Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Jhon di tantang oleh Cherry


__ADS_3

Di dalam pelukan Stephen, Cherry menangis karena mengingat kondisi Mamanya yang selama ini menderita sakit, sakit bagi Cherry mengingat di saat Mamanya masih hidup harus menanggung penderitaan sehingga akhir hayatnya, tentu saja Cherry sangat membenci Paolo karena telah menyebabkan penyakit Mamanya semakin parah akibat sedih karena di khianati.


"Pelukannya sangat nyaman, selain Mama ku tidak ada yang begitu perhatian pada ku, tapi apakah ini akan berlangsung lama?" batin Cherry yang di pelukan Stephen


Keesokan harinya


Semenjak mendapat ancaman dari Stephen, Ronald belum bertindak untuk membalas perbuatan Stephen.


"Tuan Ronald, aku merasa aneh dengan mu, semenjak keluar dari rumah sakit diri mu seperti telah berubah" ujar Jhon yang berada di kantor Ronald


"Berubah? kenapa kau mengatakan seperti itu?" tanya Ronald yang sedang duduk di sofa


"Karena aku tidak mendengarkan lagi jika diri mu ingin meracuninya, apakah terjadi sesuatu di saat di rumah sakit?"


"Bocah itu tidak cacat sama sekali, jadi sulit untuk membuatnya di keluarkan dari perusahaan" jelas Ronald dengan merasa kecewa


"Tidak cacat? apakah selama ini dia hanya akting di depan mu?"


"Benar, di saat cacat saja dia masih mampu melawan ku dan mengeluarkan banyak pemegang saham, apa lagi jika dia tidak cacat sangat mudah untuk dia mengambil nyawa ku, aku tidak ingin mati sia-sia" ujar Ronald


"Lalu apa rencana mu seterusnya?"


"Aku belum memikirkan cara terbaik, agar bisa langsung membunuhnya"


"Jika untuk meracuninya ini sangat sulit, Cherry mampu menyingkirkan racunnya, gadis itu tidak bisa di anggap remah, lagi pula dia sangat setia pada Stephen jadi dia tidak akan bekerja sama untuk kita" jelas Jhon yang duduk sambil merokok


"Gadis desa ini tidak bisa di beli dengan uang, aku sangat tidak percaya, dia rela bekerja dan tidak ingin mendapatkan hidup yang lebih mewah" ujar Ronald yang merasa geram


"Jangan mendekati gadis itu lagi jika tidak ingin sesuatu yang tidak baik terjadi pada diri mu, Stephen sebagai pengusaha dan memiliki senjata ini sepertinya tidak mudah, dia selalu waspada pada siapa pun, walau diri mu adalah Pamannya dia tidak akan segan mengambil nyawa mu" kata Jhon dengan memperingatkan


"Aku malah merasa dia beda dengan dulu, dulu sedegil apa pun dia tidak akan berani kasar pada ku, karena dia masih memandang ku sebagai pamannya, tapi saat di rumah sakit dia membuat ku berpikir jika dia dan Stephen yang dulu adalah 2 orang" jawab Ronald yang cemas mengingat kejadian di rumah sakit


"Dia menjadi semakin kejam karena ingin melindungi dirinya sendiri, jadi ini sudah biasa karena dia tahu jika saja dia tidak berhati-hati maka kamu akan menyerangnya, selama ini kalian sering saling menyerang tentu baginya harus selalu waspada dengan mu"


"Lalu apakah kita ada cara terbaik untuk bisa menghapusnya?" tanya Ronald yang melihat ke arah Jhon


"Aku akan mengutuskan anggota ku untuk mengawasi gerak-geriknya, aku akan mengunakan racun tercepat untuk meracuninya, tentu saja harus di lakukan saat dia di luar dan tanpa Cherry di sisinya" jelas Jhon


"Jika di perusahaan Cherry tidak bersamanya, jadi kau bisa melakukannya di sini" kata Ronald


"Tapi Stephen sangat berwaspada, jika ingin mendekatinya sepertinya agak sulit" lanjut Ronald

__ADS_1


"Ini mudah saja, aku akan memikirkan caranya" jawab Jhon dengan singkat


Kediaman Chin.


"Cherry, hari ini temani aku ke perusahaan" ajak Stephen yang sedang bersarapan dengan Cherry


"Ke perusahaan? untuk apa aku ke sana? bukankah ini hanya menganggu mu kerja?" tanya Cherry sambil menyantap sarapannya


"Tidak akan menganggu, jika kau bosan kau bisa jalan-jalan di sana, perusahaan Chin memiliki halaman yang cukup luas, di sana kau juga bisa melihat pemandangan di kota ini" jawab Stephen dengan senyum


"Benarkah? bisa melihat seluruh kota ini ?"


"Benar, kau bisa melihatnya dari dalam kantor ku"


"Aku rasa tidak akan bosan, sudah lama aku di kota, belum pernah melihat seluruh kota sini"


"Jika kau suka kau bisa sering ikut aku ke sana"


"Tidak, aku masih ada kerja di rumah, jika setiap hari aku ke sana maka kerja rumah malah tertinggal"


"Chintia akan menganti mu mengerjakan semuanya"


"Cherry, kau tidak perlu bekerja keras di rumah ku, jangan lupa kau adalah asisten pribadi ku, jadi tugas mu hanya menyiapkan kebutuhan ku saja"


"Iya, aku mengerti" jawab Cherry dengan menurut


"Cherry, aku ingin membawa mu bersama agar bisa membuat mu selalu di sisi ku, selain itu aku juga ingin kau bangkit dari masa lalu mu, karena ayah mu yang tidak bertanggung jawab itu telah membuat mu hidup menderita, jadi aku ingin mengubah hidup mu agar menjadi lebih baik" batin Stephen


Kantor detektif Owen


"4 jasad pria ini tewas akibat tembakan. Pak, kelihatannya ini pelakunya yang tidak lain adalah King Devil" ujar Jimmy yang sedang memeriksa luka anggota Angela yang menangkap Cherry sebelumnya


"Apa mereka adalah musuhnya? kenapa dia sangat suka membunuh orang?" kata Nicky dengan penuh tanda tanya


"Jika kau ingin tahu lain kali jika melihatnya lagi coba kau tanya saja padanya" jawab Owen yang melihat ke semua korban itu


"Sebenarnya dia ada di mana? kenapa kita tidak bisa mendapatkan jejaknya?" ujar Jimmy dengan penasaran


"Coba selidiki identitas mereka" perintah Owen


"Mereka tidak membawa identitas" jawab Nicky

__ADS_1


"Coba saja kalian selidiki di lokasi kejadian yang berdekatan di sana, apa ada rekaman cctv" ujar Owen


"Baik Pak"jawab Jimmy


Perusahaan Chin


Stephen mendatangi perusahaan seperti biasanya di temani oleh Anton, hanya hari ini Stephen sengaja membawa Cherry datang bersama, dengan niat ingin menenangkan pikiran gadis itu.


Di saat mereka keluar dari liff bertemu dengan Ronald dan Jhon yang sedang menunggu liff yang di sebelahnya.


"Tuan Chin, kita bertemu lagi" sapa Jhon yang menoleh ke arah Stephen


"Tidak menyangka kita bertemu lagi" ucap Stephen dengan senyum palsu


"Stephen, Jhon adalah teman ku , oleh karena itu dia datang mencari ku"jelas Ronald


"Tidak perlu cemas, Pamanku. aku tidak mengatakan apa pun, jadi tidak perlu terburu-buru menjelaskan kepada ku" ujar Stephen yang sengaja mendekati Ronald


"Tidak tahu Anda berdua sedang punya rencana apa?" tanya Cherry


"Nona Cherry, Anda terlalu curiga" kata Jhon yang ingin menyentuh pundak Cherry. akan tetapi tangannya di tahan oleh Cherry yang sudah tahu niat dari peracun iblis itu


"Benarkah, Apakah Anda masih ingin mencobanya?" tanya Cherry dengan sengaja menantang pria peracun itu sambil menahan tangannya


"Gadis ini sedang menentang ku, jika aku mencobanya lagi tidak tahu racun jenis apa yang akan di gunakannya" batin Jhon


"Tentu saja tidak, mungkin kita bisa berteman" jawab Jhon dengan senyum


"Asisten ku tidak akan berteman dengan mu" kata Stephen yang menarik lengan Cherry untuk menjauh dari Jhon


"Tuan Chin, saya dan Nona Cherry adalah sepahaman, mungkin saja kami bisa berteman baik" ujar Jhon


"Tidak perlu, Cherry tidak butuh berteman dengan mu" jawab Stephen dengan tatapan aura membunuh


"Tuan Chin, butuh atau tidak kelihatannya tergantung Nona Cherry" kata Jhon dengan senyum


"Aku adalah atasannya, jadi aku berhak untuk menentukannya" jawab Stephen dengan tegas


"Tuan Jhon, jika ingin berteman dengan ku maka Anda harus bisa melewati 8 jenis racun ku, jika Anda lolos maka dengan senang hati aku akan berteman dengan mu" ucap Cherry yang menantang si peracun iblis itu


"8 racun? ternyata dia sudah bisa memahami 8 jenis racun itu" batin Jhon

__ADS_1


__ADS_2