Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry mengetahui rahasia Stephen


__ADS_3

"Stephen, pernikahan adalah seumur hidup, apa kau yakin jika aku bisa menjadi istri mu yang baik?"


"Pilihan ku tidak akan salah. Cherry Wilster hanya boleh menjadi istri ku, jari manis mu ini telah memakai cincin lamaran ku, dan sekarang saja kau sudah menjadi istri ku dan ini tidak akan berubah, bahkan jika kau ingin menyesal juga tidak sempat lagi" ujar Stephen dengan memeluk Cherry dengan erat


"Apa pun reaksi mu di saat mengetahui identitas ku kau tidak akan bisa lari dari ku" batin Stephen


Keesokan harinya


Di pedalaman tempat Owen dan lainnya di kurung


"Heii....hei...kapan bos kalian baru berani datang menemui ku?" teriak Owen yang masih di posisi duduk dan terikat


"Bos kami baru kembali ke jerman, setelah dia ke swiss mungkin dia akan menemui mu" jawab Micheal


"Jangan mengatakan pada ku jika bos kalian pergi membunuh orang di jerman" ujar Owen


"Apa kau mengira bos kami hanya di sibukkan dengan membunuh? kau sudah salah detektif, bos kami sangat sibuk jadi jika ingin bertemu dengannya maka kau harus bersabar" kata Micheal yang duduk di hadapan mereka semua


"Siapa kalian sebenarnya? kenapa tidak ingin membunuh kami saja? dan mengikat kami di sini?" tanya Jimmy


"Bos tidak memerintahkan membunuh, jadi aku tidak bisa melakukannya" jawab Micheal dengan senyum


"Kalian dari sebuah perkumpulan? betulkan? dan bukan hanya King Devil saja?" tanya Nicky


"Iya atau bukan kau tanyakan saja pada bos ku nanti" ucap Micheal


"Detektif Owen, jangan keras kepala karena ini tidak bisa membantu mu, kau tidak mau makan kami juga tidak rugi, hanya saja aku takut jika kau mati sebelum bos kami ke sini menemui mu" ujar Micheal


"Aku tidak makan makanan kotor dari kalian" ketus Owen dengan kesal


"Apa gunanya bagi mu jika bersikeras seperti ini? kalian sudah di tangan kami, semakin melawan semakin sulit bagi kalian, jika kalian menyinggung bos kami maka dia pasti akan menyiksa mu secara perlahan" ujar Micheal


"Dia adalah pembunuh, jadi sudah tidak heran jika dia ingin membunuh kami, dia kejam pada siapa saja jadi mana mungkin dia memiliki hati nurani" ketus Owen dengan merasa kesal


"Detektif Owen, jika bukan karena diri mu adalah kenalan lama bos kami maka dari dulu kau sudah mati di tangannya, jika bos kami tidak memiliki hati kenapa dia masih ingin melepaskan kalian di saat itu, dan sudah berapa kali dia membiarkan mu hidup? apakah kau tidak berterima kasih padanya?" ucap Micheal


"Berterima kasih padanya? apa aku tidak waras jika sampai berterima kasih padanya" ketus Owen


"Di kota sedang di hebohkan atas kehilangan kalian, pihak atasan sangat berusaha mencari jejak kalian aku juga ingin melihat seterusnya apa tindakan mereka"


"Apa maksud mu mengatakan ini?"


"Aku hanya penasaran saja terhadap mereka, apakah mereka akan tetap mencari kalian jika sudah sebulan atau dua bulan kalian menghilang" ujar Micheal

__ADS_1


"Kau jangan bermacam-macam" bentak Owen dengan kesal


"Kau sudah menahan kami berlima, apa masih tidak cukup?" teriak Calvon


"Kami hanya menangkap orang yang menganggu kami, itu saja" jawab Micheal


"Kalian pasti akan tertangkap suatu saat nanti, tidak perlu merasa bangga, siapa pun Stephen Chin atau pun King Devil pasti akan dapat balasannya" ketus Owen dengan nada tinggi


"Terserah apa kata mu, ini seperti sebuah permainan, jika permainan belum berakhir maka kita tidak tahu siapa pemenangnya" ujar Micheal yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari rumah itu


Jerman


malam hari


Villa Stephen


Di malam itu Cherry yang tadinya sudah ketiduran tiba-tiba saja terbangun, di saat dirinya membuka mata dan melihat ke sampingnya dan mendapati jika Stephen tidak berada di sana


"Ini sudah jam 10 kemana Stephen? bukannya tadi dia sudah menemani ku tidur" gumam Cherry yang bangkit dari tidurnya..


Cherry lalu berjalan keluar dari kamarnya dan mencari Stephen yang sedang berada di ruangan tengah bersama Anton


Stephen bersama Anton di ruangan tengah sedang membahas bisnis yang selama ini di jalankan oleh dirinya


"Stephen di mana ya? apa dia keluar? tidak mungkin juga dia tidak pernah keluar jam segini" batin Cherry


"Stephen sedang berbicara dengan seseorang ? sudah malam apakah Anton?" batin Cherry yang sambil berjalan menghampiri ruangan tengah


Di saat dirinya ingin masuk ke ruangan itu akan tetapi Cherry mengurungkan niatnya dan berdiri di balik tembok


"Pastikan semua barang kita dalam kondisi terbaik, apa di meksiko transaksi kita tidak ada masalah?" tanya Stephen


"Tidak ada masalah, detektif yang sebelumnya di bunuh oleh Daniel sudah mengemparkan meksiko, dan sampai sekarang belum ada detektif lain yang ikut campur" jawab Anton


"Jika mereka masih berani menghadang kita maka bunuh saja, bagi yang mau menutup jalan kita jangan ragu untuk membunuhnya" kata Stephen


Cherry yang berdiri di balik tembok mendengar setiap perbincangan di antara Stephen dan Anton


"Apa yang di katakan Stephen? meksiko? barang apa? dan bunuh siapa maksudnya?" batin Cherry


"Bos, barang kita telah di kirim sekitar 3 lagi sudah tiba, uang sudah kita transfer seperti biasanya" jelas Anton yang sedang duduk berhadapan dengan Stephen


"Pesan Dennis berhati-hati di saat melakukan transaksi, setelah aku membunuh Yones berita sudah tersebar, dan aku tidak mau pihak kepolisian mengintai aktivitas kita, Dennis selama ini mewakili ku di Kamboja, jadi pesan dia untuk berhati-hati, warga kamboja sana tidak sedikit yang tahu siapa Dennis" ujar Stephen

__ADS_1


Cherry dikejutkan oleh perkataan Stephen yang mengatakan Yones yang tewas di bunuh olehnya


"Yo..yones..di bunuh oleh Stephen? bukankah dia tewas di tangan Christian Han?" batin Cherry


"Anggota kita yang di afrika mengintai setiap tindakan pihak kepolisian sana, setelah kematian Yones dan tersebarnya berita pembunuhan itu mereka semakin gencar ingin mencari Anda" jelas Anton


"Hahahahahaha..ingin mencari ku? tidak semudah itu, jika pun mereka tahu aku di mana belum tentu mereka bisa menangkap ku, aku adalah Chistian Han jika mudah di tangkap maka aku bukan lagi Christian Han" ucap Stephen dengan tertawa tanpa dia sadari Cherry telah mendengar semua perkataannya


Cherry merasa lemas saat mengetahui jika pria yang selama ini bersamanya adalah penjahat dunia yang telah lama menjadi buronan


"Tidak mungkin..aku pasti salah dengar" gumam Cherry sambil gemetaran di seluruh tubuhnya


Karena merasa gemetaran lalu dia berjalan ke arah lain dan tanpa di sengaja tangannya tersenggol vas bunga yang terletak di sana


Prang...


Pecahan Vas hingga berkeping-keping di lantai


Mendengar ada bunyi pecahan yang di luar ruang tengah itu Stephen dan Anton langsung berjalan keluar


"Cherry" ucap Stephen dengan menatap ke arah Cherry


Mendengar suara Stephen membuat Cherry semakin ketakutan dan dirinya berusaha menoleh ke arah Stephen yang sedang berdiri di belakangnya


"Kenapa kau bisa ada di sini? apa kau sudah lama di sini?" tanya Stephen dengan tatapan tajam karena dirinya sudah tahu jika Cherry telah mendengar semua perbicangannya tadi


"Aku sudah di sini dari tadi" jawab Cherry dengan menahan diri


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Stephen dengan melangkah menghampiri Cherry


"Aku hanya mencari mu" jawab Cherry dengan memundurkan langkahnya


"Apa yang telah kau dengar?" tanya Stephen


"Semuanya" jawab Cherry dengan berkaca kaca


"Kau sudah mengetahuinya?"


"Iya" jawab Cherry dengan berpaling arah dan ingin melangkah pergi


"Kau mau kemana?" tanya Stephen yang mengeluarkan senjatanya dan menodong ke arah Cherry yang membelakanginya


"Gawat! apa bos akan melepaskan tembakan" batin Anton

__ADS_1


"Aku tidak tahu" jawab Cherry yang tanpa menoleh ke arah Stephen


"Jika kau menginjak kaki keluar dari rumah ini kau tahu akibatnya kan?" kecam Stephen


__ADS_2