Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen meluahkan perasaan


__ADS_3

Di siang itu Cherry sedang meracik tumbuhan yang telah di keringkan sebelumnnya, rumah yang di tempati sangatlah sederhana, memiliki halaman depan yang luas dan di pagari serta ada tanaman bunga hias dan tanaman untuk herbal lainnya, di saat Lionela masih hidup dirinya sering mengajari Cherry mengenai tanaman yang bisa di jadikan obat, oleh sebab itu depan rumahnya di penuhi oleh tanaman herbal.


"Tangan ku hijaunya semakin banyak, aku harus lebih cepat menyiapkan penawarnya jika tidak racunnya akan menyebar ke seluruh tubuh ku, jika sampai terjadi maka di saat itu aku tidak sanggup lagi bergerak" kata Cherry pada diri sendiri sambil sibuk meracik obat di dalam rumahnya


Tidak lama kemudian Stephen tiba di depan rumah Cherry, di saat tiba Stephen turun dari mobil dan melihat rumah sederhana yang ada di depan matanya itu, serta melihat semua tanaman-tanaman yang di halaman yang mirip dengan di rumahnya itu


"Tanaman ini sama seperti tanaman yang di halaman rumah ku, yang di tanam olehnya" batin Stephen yang melangkah masuk ke dalam halaman itu


Di saat itu Cherry sedang duduk di kursi dengan membelakangi depan pintu masuk rumahnya


"Cherry" batin Stephen yang berdiri di depan pintu sambil melihat gadis itu


"Cherry" suara panggilan Stephen


Mendengar suara ini membuat Cherry menghentikan tangannya yang tadinya sedang mengolah obat, dan kemudian dirinya pun bangkit dari tempat duduk dan menoleh ke belakang


"Stephen?" ucap Cherry yang hampir tidak percaya


Melihat gadis yang dia rindukan Stephen pun langsung menghampiri Cherry dan memeluk erat tubuhnya


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Cherry yang hampir tidak percaya jika pria ini akan muncul di desanya


"Untuk membawa mu pulang, kau pergi tanpa pamit dengan ku, dan tentu saja aku sangat marah pada mu" jawab Stephen yang memeluk erat tubuh Cherry


"Aku sengaja menjauh darinya tapi dia malah muncul di sini, aku menjauh karena aku tidak ingin menjadi pihak ke 3." batin Cherry yang tanpa balas pelukan Stephen


"Aku belum bisa pulang bersama mu, kau cepat pulang" ucap Cherry yang ingin mendorong tubuh Stephen akan tetapi pria itu memeluknya dengan erat


"Stephen, lepaskan aku dulu, aku tidak bisa bernafas" pinta Cherry dengan ingin menjauh dari pria itu


Mendengar permintaan gadis itu Stephen lalu melepaskan pelukannya


"Aku rasa baik kamu pulang dulu" ujar Cherry dengan menjauhkan jaraknya dari Stephen


"Apakah ini adalah penawar untuk menyingkirkan racun di dalam tubuh mu itu?" tanya Stephen dengan melihat ke meja yang terdapat banyak jenis daun-daunan kering

__ADS_1


"Apa maksud mu?"


"Cherry, jangan berbohong pada ku, aku sudah bertemu dengan Jhon, dia telah memberitahu ku semuanya, kenapa kau memilik diam di saat kau di racuni?" ucap Stephen dengan berjalan menghampiri Cherry


"Ini urusan ku dengan dia"


"Jangan berbohong pada ku, Cherry. jika di saat itu kau menolak taruhannya maka dia akan mengincar ku oleh sebab itu kau terima taruhannya, kenapa?"


"Stephen, aku tidak ada jalan lain di saat itu, jika aku menolak aku tetap akan di racuni olehnya, jadi ini tidak ada hubungan dengan mu, kau juga tahu sifatnya dia adalah peracun yang suka meracuni siapa pun yang jadi lawannya, jadi ini bukan karena diri mu" jelas Cherry dengan alasan


"Apa pun sebabnya aku tidak akan membiarkan mu menanggung sendiri, biarkan aku menemani mu sehingga kau sembuh" kata Stephen dengan matanya berkaca


"Racun ini tidak bahaya sama sekali, aku tahu cara olahan untuk penawar jadi ini hanya masalah kecil bagi ku, jangan khawatir aku tidak apa-apa, lihat saja diri ku bukankah baik-baik saja" ucap Cherry dengan menyakinkan Stephen


Stephen yang melihat gadis di depannya itu langsung menarik pinggang Cherry dan menciumnya dengan dalam, sontak kelakukannya membuat Cherry membulatkan mata besarnya karena di cium oleh pria itu tanpa berhenti


"Stephen" ucap Cherry yang melepaskan ciumannya


"Jadi kekasih ku, mulai hari ini kau akan tetap tinggal bersama ku, apa pun yang terjadi kita akan hadapi bersama" kata Stephen dengan tatapan dekat dan kemudian melanjutkan ciumannya


"Lepaskan! aku menolak mu" ucap Cherry dengan mendorong tubuh Stephen


"Kenapa kau menolak ku, Cherry?"


"Aku tidak menyukai mu, kenapa aku harus menjadi kekasih mu?" jawab Cherry dengan menyangkal


"Waktu kita masih panjang, dan aku yakin suatu saat kau akan menyukai ku"


"Tidak! aku tidak mau! kau pulanglah, aku ingin bersendirian di sini"


"Hari ini aku ke sini adalah untuk membawa mu pulang bersama ku"


"Aku masih belum sembuh"


"Aku akan tinggal di sini bersama mu dan menjaga mu"

__ADS_1


"Tidak, jika kau tinggal di sini maka warga kampung sini akan salah faham"


"Aku akan beritahu pada mereka jika aku adalah calon suami mu" jawab Stephen dengan senyum


"Ca-calon suami? jangan bercanda" kata Cherry dengan merasa segan


"Cherry, kau tidak bisa lari dari ku, apa kau tahu? aku Stephen Chin akan membawa mu pulang bersama ku"


"Kau anggap aku sebagai apa? aku wanita yang baik-baik kenapa aku harus bersama mu?" tanya Cherry yang sedih karena mengingat gadis di foto itu


"Cherry, apa maksud mu? aku tahu kau sangat baik, oleh karena itu aku ingin kau bersama ku dan aku akan menikahi mu di saat aku membawa mu San Fransisco"


"Sa-san Fransisco? untuk apa ke sana?" tanya Cherry dengan heran


"Karena di sana adalah kota kelahiran ku, dan rumah ku ada di sana, dan kita akan menjalani hidup bersama di sana"


"Bukankah kau orang Swiss? kenapa bisa di lahirkan di sana?"


"Cherry, sekarang aku tidak bisa mengatakannya dengan jelas, percaya saja pada ku, di saat misi ku selesai maka aku akan kembali ke sana dan membawa mu bersama ku"


"Stephen, aku tidak mengerti, siapa diri mu sebenarnya?"


"Aku adalah aku yang kau kenal, jangan peduli siapa nama ku dan siapa aku, percaya saja pada pria yang ada di hadapan mu ini, pria ini tidak akan melukai mu, aku hanya butuh kesetiaan mu. tetaplah di sisi ku, Cherry" ucap Stephen dengan tatapan dalam


"Kenapa kau memilih ku? dengan syarat mu yang begitu bagus kau bisa saja memilih wanita lain kenapa harus aku?"


"Karena kesetiaan mu yang membuka mata ku, ini jawaban ku"


"Jika aku tetap memilih tidak ingin mengikut mu pergi?"


"Aku tetap akan mengunakan cara ku agar kau setuju jadi kekasih ku"


"Cara apa?"


"Aku mencintai mu, Cherry." jawab Stephen dengan mencium bibirnya

__ADS_1


__ADS_2