Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Membuatku tergoda


__ADS_3

Christian lalu berdiri dan mengendong Cherry dan kemudian Christian duduk di kursi besarnya sambil memangku istrinya


"Cherry, siapa yang mengatakan jika kau akan duduk di kursi roda selamanya? aku akan mengobatimu, istriku. ini janjiku padamu" kata Christian dengan memeluk Cherry dengan erat


"Christian, aku bisa periksa kakiku sendiri, kakiku mati rasa, dan sulit lagi untuk sembuh aku sudah tahu semuanya ini tidak ada obatnya, jika lumpuh maka lumpuh selamanya" ujar Cherry dengan merasa sedih


"Cherry, tidak apa jika kau tidak bisa berjalan aku akan menjadi kakimu, kita masih bisa kemanapun yang kau mau, bukan suatu halangan untuk kita jika kau tidak bisa berjalan, kita masih bisa makan bersama, tidur bersama, merawat anak kita bersama, semua masih bisa kita lakukan bersama, jadi bukan masalah besar" jelas Christian dengan mencium wajah istrinya


"Aku tidak mau kau kewalahan untuk mengurusku, di sisi lain kau harus mengurus bisnismu juga, dan menjaga Aaron dan memasak untukku, semua kau yang mengurusnya. Christian, biarlah pelayan rumah tangga kita yang memasak, dan biarkan Nicole yang mengurusku, dan selain itu aku juga bisa menjaga Aaron dia hanya perlu di sampingku, dan aku memberikan susu padanya, selain itu aku juga bisa mengantikan pampersnya, biarkanlah aku meringankan bebanmu" kata Cherry


"Cherry"


"Walau aku tidak bisa berjalan tapi aku masih bisa merawat anak kita, biarkan aku melakukan kewajibanku sebagai orang tuanya" pinta Cherry


"Baiklah Cherry" jawab Christian dengan senyum dan mencium bibirnya Cherry


Mulai hari itu Aaron selalu bersama Christian dan Cherry, Cherry yang berada di atas kasur selalu saja merawat Aaron dengan sepenuh hati, mengantikan pampers dan menyusui putranya, pelayan rumahnya akan memasakan air dan masukkan termos dan di letakkan di meja samping kasurnya, saat Aaron ingin meminum susu maka Cherry yang menyediakan susunya, perlengkapan di sediakan di kamarnya untuk kemudahan Cherry di saat membutuhkannya, sementara Christian selalu disibukkan bisnisnya dari ruangan kerja bersama Anton, lewat ruangannya itu dia sering berkomunikasi dengan para anggotanya yang sedang mewakili dirinya menjalankan bisnis di negara lain


"Bos, dalam bulan ini pendapatan kita semakin meningkat, pemasukan barang semakin bertambah dan penjualan lebih menguntungkan" ujar Anton yang sedang membaca laporan hasil bulanan


"Ini yang ku inginkan. Anton, bagaimana dengan rumah di pulau itu?" tanya Christian


"Sudah di beli pulaunya, dan dalam waktu dekat akan di bangun Villa" jawab Anton


"Bagaimana kondisi pulaunya?"


"Di sana dekat lautan, pemandangannya sangat indah dan sangat luas" jelas Anton


"Ingat di saat Villa sudah dirikan suruh mereka buat halamannya dan tanam bunga, selain itu buat taman untuk anak-anak, aku ingin Cherry dan Aaron merasa nyaman tinggal disana" kata Christian


"Baik Bos" jawab Anton


"Ada lagi beli kapal pesiar, jika sudah tinggal disana aku bisa membawa istriku jalan-jalan dengan kapal agar dia tidak bosan" kata Christian


"Baik Bos"

__ADS_1


"Bagaimana dengan kondisi nyonya?"


"Sudah mulai stabil, selama seminggu ini dia menjaga Aaron oleh sebab itu dia sudah mulai bahagia" jawab Christian sambil fokus pada dokumennya


"Bos, selama ini sudah banyak dokter yang kita tanyakan, hasilnya sama tidak ada yang ada bisa membantu nyonya" ujar Anton


"Apakah Cherry akan selamanya duduk di kursi roda?" tanya Christian yang melihat ke arah Anton


"Iya"


"Jangan sampai dia tahu soal ini" kata Christian yang kemudian fokus pada dokumennya


"Baik Bos, jika tidak ada hal lain maka aku pamit dulu"


"Hm" jawab Christian dengan cuek


Sesaat kemudian Anton meninggalkan ruangan kerja, dan tinggallah Christian yang sendirian di sana yang sedang membaca dokumennya


Di saat dia sedang berfokus pada dokumen yang di tangannya itu dia mengingat kembali perkataan Anton tadi, dan kemudian dirinya menarik nafas panjang dan duduk menyandarkan diri


Malam hari


Christian yang baru selesaikan pekerjaannya kembali ke kamar tidurnya


Klek


"Cherry" seru Christian yang berjalan menghampiri Cherry yang sedang berbaring di kasur


"Christian, apa kerja mu sudah selesai?"


"Sudah" Jawab Christian dengan senyum dan mengecup dahi Cherry


"Apakah Aaron hari ini nakal?" tanya Christian yang melihat ke arah putranya yang sedang tidur pulas di samping Cherry


"Tidak, dia anak yang baik dan tidak nakal" jawab Cherry dengan senyum

__ADS_1


"Kelihatannya istriku ini sangat bahagia hari ini" kata Christian yang duduk di samping kasur dan mendekatkan dirinya pada Cherry yang sedang berbaring


"Iya, bisa mengurusnya dengan tangan sendiri ini membuatku sangat bahagia" jawab Cherry dengan senyum


"Kalau begitu hari ini apa saja yang sudah kamu lakukan?" tanya dengan jarak dekat menatap istrinya


"Membuat susu untuknya, menganti pampers dan menidurkannya" jawab Cherry dengan senyum bahagia


"Dia pasti akan sangat bahagia karena dirimu yang begitu mencintainya" ujar Christian dengan mencium bibirnya Cherry


Christian mencium bibir istrinya selama beberapa menit, di saat Christian semakin naf..su mencium bibir istrinya tiba-tiba saja dia tersadar jika istrinya tidak bisa melayaninya


"Aku hampir saja menyentuhnya" batin Christian yang melepaskan ciumannya


"Sudah malam, aku ingin mandi dulu, kau tidur dulu ya" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya


"Iya"


Christian lalu masuk ke kamar mandi dan berdiri di depan cermin dengan melihat dirinya


"Apa yang harus ku lakukan? setiap aku bersama Cherry aku sangat ingin menyentuhnya, tadi hampir saja aku tidak bisa menahan diri, aku juga tidak bisa menjauhkan diri darinya dia pasti akan merasa sedih dan aku juga ingin selalu bersamanya, mulai hari ini dan untuk selamanya aku harus belajar menahan diri, mungkin saja seperti yang di katakan Anton semua dokter mengatakan Cherry tidak bisa sembuh lagi, jika memang begitu maka aku harus menahan diri setiap bersamanya" batin Christian


"Cherry..Cherry, kau selalu saja membuatku tergoda, di dunia ini hanya kau saja yang bisa membuatku ingin melakukannya, jika kau tidak bisa melayani ku maka itu tandanya miliku itu harus menganggur selamanya" ucap Christian sambil tersenyum


Setelah beberapa menit kemudian setelah selesai mandi Christian kembali berbaring di samping Cherry, Cherry yang di saat itu tidur dengan posisi membelakangi Christian sambil memeluk Aaron yang sudah tidur pulas


"Dasar anak kecil, tidur saja mau di peluk ibumu, jadi siapa yang memeluk ku?" gumam Christian yang membalikan badan Cherry dan tidur di pelukannya


"Hm...kau sudah selesai mandi?" tanya Cherry yang terbangun karena Christian mengubah posisi tidurnya


"Sepertinya tadi aku sedang memeluk Aaron, kapan aku tidur di pelukanmu kenapa aku tidak sadar?"


"Pagi dan siang hingga sore kau sudah memeluknya, jadi malam di saat tidur kau hanya boleh memeluk ku" kata Christian


"Kau aneh, kenapa aku tidak boleh memeluknya?"

__ADS_1


"Karena dia adalah pria, dan aku adalah suamimu jadi kau harus memeluk ku di saat tidur" jawab Christian dengan senyum sambil memeluk Cherry dengan erat


__ADS_2