Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry berkumpul kembali dengan Jhon dan Aaron


__ADS_3

Setelah seminggu kemudian Thomas dan Anton mengantar Cherry ke pulau, saat tiba di sana Cherry di sambut oleh putra kesayangannya itu


Cherry yang melihat putranya yang berlari ke arahnya seakan melihat bayangan Christian, karena putra kecilnya itu sangat mirip dengan suaminya yang dia rindukan selama ini


"Mama...Mama" teriak Aaron yang kegirangan melihat Mamanya itu


"Aaron" ucap Cherry yang mengendong putranya dan mencium pipinya


Jhon yang sudah tahu kejadian yang menimpa menantunya itu juga turut merasakan kehilangan dan menyembuyikan kejadian itu dari cucunya


"Mama, mana papa, Ma?" tanya Aaron yang melihat ke sana ke sini tapi tidak melihat sang papanya yang sudah dia tunggu selama ini


"Aaron, papa sedang ada urusan, jadi papa tidak bisa pulang saat ini" jawab Cherry dengan menahan air mata


"Mama, tapi papa sudah berjanji sama Aaron, Aaron sudah merindukan papa" ucap Aaron yang ingin menangis


"Aaron, jangan menangis. papa tidak akan suka jika Aaron menangis, papa akan sedih jika papa tahu Aaron menangis" kata Cherry yang berusaha membujuk putra kecilnya itu


"Mama, Aaron bermimpi kalau papa sedang memanggil Aaron, tapi di saat Aaron bangun papa sudah tidak ada"


Mendengar ucapan putra kesayangannya itu Cherry merasa sedih yang terpendam, begitu juga dengan Thomas, Anton dan Jhon


"Mari kita masuk dulu. Aaron, mama baru sampai biarkan mama istirahat dulu ya" ujar Jhon yang mengendong cucunya itu


"Iya Kakek" jawab Aaron dengan menurut


Malam hari


Di malam itu Aaron sudah ketiduran, sementara Cherry berada di belakang halaman rumahnya bersama Jhon


"Putriku, apa kau sudah semakin kurus, dan bagaimana dengan kakimu?" tanya Jhon yang sedang duduk di kursi bersama Cherry


"Kakiku sudah mulai membaik, hanya masih agak lemah"

__ADS_1


"Baguslah kalau kakimu sudah sembuh, ini adalah keajaiban" jawab Jhon dengan merasa lega


"Aku percaya keajaiban akan membawa Chistian pulang ke sisi ku" ucap Cherry dengan berharap


"Benar, dia pasti akan pulang, kita akan menunggunya di sini, dia akan segera berkumpul dengan kita" sambung Jhon yang ingin menenangkan putrinya itu


"Pa, maaf sudah merepotkanmu menjaga Aaron" ucap Cherry


"Putriku yang bodoh, jangan berkata seperti itu, kita adalah sekeluarga, menjaga cucuku juga bagian tanggung jawabku, apalagi si setan kecil ini sangat pintar, dia bisa mandi sendiri dan makan sendiri, dia malah mengatakan dia sudah dewasa jadi tidak membiarkan ku membantunya" jawab Jhon dengan senyum


"Dia sangat mirip dengan Christian, aku berharap dia segera kembali" kata Cherry yang bangkit dari tempat duduknya dan sambil memandang ke arah lautan


"Villa ini sangat mewah, apa kamu menyukainya?" tanya Jhon yang ikut bangkit dari kursi


"Suka, Christian sengaja membuat halaman sebesar ini untukku, karena dia tahu aku hobi menanam herbal" jawab Cherry dengan melihat kesekitaran halaman mewah yang sudah di hias bunga berwarna-warni


"Dia mengatur semua yang kau suka, dia sangat teliti, kalian sangat cocok di sini, karena sini dangat nyaman" ujar Jhon


"Pa, apa bisa jangan pergi? dan tinggallah di sini bersama kami, aku ingin selalu tinggal bersama papa, dan di dunia ini hanya tinggal kita bertiga" pinta Cherry


"Pa, bisa menjadi istrinya aku sangat beruntung, aku duduk di kursi roda hampir empat tahun, dan selama itu dia selalu saja menjagaku, tapi aku semakin merasa bersalah sehingga aku memaksanya menikah lagi, dan dia menolak, kemudian aku melakukan hal bodoh dengan ingin bercerai dengannya, tapi dia juga menolak. dia rela hidup bersama wanita cacat sepertiku, setiap hari dia merawat ku tanpa mengeluh, aku tidak tahu harus bahagia atau sedih, bahagia karena tetap di cintai walau dalam keadaan cacat dan sedih karena dia harus menjagaku dan aku tidak bisa melakukan apapun untuknya" jelas Cherry yang mengeluarkan air matanya


"Cherry, cinta itu adalah buta, jika cinta yang murni adalah cinta yang tidak memandang fisik, apapun kondisi pasangannya dia tetap akan mencintai dengan sepenuh hati, cinta Christian adalah murni dan suci, dan kau mendapatkan itu. ini adalah hadiah yang paling berharga bagimu" kata Jhon dengan senyum


"Iya Pa, aku sangat beruntung karena bertemu dengannya, selama ini dia tidak pernah meninggikan suaranya padaku dan selalu lembut dan perhatian walau apapun kondisiku, dulu dia sangat sayang padaku, dan di saat kondisiku sedang tidak bisa bergerak bebas dia semakin sayang padaku, dia sama sekali tidak pernah memikirkan untuk berpaling ke wanita lain"


"Cherry, jika cinta kalian adalah suci, percayalah Tuhan tidak akan memisahkan kalian berdua, Tuhan akan melindunginya, dia tidak bersalah dia sudah menolong banyak orang, sehingga beberapa negara yang ikut berduka atas kepergiannya, dan papa yakin Tuhan akan melindunginya walau di mana dia berada" ucap Jhon yang memegang kepala putrinya


"Iya, dia pasti selamat" jawab Cherry


Di malam itu Cherry dan Jhon memandang ke arah lautan sana, malam bulan purnama tampak menerangi lautan itu


"Pa, apakah di sana adalah rumah orang?" tanya Cherry yang melihat ke arah seberang pulau di depan sana

__ADS_1


"Iya, sayang sekali itu jauh dari sini jika tidak maka kita bisa saling menyapa"


"Apa mereka sudah lama tinggal di sana?"


"Tidak tahu juga, papa tidak perhatikan itu"


"Lampunya berkedip-kedip, tidak menyangka di pulau ini masih ada yang tinggal"


"Dia sudah beda pulau dengan kita, rumah itu kelihatannya bagus juga, tapi terlalu jauh sehingga tidak bisa di lihat dengan jelas, setiap malam lampunya berkedip tanpa berhenti, dia tidak pernah ganti lampunya" kata Jhon yang sambil melihat ke arah rumah seberang sana


"Walau dia jauh setidaknya kita memiliki tetangga di sini" kata Cherry


"Benar"


"Christian, Villa ini adalah tempat kita, tanpamu masih sepi dan hampa, kau sudah mengaturnya dengan baik, di sini sangat mewah tapi semewah apapun jika tanpamu tetap berbeda" batin Cherry


Keesokan harinya


"Mama...Mama, semalam aku bermimpi papa sedang melihatku tidur" ucap Aaron yang sedang duduk di sofa dengan maianannya


"itu tandanya papa sedang merindukan Aaron" jawab Cherry dengan senyum


"Mama, papa bilang jaga Mama dengan baik, papa akan pulang di saatnya sudah tiba, tapi kapan, Ma?"


"Setelah urusan papa selesai maka papa akan pulang" jawab Cherry dengan senyum paksa


"Mama, apa mata Mama sakit lagi ya?" tanya Aaron yang duduk di pangkuan Cherry


"Tidak" jawab Cherry yang mengusap air matanya


"Mama, jika mata Mama sakit lagi Aaron mau sampaikan pesan papa untuk Mama"


"Pesan papa, apa maksudmu?" tanya Cherry dengan heran

__ADS_1


"Mama, saat kita masih di rumah kota sana di malam itu sebelum Aaron berangkat, papa dan Aaron berada di ruangan kerja papa, papa pesan jika mata Mama berair lagi maka papa bilang Mama jangan keluar air mata lagi, karena jika keluar air mata lagi maka mata papa juga akan keluar air mata, dan hati papa juga akan merasa sakit walau di mana papa berada, dan papa pesan jika papa belum pulang maka Aaron harus menjadi pria kuat untuk melindungi Mama, dan jangan sampai mata Mama keluar air lagi" jawab Aaron dengan polos


"Aaron" ucap Cherry yang memeluk putranya dengan erat, sambil memeluk Aaron air mata Cherry lagi-lagi tidak bisa di tahankan


__ADS_2