
1 tahun kemudian
Kepergian Christian sudah berlalu selama setahun, akan tetapi tidak membuat Cherry putus asa untuk menunggu kepulangannya, di malam itu Cherry yang seperti biasanya duduk di halaman belakang rumahnya sambil melihat bunga-bunga yang menghiasi halaman rumahnya, bunga-bunga semakin memenuhi halaman luas karena selama ini Cherry selalu saja menanam bunga untuk menghabiskan waktunya, sebenarnya yang di lakukan Cherry adalah karena merasa kerinduan mendalam terhadap suaminya yang telah pergi meninggalkannya selama setahun
"Christian, apa kamu tahu selama setahun ini aku selalu saja menjaga bunga-bunga ini, karena ini semua adalah hadiah darimu, aku tidak ingin mereka layu, aku ingin mereka selalu mekar, seperti perasaanku padamu selamanya kekal abadi, aku juga menanam beberapa tanaman herbal, agar aku bisa mengobati saudara kita jika mereka sakit atau butuh obat-obatan, inilah caranya aku menghabiskan waktu ku setiap hari, menanam bunga dan tanaman herbal, serta bermain dengan Aaron dan mengajarnya menulis dan membaca, sebenarnya selama ini aku berharap dirimu pulang ke rumah ini." kata Cherry yang sambil memandang bunga-bunga warna-warni yang menghiasi halamannya
Cherry lalu memandang ke arah lautan
"Di mana kamu berada? dan bagaimana denganmu di sana? apa kamu masih merindukan ku dan Aaron? jika masih pulanglah, aku akan selalu menunggumu, Christian" batin Cherry
"Tuhan, tolong tunjukkan jalan agar dia bisa pulang ke rumah, selama ini aku menunggunya setiap saat, aku selalu yakin jika dia masih hidup, jika dia mengalami kesulitan bantulah dia agar dia bisa segera kembali dan berkumpul dengan kami" ucap Cherry yang menatap langit dengan mengeluarkan air mata
"Christian, aku sering melihat bintang-bintang di langit yang sedang berkedip, aku tidak mau jika itu adalah kamu, karena yang ku inginkan adalah dirimu, selama setahun aku merasakan kehadiran mu di sisi ku oleh karena itu aku yakin kamu masih hidup"gumam Cherry
Cherry yang sedang bersedih dan mengusap air matanya kemudian dirinya melihat ke seberang pulau itu, sebuah Villa yang tidak begitu jelas karena jaraknya yang terlalu jauh
"Aneh! selama setahun kenapa lampunya berkedip terus? setiap malam lampunya pasti berkedip tanpa berhenti, siapa yang tinggal di sana sebenarnya?"gumam Cherry yang sedang memandang lampu yang di seberang sana
Setelah beberapa menit kemudian Cherry kembali ke kamarnya, karena sudah merasa mengantuk maka dirinya tidur tanpa mengunakan selimut
Keesokan harinya
Jam dinding menunjukan pukul 6 pagi
"Sepertinya aku tidur dengan nyenyak, aneh kenapa setiap malam aku merasakan hangat ya, sehingga tidur sampai pagi" gumam Cherry yang bangkit dari tidurnya dan duduk di kasur dengan bersandar
"Selimut? bukannya semalam aku tidak mengunakan selimut? kenapa bisa..? mungkin papa masuk ke kamar ku semalam" gumam Cherry
Ruang tamu
"Anton, apa kamu tahu siapa pemilik rumah yang di seberang pulau sana?" tanya Cherry yang menunjukan ke arah pulau depan itu
"Tidak! ada apa Nyonya?" tanya Anton
__ADS_1
"Aku hanya merasa penasaran saja, setiap malam lampunya pasti berkedip-kedip tanpa berhenti" jawab Cherry
"Mungkin saja memang lampunya di buat begini"
"Benarkah? apa kamu tidak pernah bertemu dengan orangnya?" tanya Cherry dengan penasaran
"Aku tidak pernah ke sana Nyonya, lagi pula di sana sangat jauh jaraknya dari sini"
"Mama..Mama" teriak Aaron yang menghampiri Cherry
"Aaron sayang, ada apa?" tanya Cherry dengan mengendong putranya
"Mama, semalam Aaron melihat papa pulang" ucap Aaron
"Melihat papa pulang?" tanya Cherry dengan penasaran
"Iya, papa mencium pipiku dan ucap selamat malam, setelah itu papa pergi lagi" jawab Aaron
"Tidak mungkin Mama, Aaron masih sedang berbicara dengan papa, papa bilang dia akan pulang setelah urusannya selesai" jelas Aaron
"Ternyata begitu ya, jadi apakah papa ada beritahu selama ini papa tinggal di mana?"
"Tidak ada, Ma. papa hanya mencium pipiku dan kemudian sudah pergi dan Aaron sudah ketiduran, karena papa bilang jika Aaron tidak tidur maka papa tidak sayang sama Aaron lagi" jawab Aaron
"Apa yang terjadi? tidak mungkin Aaron berbohong, dan jika Christian pulang ke rumah ini kenapa dia tidak menemuiku, dan kenapa dia pergi lagi?" batin Cherry
"Aaron ada melihat wajahnya papa?'
"Tidak ada Ma, kamar Aaron tidak menyalakan lampu"
"Jadi kenapa Aaron bisa tahu jika dia adalah papamu?" tanya Cherry dengan penasaran
"Suaranya mirip dengan papa, dan sentuhan tangannya juga sama dengan papa, sangat hangat dan nyaman" jawab Aaron yang di dalam gendongan Cherry
__ADS_1
"Mama..Mama, Aaron sudah berjanji sama papa tidak akan menangis lagi, dan rajin belajar menulis dan membaca agar Aaron cepat pintar, jadi Aaron belajar dulu, Ma. cepat turunkan Aaron" kata Aaron
"Baiklah, anak Mama yang pintar, papa mu pasti bangga denganmu" ucap Cherry dengan mencium pipi putranya
Setelah Aaron berlari ke kamarnya Cherry merasa aneh dengan setiap perkataan putranya itu
"Anton, apa kamu mendengarnya, Aaron mengatakan jika Christian sudah pulang, apakah benar?" tanya Cherry dengan penuh penasaran
"Mungkin saja tuan muda sedang bermimpi, karena selama ini tuan muda sangat merindukan bos, oleh sebab itu tuan muda sampai terbawa mimpi" jelas Anton
"Apakah benar bisa terjadi seperti ini?"
"Nyonya, mungkin saja, selama setahun ini tuan muda selalu menanti kepulangan bos, bahkan sampai menangis, dan bisa jadi saat tuan muda sedang tidur tuan muda sedang terbawa mimpi sehingga mengira mimpinya adalah nyata" jelas Anton
"Aku juga berharap adalah nyata, jika Christian masih hidup lalu dia ada di mana, dan kenapa dia tidak pulang? apa dia ada kesulitan atau dia terluka parah? dan jika dia terluka siapa yang merawatnya?" ucap Cherry dengan penuh kekhawatiran
"Nyonya, jangan berpikir sembarangan ini hanya akan melukaimu saja"
"Anton, dia pasti terluka kan? aku yakin dia masih hidup jika dia baik-baik saja tidak mungkin dia tidak pulang, tapi di mana dia?"
"Nyonya, sesuai perintah mu semua saudara kita sudah mencari di setiap tempat, semua saudara kita mengunakan speedboat mencari ke semua tempat yang berhubung dengan lautan itu, bahkan sampai semua pulau, dan hutan-hutan yang ada di pulau juga sudah kita cari. Nyonya, lupakan saja." ujar Anton
"Lupakan? Anton, apa maksudmu ingin aku melupakannya?"
"Nyonya, bos juga tidak ingin melihat Nyonya bersedih terus, jika bos masih hidup kita pasti sudah mendapatkannya, akan tetapi ini sudah setahun lamanya"
"Walau sudah setahun tapi bukan berarti aku harus melupakan dia, setahun tidak berarti apa-apa jika di bandingkan di saat dia merawat ku selama hampir empat tahun, aku akan tetap menunggunya sampai dia kembali" kata Cherry dengan tegas
"Bagaimana jika bos tidak kembali lagi?"
"Selagi kita tidak menemukan jasadnya aku yakin dia masih hidup, dan aku akan tetap setia menunggunya walau 5 tahun atau 10 tahun, aku akan menunggu sampai dia muncul di hadapanku" jawab Cherry dengan tegas dan kemudian melangkah pergi menuju ke kamarnya
"Jika bos mendengarnya pasti akan sedih. Maaf, aku tidak bisa membuat nyonya melupakan mu, dia tetap bersikeras menunggu kepulangan mu, aku dan Thomas bahkan sudah sering menasehatinya atas perintahmu, tapi nyonya tidak mendengarnya" batin Anton
__ADS_1