Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Jhon meracuni Paolo


__ADS_3

Kediaman Chin


Stephen menghubungi Micheal yang di seberang sana..


"Hallo Bos"


"Micheal, bagaimana dengan wanita itu?" tanya Stephen


"Dia masih hidup, Bos. luka di tubuhnya cukup parah"


"Lepaskan dia, dia sudah tidak berguna" perintah Stephen


"Baik Bos"


Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya


"Keluarga Capilo aku mau melihat apa kalian masih bisa bersikap sombong, putri kesayangan mu sudah cacat sementara Angela wajahnya tidak bisa di obati lagi, Paolo Capilo kau menyebabkan Cherry menanggung penderitaan dan kini aku yang akan membalasnya" gumam Stephen


Apartemen Jhon


"Aaarrggggtthhh" teriakan Jhon yang sedang menahan sakit di seluruh tubuhnya akibat efek racun


"Racun apa yang gadis itu berikan pada ku? kenapa aku tidak bisa tahu, bahkan sudah memakan penawar racun ini juga tidak menghilang, racun ini sakit selama 24 jam. Cherry, aku sudah meremehkan mu, jika begini terus sebelum sebulan maka aku akan mati karena sakit yang menusuk ini" batin Jhon


"Tuan" sapa anggotanya yang baru tiba


"Bagaimana?"


"Tuan, gadis itu meninggalkan rumah Stephen Chin dengan membawa tas" jelas anggotanya


"Dia pasti kembali ke desanya untuk menyingkirkan racun di dalam tubuhnya itu" ucap Jhon yang berkeringat dan melawan efek racun


"Aaaarrrggghhhtttt" teriakan Jhon dengan nada memenuhi ruangan itu


"Tuan, apa yang harus ku lakukan untuk membantu mu?"


"Si gadis itu meracuni ku dengan cara menyiksa ku, ini adalah taruhan kami. walau pun aku tidak mati tapi jika begini terus sama saja aku akan menderita selama sebulan dengan menahan sakit yang menusuk ini, walau aku ada minum obat tapi rasa sakitnya hanya hilang sesaat kemudian datang lagi" kata Jhon yang merasa lemas


"Tuan, biarkan aku mengejarnya dan bawa dia ke hadapan mu"


"Tidak, aku adalah peracun iblis, jika saja aku mengunakan cara kotor maka aku tidak layak lagi sebagai peracun iblis, aku rela tersiksa dari pada menjatuhkan nama ku sendiri" jawab Jhon


"Akan tetapi sebulan cukup lama jika kondisi tuan seperti ini"


"Aku bisa menahannya, jika mental ku tidak kuat aku pasti akan mengakhiri hidup ku"

__ADS_1


"Aku ingin mencari udara segar, jika di dalam terus aku bisa gila" kata Jhon


"Aaargggghhttt" teriakan Jhon yang sedang melawan rasa sakit yang tidak tertahankan


Keesokan harinya.


Kediaman Paolo


"Tuan, Nyonya, nona dia ada di luar" teriak pelayan rumah


"Apa? Sonnia sudah pulang?" ucap Angela yang langsung bangkit dari tempat duduknya


"Mari kita keluar" ajak Paolo yang melangkah ke arah pintu


"Sonnia, Sonnia, putri ku" suara panggilan Angela yang histeris melihat kondisi Sonnia yang terluka parah di seluruh tubuhnya


"Cepat kita bawa ke rumah sakit dulu" kata Paolo yang mengendong Sonnia yang dalam kondisi tidak sadarkan diri


Sonnia yang selama ini di tahan oleh Micheal mendapat pukulan setiap hari tanpa berhenti, siksaan itu menyebabkan luka parah sehingga kulitnya menempel ke bajunya.


Rumah sakit


Paolo dan Angela menunggu di depan ruang rawat..Angela yang wajahnya telah cacat akibat racun dan sayatan membuat wajahnya harus di balut perban.


Setelah satu jam kemudian dokter keluar dari ruang rawat


"Pasien dalam kondisi kritis, lukanya sangat parah, kondisi tubuh juga sangat lemah, karena tidak makan dan minum serta kehilangan banyak darah, bisa bertahan atau tidak ini hanya tergantung pada dirinya" jawab dokter dengan menghela nafas


"Apa? maksud mu anak ku akan meninggal? tidak, tidak bisa. kau adalah dokter tanggung jawab mu adalah menyelamatkan pasien" teriak Angela dengan histeris


"Angela, kau harus bertenang, Sonnia pasti akan bertahan" ujar Paolo dengan menenangkan istrinya


"Saya akan berusaha sebaik mungkin, akan tetapi sisanya hanya bisa tergantung pada dirinya" jawab dokter yang melangkah pergi meninggalkan Paolo dan Angela


"Anak ku tidak boleh mati, tidak boleh, kenapa nasibnya begitu tragis, ini tidak adil sama sekali" ucap Angela yang menangis dengan histeris


"Angela, kau harus bersabar jika tidak siapa yang bisa menjaganya nanti, kau harus bertenang dulu" bujuk Paolo dengan memeluk Angela


"Dia adalah putri ku satu-satunya, dia tidak boleh meninggalkan ku, ini tidak adil, dia menikah dengan pria kaya tapi malah di ceraikan dan sekarang mantan suaminya yang membuatnya menderita bahkan sampai kritis, bagaimana hati ku tidak sakit" ucap Angela dengan menangia histeris


"Angela, jangan begini, aku yakin Sonnia akan sembuh, dia butuh kita jadi kau harus kuat, jika dia melihat mu seperti ini dia akan semakin sedih" bujuk Paolo dengan merasa khawatir


"Apakah ini adalah karma? dulu aku memilih Angela dan meninggalkan Lionela dan Cherry, sekarang Sonnia harus mendapat balasan yang sangat kejam, sementara Angela juga cacat di wajahnya, ini semua salah ku yang egois karena telah melukai Lionela dan Cherry" batin Paolo


"Angela, kau masuklah dulu, aku pergi belikan makanan, kau harus makan sedikit"

__ADS_1


"Aku tidak bisa makan"


"Jika kita sakit siapa yang akan menjaga Sonnia? dia butuh dukungan dari kita, ayolah masuk dulu ke kamar, aku akan membeli makanan kesukaan Sonnia dan menunggu dia sadar" bujuk Paolo dengan memeluk istrinya


Setelah Angela masuk ke kamar Sonnia, Paolo pun pergi membeli makanan.


Di sisi lain Jhon yang sedang berada di dalam mobil yang jaraknya tidak jauh dari rumah sakit melihat seseorang yang dia kenal semenjak dulu


"Hentikan mobil" suruh Jhon yang sambil melihat ke arah orang dia kenal itu


Jhon keluar dari mobilnya dan menghampiri pria yang tidak asing baginya


"Paolo Capilo" suara panggilan Jhon


"Jhon Welster" ucap Paolo yang hampir tidak percaya karena melihat Jhon yang tiba-tiba muncul di hadapannya


"Sudah 24 tahun tidak berjumpa, kelihatannya hidup mu sangat bagus" kata Jhon dengan berpura-pura senyum


"Aku juga tidak menyangka jika kau masih hidup" kata Paolo dengan sindiran


"Aku harus hidup lebih lama, karena aku ingin melihat mu pergi duluan"


"Kalau begitu kau pasti kecewa karena aku masih hidup sampai sekarang" ucap Paolo dengan senyum palsu


"Kekecewaan ku ini akan segera berakhir jika saja aku yang bertindak mengambil nyawa mu" ancam Jhon dengan sengaja


"Apa kau kira kau layak melakukannya?"


"Mau ku coba? jika mau aku akan mencobanya"


"Dengan racun mu? kau ingin membunuh ku?"


"Benar, apa kau penasaran dengan racun ku?"


"Jhon Welster, selain meracuni orang apa lagi yang kau bisa?"


"Jika masih mau di bandingkan dengan diri mu aku masih bisa di anggap jauh lebih baik dari mu"


"Baik dari ku? kau sedang memuji diri mu sendiri"


"Aku masih kalah dari seorang Paolo Capilo si raja pemain wanita, bagaimana apa kau masih suka bermain wanita seperti di saat kau masih muda dulu?"


"Aku tidak ada waktu bercanda dengan mu" ujar Paolo yang merasa kesal dan ingin melangkah pergi


"Sebentar, kita sudah lama tidak bertemu jika aku membiarkan diri mu pergi dengan tangan kosong ini sama saja aku tidak sopan dengan mu" kata Jhon dengan memegang pundak Paolo

__ADS_1


"Apakah dia mau meracuni ku?" batin Paolo yang ketakutan


__ADS_2