
"Cherry, bagaimana kau bisa menyadari jika aku masih hidup?" tanya Christian dengan melepaskan ciumannya
"Aku ingat dengan ucapanmu di saat di kapal"
"Ucapanku yang mana?" tanya Christian yang sedang menindih istrinya
"Kau mengatakan jika aku melihat bintang yang berkedip-kedip itu tandanya kau sedang mengamati ku dari jauh, dan kau sengajakan mengedipkan lampu mu?"
"Iya, karena aku ingin kau tahu jika selama ini aku selalu melihatmu dari jauh, aku merasa sedih karena tidak bisa muncul di hadapanmu, dan hanya bisa melihatmu dari jauh, dan muncul di saat kau sudah tertidur" jawab Christian dengan senyum
"Kenapa kau bisa begitu bodoh sekali?"
"Aku bodoh karena mu, dan kau telah membuatku merindukanmu selama ini" jawab Dengan mengecup dahi istrinya
"Chrisitian, lain kali jangan menjauh dariku lagi, kembali bersama ku, anak kita sedang menunggu kita di sana"
"Baiklah, istriku. aku mendengarkanmu sayang, mulai hari ini aku akan selalu bersamamu dan anak kita" ucap Christian dengan mencium bibirnya Cherry
Cherry dan Christian berciuman saling melepaskan rasa rindu yang selama ini terpendam, cinta yang kokoh di hati mereka membuatnya bersatu kembali. kesetiaan Cherry dan Christian menyatukan mereka berdua walau apapun yang terjadi tidak membuat mereka berpaling dari pasangannya, saling menyayangi dan saling percaya tidak ada yang bisa memisahkan hubungan di antara pasangan suami istri ini.
Malam hari
Cherry ketiduran di pelukan hangat suaminya yang hanya di tutupi selimut dan pakaian yang membalut tubuhnya
"Akhirnya aku berhasil, dan kami bisa bersatu kembali. Cherry, aku beruntung memilikimu yang selama ini menungguku dan menerima kekuranganku, kau lebih memilih hidup bersama dengan seorang pria yang sudah tidak sempurna di wajahnya, dari pada memilih pergi untuk memulai hidup baru dengan semua harta yang kamu miliki, kau bisa saja menikmati hidup mewah tapi kau tidak melakukannya" batin Christian
Tidak lama kemudian Cherry membuka matanya dan menatap suaminya yang sedang tersenyum dengannya
"Kenapa kamu tidak tidur?"tanya Cherry dengan menyentuh bekas luka bakar di wajah suaminya
"Aku sedang melihat istriku yang sedang tertidur pulas di pelukanku" jawab Christian dengan mengecup dahi istrinya
"Christian, aku rasa aku bisa mengobati luka mu ini" ujar Cherry
"Cherry, apa kau yakin? karena lukaku ini cukup parah?"
"Aku bisa mengembalikan wajah tampanmu dengan sempurna, percayalah padaku. walau butuh waktu yang cukup lama tapi aku yakin aku bisa melakukannya" kata Cherry dengan mencium bibir Christian
"Kau sedang memancingku dengan ciumanmu, sayang?" ucap Christian dengan menindih istrinya
"Tidak!" jawab Cherry yang tertawa kecil
"Kau selalu saja berhasil menarikku ke dalam genggamanmu sehingga aku tidak bisa terlepas darimu" ujar Christian dengan mencium bibir istrinya
"Cherry, aku masih menginginkan mu" ucap Christian yang berisik di telinga Cherry
"Bukannya tadi kau sudah melakukannya berkali-kali?"
__ADS_1
"Jangan lupa jika suami mu ini adalah pria yang kuat, yang bisa melahap mu setiap saat" kata Christian dengan mengoda istrinya
"Christian, aku ingin melahirkan anak ke dua untukmu dan Aaron" ucap Cherry dengan melingkar ke dua tangannya ke leher Christian
"Kelihatannya aku harus mendirikan sebuah rumah sakit persalinan untuk istriku" ujar Christian senyum
"Ini akan mengeluarkan biaya tidak sedikit"
"Tidak masalah jika untuk istriku, aku akan mengontrak dokter yang senior untukmu dan para suster untuk menjaga mu setiap saat di saat masa persalinan"
"Jangan bercanda, itu tidak mungkin"
"Tidak ada yang tidak mungkin jika ada uang, jika mereka berani menolak tawaranku maka aku akan menculik mereka dan mengancamnya".
"Christian, jangan mengunakan cara itu, kau bukan penjahat"
"Jangan lupa jika suamimu ini adalah bandar narkoba terbesar dunia, Barnard Han"
"Apa, kau masih melakukan bisnis itu?"
"Iya, walau Christian Han sudah tenggelam di dasar laut, tapi masih ada Barnard Han yang menjalankan bisnisnya, kali ini bukan hanya di beberapa negara yang dulu, tapi aku menjalankan bisnisnya di berbagai negara lainnya, dan di pulau aku juga sudah mendirikan gudang untuk pemasukan barang" jelas Christian dengan senyum
"Kau sangat serakah, apa masih belum cukup dengan semua uang yang kita miliki? dan apakah aman?"
"Jangan khawatir, aku tidak bisa berhenti, apa kamu tahu jumlah anggota ular cobra ada dua puluh ribu lebih, jika aku berhenti maka mereka harus ke jalan masing-masing, dan itu akan membuat mereka kesulitan, mereka sudah lama menjadi pengikutku dan kami sudah seperti saudara sendiri" jelas Christian dengan senyum
"Aku berjanji padamu, sayang. tidak akan lagi membuat mu khawatir" ucap Christian yang mulai melakukan hubungan dengan istrinya
"Christian, aku belum siap kau sudah langsung melakukannya" kata Cherry yang lagi-lagi di setub*hi suaminya itu
"Jangan melawan, apa kau tahu hampir 5 tahun aku tidak melakukannya, malam ini aku akan menghamili mu, aku ingin meminta anak laki-laki darimu" kata Christian dengan berisik di telinga istrinya sambil melakukan pergerakannya di bawah sana
"Kenapa anak laki-laki lagi? kita sudah memiliki Aaron"
"Agar mereka bisa meneruskan bisnisku" jawab Christian dengan mencium bibir istrinya
Dua jam kemudian
"Christian, apa kamu masih belum bisa berhenti?" tanya Cherry yang tubuhnya di kuasai oleh suaminya itu
"Belum! kau sangat membuatku tergoda, dan ingin ku pastikan kau akan hamil besok" jawab Christian yang sedang menci*m leher istrinya
"Kau sangat terburu-buru" ujar Cherry yang hanya bisa pasrah dengan aksi suaminya itu
"Aku tidak sabar ingin memiliki anak lagi denganmu, kita bisa mendengar suara tawa dan tangisan mereka, ini sangat menyenangkan" jawab Christian sambil mencium bibirnya Cherry
Keesokan harinya
__ADS_1
Christian dan Cherry kembali ke Villanya, Aaron yang selama ini merindukan sang ayah membuatnya merasa sangat bahagia di saat melihat Christian muncul di hadapannya
Ruangan keluarga
Christian bersama Cherry dan Jhon serta Aaron berkumpul di ruangan itu
"Papa..Papa, kenapa lama sekali Papa pulang? Aaron sudah merindukan Papa?" tanya Aaron yang di gendongan Papanya
"Maaf sayang, Papa ada bisnis yang mau di urus. jadi papa pulang agak terlambat" ucap
"Pa, jika Aaron sudah dewasa Aaron ingin membantu Papa"
"Putra Papa yang baik" ujar Christian dengan mencium pipinya Aaron
"Papa, apa wajah Papa sakit?" tanya Aaron yang sedang menyentuh wajah Christian
"Tidak lagi, apa Aaron takut sama Papa?"
"Tidak! Aaron sudah lama merindukan Papa, Papa jangan pergi lagi ya"
"Papa tidak akan pergi lagi sayang, Papa akan selalu berada di sisimu dan Mama" ucap Christian dengan senyum
"Christian, sekian lama kau tinggal di luar kali ini jangan tinggal mereka lagi, apa kau tahu putriku ini hampir saja jadi janda muda karena ulah mu" ujar Jhon dengan tertawa kecil
"Terima kasih, Jhon. selama aku tidak berada di sini kau menjaga mereka dengan baik" ucap Christian dengan terharu
"Christian, aku tidak tahu harus merasa bangga atau bagaimana, aku memiliki seorang menantu yang sangat terkenal di saat kematian mu beberapa negara ikut berduka, dan selain itu kau adalah bandar narkoba terbesar dan tidak ada yang sanggup menangkapmu, bahkan untuk seterusnya, dan kau masih bisa melanjutkan bisnismu setelah insiden itu" ucap Jhon
"Jhon, tenang saja. semua insiden itu sudah berakhir, Christian sudah meninggal di mata mereka, dan mereka tidak akan tahu jika di dunia ini masih ada Barnard Han" ujar Christian dengan senyum.
ππππππππππππππππ
Bab selanjutnya
Proses pemulihan wajah Barnard
Owen menyadari sahabatnya masih hidup
Penerus bisnis Barnard adalah Wilber
πππππππππππππππππ
Terima kasih kepada readers setia yang sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir yaππππππππ
Besok kisah Christian dan Cherry akan tamat ya..serasa berat juga karena harus berpisah dengan merekaπ₯²π₯²π₯²π₯²π₯²
Bagi yang sedang menunggu up silakan klik akun author untuk karya terbaru ya kkππππππππ
__ADS_1