
Kediaman Chin
"Cherry, apa rencana mu selanjutnya mengenai Paolo?" tanya Stephen yang sedang duduk bersandar
"Aku tidak bisa percaya semua ucapannya, walau aku tidak menyukai Jhon tapi tidak tahu mengapa aku merasa dia bukan pria bejat yang seperti Paolo katakan" jelas Cherry dengan melamun
"Apa ingin menyelidiki ulang kejadian masa lalu?"
"Iya, walau aku tidak percaya Mama ku akan melakukan hal seperti itu, tapi aku tetap mau cari bukti untuk membuktikan jika Mama tidak bersalah"
"Kalau begitu mari kita kembali ke desa mu"
"Desa ku? maksud mu menyelidiki mulai dari sana?"
"Benar, warga desa sana adalah tetangga lama dengan mu, tentu saja mereka pasti tahu hubungan Papa dan Mama mu, dan bisa jadi mereka juga kenal dengan Jhon Wilster"
"Benar juga, mereka pasti bisa memberi jawabannya"
"Cherry, jika membuktikan Paolo berbohong pada mu apa yang akan kau lakukan?"
"Stephen, sebelum aku pulang ke desa aku sudah tidak peduli lagi dengannya, tanpa dia aku bisa hidup dengan bergantung pada diri sendiri, jika dia meninggalkan kami jadi untuk apa aku mengharapkan nya lagi, oleh karena itu aku merasa sudah cukup, Angela sudah dapat balasannya dan Sonnia juga, maka niat ku untuk balas dendam sudah hilang, akan tetapi aku tidak menyangka jika dia masih saja mencari ku dan berkata demikian tentang Mama ku, ini membuat ku kesal lagi" jelas Cherry dengan merasa kesal
"Lakukan saja menurut kata hati mu, aku akan selalu mendukung mu" ucap Stephen dengan memeluk Cherry yang sedang duduk di sampingnya
Kediaman Paolo
Harapan Paolo ingin memprovokasi Cherry agar bisa mendapatkan penawar untuk dirinya akan tetapi niatnya tidak tersampai, karena Cherry tidak sepenuhnya percaya pada setiap ucapan pria ini
"Paolo, apa kamu sudah bertemu dengannya? bagaimana apa dia ingin memberi mu penawar?" tanya Angela yang menyambut kepulangan suaminya
"Tidak, dia tidak percaya pada ku, makanya dia masih tidak ingin memberikan pada ku" jawab Paolo dengan lesu
"Dia sangat keras kepala, seharusnya kita culik dan paksa saja" kata Angela
__ADS_1
"Tidak bisa, jika kita melakukannya Stephan pasti bisa menebak kita pelakunya, dan di saat itu kita pasti akan mati di buatnya"
"Lalu mau sampai kapan kau harus bertahan seperti ini?"
"Aku tidak tahu di mana Jhon, tapi walau aku mencarinya dia tetap tidak akan memberikan pada ku"
"Bagaimana jika kita mengunakan Cherry untuk mengancamnya?" tanya Angela
"Jika begini bukankah kita tidak bisa melihat mereka saling meracuni? lagi pula Jhon tidak akan percaya begitu saja jika anak itu adalah darah dagingnya"
"Lalu kita harus mengunakan cara apa untuk mendapatkan penawar itu?"
"Aku tidak tahu, aku hanya berharap Cherry tidak mengetahui kejadian sebenarnya jika tidak dengan sifatnya yang begitu keras aku pasti akan mati, dan jangan sampai mereka saling mengetahui hubungan mereka jika tidak mereka pasti akan sama-sama meracuni ku"
Perdesaan
Stephen menemani Cherry kembali ke desanya, kali ini niat Cherry adalah untuk menyelidiki masa lalu Mamanya
"Bibi Yi aku datang" sapa Cherry dengan sopan dan di temani oleh Stephen
"Cherry, kau datang, bukankah kemarin kau baru pergi ke kota, ada apa kali ini kenapa begitu cepat kembali?" jawab Bibi Yi dengan ramah
"Bibi, sebenarnya aku ingin bertanya tentang seseorang, tidak tahu apakah Bibi pernah melihatnya" ucap Cherry dengan duduk di kursi bersama Stephen
"Siapa maksud mu ?coba katakanlah"
"Jhon Wilster! apakah Bibi kenal dengan nama ini?"
"Dia adalah Kakak seperguruan Mama mu, dia sangat baik pada semua warga sini dan juga Mama mu"
"Benarkah? apakah dia adalah orang baik dan tidak pernah menyakiti siapa pun?"
"Dia sangat suka membantu di saat dia masih di sini, kami semua mengira dia akan menikah dengan Mama mu, akan tetapi sayang sekali semua yang terjadi tidak sesuai harapan kami"
__ADS_1
"Kenapa Bibi merasa sayang?"
" Terus terang dia lebih baik dari pria tidak bertanggung jawab itu, ini juga sudah lama, dan tidak ada yang harus di tutupi, selama ini kami tidak mengungkit karena Mama mu sudah menikah dengan Papa mu itu, oleh karena itu kami diam saja"
"Bibi, kenapa di saat itu Jhon pergi dari sini?"
"Dia pergi karena luka di hatinya, dengar kabar di saat itu Mama mu telah hamil diri mu makanya dia pun pergi meninggalkan desa, sampai sekarang dia tidak pernah kembali lagi"
"Apa? dia pergi di saat Mama ku hamil?"tanya Cherry dengan heran
"Benar, setelah Mama mu dan Paolo menikah selama 2 bulan dia baru pergi karena mendengar kabar Mama mu sudah hamil"
"Bibi Yi, lalu setelah Mama Cherry menikah apakah mereka masih sering bertemu?" tanya Stephen
"Tidak lagi, Mama Cherry menjaga jarak dengannya karena sudah menikah, walau begitu sebenarnya Jhon adalah cinta sejati Lionela, tapi tidak tahu mengapa bisa tiba-tiba menikah dengan Paolo"
"Apakah Bibi tahu masa lalu Jhon dan Paolo?" tanya Stephen
"Jhon adalah murid dari kakeknya Cherry yang ahli dalam obat-obatan, dia memiliki kepribadian yang baik, sangat sopan dan ramah dia juga sangat jujur, di malam pernikahan Lionela dan Paolo dia hanya bisa pasrah dan memabukkan diri, sementara Paolo adalah pria yang suka bermain wanita, setiap melihat gadis desa dia pasti ingin mendekati mereka tapi karena dia adalah suaminya Lionela maka kami hanya bisa diam karena kami tidak ingin Lionela terluka" jelas Bibi Yi dengan panjang lebar
"Bibi Yi, dari mana asal usulnya?" tanya Stephen
"Dia bukan dari desa sepertinya dari kota, dia adalah pengangguran, selama menikahi Lionela dia tidak pernah bekerja dan bersikap malas, biaya hidup hasil dari Lionela yang bekerja banting tulang, Paolo hanya tahu meminta uang dengannya, kami benar-benar tidak mengerti kenapa Lionela bisa tiba-tiba saja berpaling dari Jhon, jika saja Lionela menikah dengan Jhon aku yakin mereka pasti bahagia" jawab Bibi Yi
"Bibi Yi, lalu bagaimana Paolo bisa bertemu dengan wanita yang pergi bersamanya?" tanya Cherry
"Harapan Paolo adalah ingin bekerja di kota, dan tidak ingin di kampung, di saat diri mu berusia 5 tahun tidak tahu dia mengenal wanita itu di mana dan malam itu aku mendengar Mama mu berteriak nama Papa mu sambil mengejar mobilnya sehingga dia terjatuh, di situlah aku baru tahu jika dia mengkhianati Mama mu" jawab Bibi Yi
"Paolo Capillo, kau berbohong lagi, Jhon pergi di saat Mama hamil bukan di saat usia ku 5 tahun, dan Mama ku sama sekali tidak melakukan hal bejat seperti yang kau katakan, dan kau pergi memang karena tergoda dengan wanita itu dan kemewahan bukan karena dapat ancaman dari Jhon" batin Cherry
Bab selanjutnya
Cherry mengetahui hal buruk yang di lakukan Paolo terhadap Lionela di masa lalu
__ADS_1