Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry merasa khawatir


__ADS_3

"Istriku, aku benar-benar tidak sakit, hanya demam biasa saja" kata Christian dengan menyangkal


"Christian, kenapa harus berbohong padaku? aku bisa membaca gerak gerik mu, jangan membohongi ku lagi, aku tidak suka di bohongi, apapun alasannya aku harus memeriksa mu, jika tidak maka kita ke rumah sakit saja" ujar Cherry dengan tegas


"Cherry, aku..?"


"Sudah! kalau tidak mau aku yang memeriksanya maka ikut aku ke rumah sakit" ujar Cherry dengan bangkit dari pangkuan Christian


"Baiklah Cherry, kau saja yang memeriksa ku ya"


"Kalau begitu maka aku yang akan memeriksa mu"


Christian hanya bisa pasrah membiarkan istrinya memeriksa nadinya, Christian yang awalnya ingin menyembunyikan luka dari istrinya dan kini hanya bisa memberitahu tentang kejadian yang sebenarnya


"Christian, nadi mu ada masalah, kau terluka dan kehilangan banyak darah" kata Cherry yang sedang memeriksa suaminya


"Buka semua baju mu aku ingin memeriksanya" kata Cherry dengan tegas dan membuka kancing kemeja yang di kenakan oleh Christian


"Cherry..?"


"Sudah jangan menolak, buka baju mu cepat, aku yakin kau pasti terluka" ujar Cherry dengan membuka paksa kemeja Christian


Christian hanya bisa pasrah atas permintaan istrinya, dan melepaskan kemejanya sehingga menampakan lengannya yang di balut perban itu


"Kapan kau terluka? apakah saat di restoran kau berkelahi dengan orang?" tanya Cherry dengan khawatir


"Iya, tapi luka ini sudah ku balut dan sudah tidak apa-apa" jawab Christian dengan senyum

__ADS_1


"Kenapa kau berbohong padaku? siapa mereka?"


"Mereka adalah orang yang ingin mencari masalah dengan ku, aku hanya tidak ingin istri ku khawatir saja. maaf, aku bukan berniat menyembunyikan darimu" ucap Christian menyentuh wajah istrinya


"Christian, masalah begitu besar tapi kau malah menyembunyikannya dari ku, aku tahu kamu tidak ingin aku merasa cemas dan takut, tapi aku adalah istri mu. dan sekarang aku malah merasa diri ku sangat tidak berguna sehingga suami sendiri terluka saja aku tidak tahu apa-apa" jawab Cherry dengan merasa kecewa


"Cherry, jangan marah. ini salah ku karena merahasiakannya, kau adalah istri ku mana mungkin tidak berguna, mereka berniat ingin membunuh ku oleh karena itu aku hanya bisa mengunci mu di dalam ruang restoran itu untuk melindungi mu, lagi pula luka ini juga tidak dalam hanya terkena peluru dan sudah di keluarkan, ini bukan msalah besar bagi ku, dan aku sudah biasa dengan hal seperti ini" bujuk Christian dengan memeluk Cherry dengan erat


"Aku akan memeriksa luka mu" kata Cherry dengan melepaskan pelukan Christian


"Baiklah lakukan saja" jawab Christian dengan senyum


"Ini semua salah ku juga, jika aku tidak meminta mu temani aku ke toko tanaman maka semua ini tidak akan terjadi" ujar Cherry dengan merasa bersalah sambil membuka balutan perban


"Cherry, jangan salahkan dirimu, ini bukan karena mu, jika mereka ingin menyerangku mereka tetap akan melakukan kapanpun, jadi jangan salahkan diri sendiri"


"Tidak sakit lagi, sudah agak baikkan" jawab Christian dengan berbohong karena tidak ingin istrinya khawatir


"Duduk di sini jangan bergerak, aku akan ambilkan obat untuk mu" kata Cherry yang bangkit dari tempat duduk dan melangkah keluar dari ruangan baca


"Kelihatannya Cherry sangat khawatir, ini salahku seharusnya aku lebih berhati-hati, aku benar-benar tidak bisa berbohong di hadapannya, ternyata setelah memiliki pujaan hati lebih penting perasaannya dari perasaan sendiri, melihat matanya hampir menangis saja hati ku sudah merasa sakit" batin Christian


Cherry mengoles dengan hati-hati luka di bagian lengan suaminya, sementara Christian menatap dalam pada istrinya yang sedang fokus mengobati lukanya, dengan perasaan bersalah terhadap istrinya membuatnya ingin memeluk pujaan hatinya itu


"Jangan kena air dulu jika mandi, ini akan sembuh paling tidak 10 hari, luka mu begitu dalam tapi bisa saja kau mengatakan bukan masalah besar" ujar Cherry dengan kesal


"Maaf ya, jangan marah lagi, lain kali aku akan lebih berhati-hati" bujuk Christian dengan mengecup dahi Cherry

__ADS_1


"Lain kali? tidak ada lain kali lagi, jaga dirimu baik-baik jangan sampai terluka sedikit pun" jawab Cherry dengan tegas


Melihat Cherry yang begitu khawatir Christian pun langsung memberikan pelukan hangat pada sang istrinya


"Aku berjanji padamu tidak ada lain kali lagi" ucap Christian yang memeluk istrinya dengan erat


"Aku pegang janji mu" jawab Cherry


"Gadis ini benar-benar takut melihat ku terluka, suatu hadiah besar bagiku karena mendapatkan dirinya yang begitu peduli padaku" batin Christian yang merasa bahagia


Swiss


Owen bersama Jimmy, Nicky dan Calvon mendatangi kantor komandan Forlando.


"Pak, bukankah ini agak aneh, sasaran kita berada di san fransisco dan kita mencarinya di sini" ujar Owen yang duduk bersama Forlando dan anggotanya


"Detektif Owen, selama ini tidak ada yang tahu dia ada di mana, menurut info dia pernah meninggalkan san fransisco dan netap di swiss, akan tetapi itu hanya sekadar info saja, dan belum pasti benar, oleh karena itu aku berharap kita bisa menyelidikinya" jelas Forlando


"Pak, tapi kita belum tahu wajahnya, jadi bagaimana caranya untuk kita mencarinya?" tanya Jimmy dengan sopan


"Selidiki semua orang yang mencurigakan, kalian aku beri hak untuk menyelidiki semua night club, pihak kepolisian akan mengeluarkan surat untuk mengeledah setiap night club, kalian bisa mulai dari sana jika ada yang mencurigakan maka kalian bisa menahan mereka untuk di interograsi, kasino dan tempat perjudian lainnya" perintah Forlando


"Apakah ini namanya pemeriksaan secara besar-besaran?" tanya Nicky


"Benar sekali kata mu, kali ini incaran kita adalah pengedar narkoba terbesar, banyak pecandu narkoba yang akan muncul di night club dan penginapan, dan tangkap mereka semua, mereka pasti akan mengatakan dengan siapa mereka membeli barang itu, dan di saat itu kita harus menangkap semua yang melakukan transaksi narkoba besar atau pun kecil, basmi narkoba dan aku yakin kita pasti akan menghentikan bisnis Christian Han, sekarang bagi negara yang ikut dalam pencarian Christian Han juga melakukan hal yang sama" ujar Forlando dengan tegas


"Siap Pak, akan kami lakukan sesuai perintah Anda" jawab serentak mereka dengan hormat

__ADS_1


"Berhati-hatilah, sasaran kita kali ini bukan perampok atau pembunuh, tapi penjahat dunia dan pengedar narkoba yang paling luas, ingin menangkapnya maka kita harus mulai dari pecandu yang membeli barang ini, dan setelah itu selangkah demi selangkah kita menangkap dari pengedar kecil-kecilan dengan begitu kita bisa tahu dari siapa mereka berhubung selama ini, dan siapa yang menjual ke mereka" ujar Forlando


__ADS_2