
Setelah beberapa hari di rawat Sonnia pada akhirnya keluar dari rumah sakit.
"Sangat membosankan aku harus tinggal di rumah sakit selama beberapa hari" gumam Sonnia yang menarik nafas panjang
"Aku ingin pergi mencarinya dan usir siluman itu keluar dari rumah itu " Batin Sonnia yang masuk ke mobilnya.
Sonnia yang masih berharap bisa bersama kembali dengan Stephen membuatnya nekad untuk mencari mantan suaminya itu.
"Tuan, silahkan minum" ucap Cherry yang memberikan secangkir kopi ke tangan Stephen
"Cherry, apa kau yakin tubuh mu sudah sehat ?" tanya Stephen yang berada di ruang tamu
"Sudah sehat, setelah racun di keluarkan maka tubuh ku sudah sembuh total" jawab Cherry dengan berdiri di samping Stephen
"Cherry, maaf jika masalah ku dengan Ronald sampai melibatkan mu" ucap Stephen dengan menoleh ke arah Cherry
"Tuan, jangan berkata seperti itu, lagi pula aku bekerja dengan mu, dan aku juga wajib membantu mu karena aku memahami obat-obatan" jelas Cherry
"Tapi tidak seharusnya kau mengorbankan diri mu" ujar Stephen
"Tuan, jangan di pikirkan lagi, bagus kita pikirkan saja apa tindakan lawan seterusnya" kata Cherry
"Dia akan mengunakan Jhon untuk meracuni ku lagi" jawab Stephen
"Iya. Tuan, aku ingin mencari sejenis tanaman dan aku ingin keluar sebentar" kata Cherry
"Biarkan Anton menghantar mu nanti, sebentar lagi dia datang ke sini"
"Tidak perlu, aku hanya sebentar saja, lagi pula aku sudah tahu jalan ke toko tanaman itu" jawab Cherry
"Baiklah kalau bagitu, berhati-hati lah di jalan" ucap Stephen dengan senyum
"Baik Tuan, aku akan kembali sebelum sore dan menyiapkan makan malam" jawab Cherry yang berjalan ke arah pintu
"Gadis ini sama sekali tidak takut sama racun, padahal dia sangat menderita di malam itu" batin Stephen yang sedang melihat ke arah Cherry
Setelah Cherry keluar tidak lama kemudian Sonnia tiba di kediaman Stephen.
"Sayang" sapa Sonnia yang melangkah masuk ke rumah mewah itu
"Bagaimana kau bisa masuk dengan sesuka hati mu?" tanya Stephen dengan kesal
__ADS_1
"Aku memiliki kunci pagar kita" jawab Sonnia dengan senyum
"Pergi" ucap Stephen
"Sayang, kita adalah suami istri, jangan begitu pada ku, jika dulu kau masih marah tapi itu sudah berlalu, jadi jangan di simpan di dalam hati lagi" bujuk Sonnia yang menghampiri Stephen
"Jangan datang ke sini lagi, kembalikan kunci itu" kata Stephen dengan tatapan serius
"Stephen, jangan begitu galak pada ku, apa kamu lapar? biarkan aku menyiapkan makan untuk mu, mana siluman itu kelihatannya dia tidak bisa di harap" ujar Sonnia yang ingin melangkah ke arah dapur
"Jika kau maju selangkah lagi jangan salahkan aku membuat kaki mu cacat" ancam Stephen dengan mengeluarkan senjatanya
"Stephen, ke-kenapa kau memiliki senjata?" tanya Sonnia dengan menoleh ke arah Stephen dengan ketakutan
"Sonnia, kau tidak mengenal ku sama sekali, kau jangan pernah mengira jika aku hanya seorang cacat yang tidak berguna, aku bisa membunuh mu dalam hitungan detik, dan aku bisa membuat mu kehilangan segalanya dengan kekuasaan ku, untuk melawan wanita seperti mu tidak sulit bagi ku" kecam Stephen dengan tatapan aura membunuh
"Ta-tapi aku sudah menjadi istri mu selama 5 tahun, apa mungkin kau tega membunuh ku?" tanya Sonnia dengan ketakutan
"Istri ku? apa selama ini aku pernah masuk ke kamar mu? bahkan sehelai rambut mu saja aku tidak ingin menyentuh nya"
"Aku ingin tahu satu hal"
"Katakan"
"Menurut mu?"
"Jika kau tidak mencintai ku maka kau tidak akan menikahi ku di saat itu"
"Kau lucu sekali, aku Stephen Chin bisa menikah dengan wanita yang ku benci, akan tetapi aku tidak akan menyentuhnya"
"Kenapa? jika kau tidak mencintai ku kenapa menikah dengan ku?"
"Ayah mu Paolo Capilo, yang tidak tahu malu ingin menikahkan kita demi harta menginginkan ku, aku tahu niatnya selama ini terhadap ku, makanya dia ingin anak tiri nya menikah dengan ku, sangat tidak tahu malu"
"Jika kau sudah tahu lalu kenapa masih ingin menikahi ku?"
"Aku hanya ingin ikuti permainannya, dan aku ingin menyiksa mu, kau sama menjijikan seperti ayah tiri mu itu, di saat aku di rumah sakit kau berhubungan dengan Leo"
"A-apa?"
"Apa kau lupa ini adalah rumah ku yang di penuhi dengan cctv apa mungkin aku tidak mengetahuinya?"
__ADS_1
"Jadi kenapa di saat itu kau diam saja?"
"Karena aku tidak peduli"
"Tidak peduli?apa maksud mu?"
"Aku tidak mencintai mu oleh karena itu aku tidak peduli kau mau tidur dengan pria mana pun, karena tidak cinta maka aku tidak peduli jika kau mengkhianati pernikahan ini, lagi pula pernikahan ini hanya mainan bagi ku" jelas Stephen dengan ketawa kecil
"Stephen, kau?"
"Kenapa? apa kau kira aku peduli dan sakit hati di saat aku tahu berhubung lagi dengan pria lain? aku tidak mau tahu kau ingin tidur sama siapa"
"Jadi kenapa kau menceraikan aku setelah kau tahu aku berhubungan dengan pria lain?"
"Karena sudah waktunya aku menendang mu keluar, dengan bukti kesalahan mu aku bisa menuntut mu tanpa harus membagi harta ku pada mu, dan penceraian kita juga membuat perusahaan ayah mu itu kesulitan, bukan begitu?"
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Aku Stephen Chin apa yang aku tidak tahu. Sonnia Capilo, Paolo Capilo ingin menguras harta ku tapi pada akhirnya putrinya di ceraikan karena tidur dengan pria lain sehingga membuat bisnisnya hampir jatuh bangkrut setelah berita penyebab penceraian kita tersebar, apa kau masih tidak cukup memalukan keluarga mu?"
"Stephen, ini semua adalah bagian dari rencana mu?"
"Rencana ku adalah sengaja menikah dengan mu dan mengabaikan mu, dan aku yakin dengan sifat mu yang bebas itu pasti akan berhubungan dengan pria lain untuk memuaskan mu, dan aku memang sengaja ingin kau ada hubungan dengan pria lain sehingga aku bisa mengugat cerai diri mu tanpa harus membagi harta ku pada mu" jelas Stephen dengan bersikap tenang
"Kau sangat tega, ternyata dari awal aku sudah masuk perangkap mu" kata Sonnia dengan merasa kecewa
"Yang ingin memerangkap ku adalah kalian sekeluarga dan pada akhirnya kau lah yang masuk perangkap ku" balas dengan Stephen dengan senyum
"Lalu siapa wanita kemarin itu? kenapa dia bisa jadi asisten pribadi mu?" tanya Sonnia dengan penasaran
"Apa aku harus memberitahu mu?"
"Dia hanya ingin menguras harta mu, kenapa kau membiarkan dia tinggal di sini? dan membiarkan dia mengunakan halaman rumah mu?"
"Apa salahnya jika dia mengunakannya, dan ini adalah hak aku tidak perlu harus dapat izin dari mu"
"Stephen, kau sangat mementingkan siluman itu"
"Siluman? kau tidak mengenalnya, Sonnia Capilo, dia bahkan jauh lebih baik dari mu, apa kau tahu jika kau masih berani menginjak ke rumah ku maka akan ku cacatkan kaki mu" ancam Stephen dengan menodong senjatanya ke arah Sonnia
"Kau?"
__ADS_1
"Pergi, jika tidak aku tidak akan segan untuk menembak mu, dan aku beri peringatan terakhir pada mu jika kau datang lagi maka satu keluarga mu itu akan ku hancurkan" kecam Stephen dengan kesal