemunculannya membuat Owen dan rekan-rekannya sedang memerhatikan ke arah pria itu
"Mana uangnya?" tanyanya pada pecandu itu sambil memberikan barang yang di bungkus plastik kecil
Si pecandu lalu berdiri dan menerima barang dari pria itu dan kemudian membayar sejumlah uang kepadanya
Di saat transaksi di lakukan oleh mereka Jimmy dan Nicky yang berada di posisi paling dekat dengan mereka langsung mengeluarkan senjata dan menghampiri pria bertato dan si pecandu itu
"Jangan bergerak" teriak Jimmy dan Nicky dengan menodong senjata ke arahnya
"Kau..?"ucap pria tato yang merasa kaget
"Kami adalah detektif, dan jangan berharap kau bisa lari" ucap Calvon yang menghampiri mereka dengan sambil menodong senjata ke arah pria bertato itu
Owen menghampiri si pecandu dan mengambil bungkusan plastik yang di berikan oleh pria bertato dan kemudian membukanya
"Hem....di hari terang-terangan begini kalian sangat berani melakukan transaksi" kecam Owen
"Pak, jangan menangkap ku, beri kesempatan untukku, Pak" pinta pecandu itu sehingga berlutut sambil memeluk kaki Owen
"Bawa dia pergi" perintah Owen kepada rekannya dengan menunjukkan ke arah pria bertato yang di tahan oleh rekannya
"Kau juga harus menerima hukuman mu" bentak Owen dengan sengaja agar di dengar oleh pria bertato itu
Setelah Jimmy dan lainnya pergi dengan mobil mereka, Owen menarik si pecandu itu ke jalan yang sepi
"Pak, aku mohon jangan menangkap ku" pinta pecandu itu dengan merasa cemas
"Sario, aku tidak akan menahan mu asalkan kau bekerjasama dengan baik denganku"
"Bekerjasama denganmu? apa yang harus ku lakukan?"
"Kau adalah pecandu jadi penjual yang kau kenal tentu bukan hanya pria tato itukan?"
"Iya, masih ada yang lain"
__ADS_1
"Siapa saja mereka? katakan namanya"
"Pak, bukan aku tidak mau mengatakannya tapi mereka benar-benar sangat berhati-hati, jadi mereka tidak akan mengatakan namanya, mereka hanya akan muncul di saat ingin menjual barangnya, setelah jual mereka menghilang"
"Baiklah, kami akan selalu memantau mu, dan kau harus bekerjasama dengan kami, jika tidak maka kau akan berakhir di penjara, dan aku ingin menjadi infoman ku"
"Infoman?"
"Benar, selidiki transaksi terbesar di pegang oleh siapa, aku yakin di swiss pasti ada sarangnya, jadi aku ingin kau selidiki"
"Tapi ini sangat bahaya dan tidak mudah, sementara aku hanya pembeli kecil saja jadi mana mungkin aku bisa bertemu dengan bos besarnya"
"Aku tidak peduli kau mengunakan cara apa, asal kau tetap bekerjasama dengan ku, jika kau berhasil maka aku tidak akan menangkap mu, tapi jika kau main ulah denganku kau akan tahu akibatnya" kecam Owen
"Baiklah aku tahu, aku akan mendengarkan mu, Pak" jawabnya dengan menurut
Sesaat kemudian Owen pergi meninggalkan Sario di sana, selama setahun Sario adalah pecandu narkoba, dirinya selalu menjadi infoman bagi Owen, Owen selalu menyuruhnya untuk menyelidiki kasus yang di tangani selama ini, Sario adalah remaja usia 22 tahun yang hidup sebatang kara, kerja harian hanya menjadi parkiran, mencuci mobil dari bos yang kaya raya yang sering mengunjungi night club, dari situlah Sario sering mendapatkan uangnya untuk membeli narkoba dan menikmatinya.
Di sisi lain Jorge yang masih merasa tidak puas karena di singkirkan dari kasus besar Christian Han, dia memutar otaknya dengan niat mengagalkan rencana Owen
"Apa kau tahu apa yang dia sibukkan belakangan ini?" tanya Jorge pada anak buahnya
"Pak, dia melakukan razia besar-besaran dan juga sebagian rekannya menyamar di night club dan tempat perjudian lainnya"
"Lalu apa lagi?"
"Dia seperti memiliki infoman yang adalah pecandu"
"Bagaimana kau bisa yakin jika dia adalah infomannya?"
"Dengan sifat Owen dia pasti akan menangkap semua pecandu narkoba, tapi dengan yang ini dia malah di biarkan begitu saja, sepertinya hubungan mereka cukup akrab"
"Ikuti infomannya itu, aku mau tahu apa yang dia selidiki, aku ingin mengagalkan rencananya"
"Siap Pak"
__ADS_1
"Jika sudah tahu apa yang di perintah oleh Owen kepadanya maka lenyapkan si pecandu itu, dan jangan lupa selidiki berapa infoman yang dia miliki, aku ingin tahu semuanya siapa saja mereka"
"Siap Pak"