Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Aku menyayangi mu selamanya


__ADS_3


Kediaman milik perkumpulan Stephen Chin.


Stephen dan Anton mendatangi kediaman yang di mana para anggotanya yang sedang berkumpul.


Semua anggota yang berjumlah 50 termasuk Micheal menyambut kedatangan atasan mereka


Seluruh anggotanya berkumpul dengan berbaris


"Selamat kembali, Bos" ucap serentak mereka dengan hormat


"Apa kabar semua saudara ku?" tanya Stephen dengan menatap mereka semua


"Kami semua menanti kepulangan, Bos"


"Setelah semuanya berakhir maka aku akan pulang untuk bergabung dengan kalian semua, untuk saat ini tujuan utama ku adalah mencari pembunuh yang telah lolos selama 15 tahun, sebelum aku membunuhnya demi untuk membalas dendam kematian Kelly maka aku belum bisa untuk bergabung dengan kalian, beritahu pada ku info apa yang telah kalian dapatkan" ujar Stephen


Mereka semua masuk ke dalam kediaman khusus yang sangat rahasia itu


"Bos, aku mendapat kabar posisinya ada di afrika sana, ada anggota kita yang melihatnya sedang melakukan bisnis gelap di sana" ujar Victor yang salah satu anggota Stephen


"Bagaimana dengan kumpulannya?" tanya Stephen


"Kumpulan terbesarnya di Afrika dengan berjumlah ratusan semua memiliki senjata, selama ini mereka melakukan jual beli narkoba dan senjata, walau sering menjadi target kepolisian sana akan tetapi mereka sering lolos" jelas Victor


"Bos, dia menetap di sana karena sarangnya memang di sana, kumpulannya sangat besar di negara itu, selama ini dia tidak pernah keluar dari Afrika aku rasa itu pasti karena dia takut sama kita, setelah dia memperk*sa nona Kelly dia pasti tahu jika bos pasti akan mengincarnya, dengan kebetulan anggota kita membeli senjata di sana oleh sebab itu kita baru tahu dia di sana" jelas Micheal


"Selama di Afrika dia tidak pernah menunjukan dirinya, selama jual beli di lakukan oleh wakilnya, hanya saja baru dua hari yang lalu dia turun tangan sendiri dan di lihat oleh anggota kita, oleh sebab itu anggota kita baru menyelidikinya dan baru mengetahui jika dia memiliki kumpulan besar di sana" jelas Victor


"Afrika! selama 15 tahun dia melarikan diri, ingin lolos dari ku maka dia hanya bermimpi. Victor, bagaimana dengan bisnis kita di meksiko?" tanya Stephen


"Daniel mengatakan barang-barang kita sangat lancar, para pembeli adalah langganan besar, jadi tidak ada hambatan sama sekali"


"Bagaimana dengan Melvis di italia apakah mereka ada hambatan?"


"Mereka semua tanpa hambatan, jual beli kita semua sangat lancar, kita memiliki dana yang kuat, oleh sebab itu penjualnya lebih memilih berbisnis dengan kita" jawab Micheal dengan senyum


"Bagus, dan bagaimana dengan San Fransisco?"

__ADS_1


"Bryn mengatakan semuanya sangat lancar, para gangster sana tidak berani mencari masalah dengan kita setelah mengetahui nama bos" jawab Micheal


"Bos, kita sudah termasuk bandar narkoba terbesar karena semua pelanggan kita dari kalangan mafia di berbagai negara, jual beli kita semakin besar di bandingkan dulu" jelas Victor dengan merasa puas


"Ini yang ku inginkan, selama jual beli apakah ada pihak kepolisian yang menganggu?" tanya Stephen


"Ada seorang detektif bernama Files dia mengirim mata-mata untuk mengikuti Daniel, saat di ketahui mata-mata itu langsung di bunuh di tempat, dan selain itu Files dan bawahannya juga sudah di benamkan" jawab Victor


"Bunuh saja yang menghalang kita, jika ada yang mengetahui identitas kita bunuh juga, jangan sampai ada yang lolos" perintah Stephen dengan tegas


"Files hanya ingin cari mati, setiap orang yang mendengar nama bos tidak ada yang berani menyentuh kita, karena mereka tahu bos memiliki organisasi yang sangat luas, jika saja menyentuh kita dengan jari saja maka nyawa mereka akan hilang" ucap salah satu anggota Stephen


"Bos, apa kita perlu mengakhiri nyawa Sonnia?" tanya Micheal


"Tidak perlu, membuat dia menderita itu sudah lebih dari cukup, aku hanya ingin membuat anggota keluarganya menderita saja"


"Bos, lalu bagaimana dengan si tua itu yang sering ingin melawan, Bos?" tanya Micheal


"Biarkan saja, dia hanya seekor semut bagi ku, tiba saatnya semua harta Stephen Chin akan ku serahkan pada yang membutuhkannya" jawabnya dengan santai


"Bos, selama puluhan tahun Anda telah mengembangkan bisnis keluarga Chin seharusnya semua kekayaannya adalah milik Anda, selama puluhan tahun ini anda selalu di sibukkan dengan urusan kumpulan kita dan perusahaan" kata Anton


"Aku melakukannya demi sahabat ku Stephen Chin, oleh karena itu aku melakukan semua ini, lagi pula harta kekayaan tidak seberapa bagi ku"


"Sebelum aku meninggalkan semuanya aku harus mencari seseorang yang bisa mengantikan posisi ku di perusahaan, jika tidak maka semua hanya sia-sia" ujar Stephen


"Bos, aku memikirkan seseorang apakah dia akan menjadi penghalang kita suatu saat nanti" ujar Anton


"Siapa?"


"Detektif Owen, dia beda jalan dengan kita" jawab Anton


"Biarkan saja, selagi dia tidak tahu identitas kita, jika dia tahu maka bunuh saja, walau pun dia tahu identitas ku dia juga tidak bisa melawan kita" jawab Stephen


"Baik Bos" jawab Anton


"Sampaikan perintah ku kepada semua anggota kita yang di luar sana, setiap melakukan jual beli harus lebih berhati-hati jangan sampai ada kesilapan apa pun, jika ada orang yang mencurigakan maka bunuh saja tanpa membuang waktu" perintah Stephen


"Siap Bos" jawab serentak mereka semua

__ADS_1


Kediaman Chin.


"Tuan, sudah pulang?" sapa Chintia dengan hormat


"Di mana Cherry?" tanya Stephen yang baru melangkah masuk ke ruang tamu


"Nona Cherry sudah istirahat" jawab Chintia dengan sopan


"Baiklah" jawab Stephen yang melangkah ke arah kamar Cherry


Klek..


Stephen masuk ke kamar Cherry yang sudah tertidur pulas.


"Selamat malam! Cherry, jika di saat itu tiba aku akan membawa mu bersama kembali ke San Fransisco, kota kelahiran ku, di sana aku akan memberi mu hidup mewah tanpa kerisauan apa pun, nama ku bukan Stephen Chin jika kau tahu siapa sebenarnya aku apa kau masih berani di sisi ku?" batin Stephen dengan mengecup dahi Cherry


Sesaat kemudian Stephen keluar dari kamar Cherry dan menuju ke ruang bacanya.


Stephen mengambil selembar foto dirinya yang bersama Kelly yang di simpan di dalam lacinya


"Kelly, aku akan membalas dendam untuk mu, 15 tahun kepergian mu dendam ini belum terbalas, selama 15 tahun aku mencari keberadaannya dan aku baru tahu jika selama ini dia ada Afrika, andaikan saja diri mu masih hidup ini akan membuat ku lebih bahagia, kepergian mu adalah penyesalan seumur hidup ku, aku menyayangi mu untuk selamanya" gumam Stephen yang sedang melihat foto itu dengan merasa sedih


Keesokan harinya


"Cherry, selamat pagi" ucap Stephen dengan tatapan mesra


"Selamat pagi, Stephen" balas ucapan Cherry yang sedang menyiapkan sarapan di dapur


"Kenapa kau bangun begitu pagi? ini baru jam 6 pagi" tanya Stephen dengan menghampiri Cherry yang sedang sibuk dengan tanganya


"Aku sudah terbiasa bangun sepagi ini" jawab Cherry dengan senyum


"Ada yang bisa ku bantu?" tanya Stephen yang sedang memerhatikan Cherry


"Tidak perlu, ini adalah tugas ku" jawab Cherry tanpa menoleh ke arah Stephen yang di sampingnya


"Gadis ini membuat ku merasakan jika dia adalah istri ku" batin Stephen yang menatap dalam ke arah Cherry


"Kenapa kau melihat ku begitu? apa ada yang lucu?"

__ADS_1


"Tidak, aku merasa seperti sedang melihat seorang istri yang sedang menyiapkan makanan untuk suaminya" jawab Stephen dengan sengaja mengoda


"Hah..jangan sembarangan, jika di dengar oleh pelayan mereka pasti salah sangka" ujar Cherry yang merasa malu


__ADS_2