Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Mencintai dirimu bukan penampilanmu


__ADS_3

"Christian, aku bertanya padamu, jika saja masalah ini terjadi padaku apa kau akan meninggalkan ku?" tanya Cherry yang merasa sakit di hatinya karena melihat luka di wajah suaminya itu


"Tidak akan!" jawab Christian dengan mengeluarkan air matanya


"Kenapa, apa kau bisa bertahan setiap saat melihat wajahku yang menakutkan?" tanya Cherry


"Aku mencintai dirimu dan bukan mencintai penampilanmu" jawab Christian


"Kalau begitu aku tahu apa yang harus ku lakukan" ucap Cherry yang melangkah ke arah dapur


Christian mengikuti Cherry hingga ke dapur karena dirinya merasa penasaran apa yang ingin di lakukan oleh istrinya.


Cherry mengambil sebilah pisau sayur yang ada di meja dapur sana


"Cherry, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Christian yang menghampiri istrinya


"Bukankah kau mengatakan kau mencintai diri ku dan bukan penampilanku? jika iya maka biarkan aku mencacatkan wajahku jadi kau tidak ada alasan lagi untuk menceraikan ku, apa kau tahu jika wajah ku sudah cacat maka tidak akan ada lagi pria yang mau menerima ku, jadi kau tidak bisa bercerai dari ku lagi karena kita sama-sama memiliki wajah yang sudah cacat" jelas Cherry yang ingin menyayat wajahnya sendiri


Di saat Cherry ingin menyayat wajahnya Christian langsung menahan tangan istrinya dan merebut pisau itu dan melemparnya entah ke arah mana, lalu Christian menarik pinggang Cherry dan mencium bibirnya dengan dalam


Di saat mereka sedang berciuman Christian mengeluarkan air matanya karena merasa terharu dengan istrinya yang begitu setia terhadapnya, walau selama ini jarak mereka tidak jauh akan tetapi Christian sangat merindukan istrinya itu


Setelah beberapa menit kemudian Christian melepaskan ciumannya


"Di saat itu luka mu ini pasti sangat sakitkan?" tanya Cherry dengan mata berkaca-kaca sambil menyentuh wajah suaminya itu


"Tidak sakit di saat aku mengingatmu, sayang" jawab Christian dengan melanjutkan ciumannya


Sesaat kemudian Christian melepaskan ciumannya


"Cherry, maaf atas semua yang sudah ku lakukan padamu dan anak kita, selama ini kau menjaganya dengan baik" ucap Christian yang mengeluarkan air mata


"Papa membantuku selama ini, tanpa papa aku tidak akan sanggup, aku bukan wanita tangguh, Christian. aku juga memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, aku sangat rapuh di saat tanpamu" jelas Cherry yang menangis dan memeluk suaminya


"Jangan menjauh dariku lagi, cukup sampai di sini kau menyiksaku, pulanglah bersamaku. kita akan mulai dari awal" pinta Cherry yang di pelukan Christian

__ADS_1


"Aku berjanji padamu, aku akan berada di sisi mu setiap saat dan untuk selamanya" ucap Christian dengan mengecup dahinya Cherry


"Beritahu aku apa yang sudah terjadi setelah kejadian itu?" tanya Cherry yang melepaskan pelukannya


"Di saat itu aku bersama Micheal dan Victor melompat ke laut, kami bertiga sama-sama terluka dan di saat itu anggota ular cobra sudah menunggu kami di bawah laut, dan mereka langsung membawa kami bertiga pergi meninggalkan sana, kami menggunakan kapal selam, agar tidak ada yang melihat kami meninggalkan laut itu" jelas Christian


"Kapal selam? bukankah itu yang biasa di gunakan oleh militer?"


"Benar! kapal selam milik negara san fransisco, militer adalah temanku yang selama ini kami saling kontak secara rahasia, dia bersama kawan-kawannya mengeluarkan kami bertiga dari sana, tanpa di ketahui oleh pemerintah, jadi hanya mereka saja yang tahu aku masih hidup"


"Lalu, bagaimana dengan lukamu dan lainnya?"


"Di saat kami melompat ke laut kami sudah tidak sadarkan diri, dan di saat aku sadar aku berada di rumah sakit militer, dan aku baru sadar wajahku sudah cacat sebagian, tapi aku beruntung bisa terselamatkan dari insiden itu"


"Bagaimana dengan mereka berdua?"


"Mereka terluka di bagian tubuh, dan sudah sembuh, Victor sedang bersama dengan Tim A ular cobra, dan Micheal selama ini berada di markas sini"


"Markas sini?"


"Iya, kami mendirikan markas di sini untuk ular cobra, dan di pulau Villa kita itu"


"Hanya Tim A, yang masih di pulau lain"


"Villa ini apa kamu yang mendirikannya?"


"Iya"


"Kenapa?"


"Karena dengan begitu aku bisa melihat mu dari kejauhan, di saat aku sadar di rumah sakit aku langsung kembali ke sini, dan di saat itu aku sudah mengamatimu dari sini"


"Apa di saat itu Anton dan Thomas sudah tahu jika kamu tinggal di sini? dan sejak kapan Villa ini di bangunkan?"


"Iya, aku sudah memberitahu mereka, mengenai Villa ini di bangunkan sama-sama saat membangunkan Villa kita yang di sana"

__ADS_1


"Bagaimana dengan papaku, apa dia juga sudah tahu dari awal?"


"Tidak, papamu baru tahu beberapa bulan yang lalu, aku menyampaikan pesan untuknya lewat Anton"


"Dengan begitu mudahnya kau ingin aku menikah lagi dengan pria lain" ujar Cherry dengan merasa kesal


"Cherry, aku baru tahu bagaimana perasaan mu di saat kau ingin memperkenalkan wanita lain padaku dan ingin meminta cerai dari ku, aku baru sadar perasaan ini sangat sakit bahkan lebih sakit dari luka bakar di wajahku, melepaskan orang yang kita cintai ini sangat tidak mudah, bahkan sesak dan sulit untuk bernafas" ucap Christian dengan mengecup dahinya Cherry


"Dan jangan pernah lagi menyuruh ku menikah dengan pria lain"


"Tidak akan! Cherry Wilster hanya milik ku, Barnard Han" ucap Christian dengan senyum dan mencium bibirnya Cherry


"Tunggu..apakah Barnard Han adalah kamu sendiri?" tanya Cherry dengan melepaskan ciumannya


"Iya, mulai hari ini suamimu ini adalah Barnard Han, karena Christian Han sudah tewas saat di ledakan dan sudah tenggelam di dasar laut" jawab Christian dengan melanjutkan ciumannya


Setelah berciuman selama beberapa menit Christian mengendong Cherry ke kamar dan menidurkannya serta melanjutkan ciuman pada istrinya itu


"Cherry, apa kau yakin tidak akan takut dengan wajahku?" tanya Christian dengan melepaskan ciumannya


"Aku akan lebih takut jika kehilanganmu" jawab Cherry yang mencium wajah bagian kiri Christian yang telah cacat itu


"Aku tidak bisa membayangkan betapa sakit yang kau alami di saat itu" ucap Cherry dengan menyentuh wajah suaminya


"Di saat itu aku hanya memikirkan mu dan Aaron, sakit ini tidak seberapa jika di banding rasa sakit yang harus menjauh dari kalian berdua"


"Selama ini kau ada pulang ke rumahkan? Aaron mengatakan dia melihat mu, apa itu benar?"


"Iya, itu aku. setiap malam aku pulang ke sana melihat istri dan anak ku"


"Setiap malam? apa benar kau yang memindahkan ku dari sofa ke kasur?"


"Istriku yang cantik ini bisa tidur di sofa dan tanpa selimut, di pulau ini sangat dingin di malam hari tapi di saat tidur kau tidak menutupi tubuhmu dengan selimut" kata Christian dengan mencium wajah istrinya


"Ternyata memang kamu, apa kamu tidur denganku setiap malam? di saat tidur aku merasa sangat hangat dan setiap pagi aku tidak melihatmu, aku mengira aku bermimpi di setiap malam, dan kenapa di saat melihat rekaman cctv aku tidak melihat kemunculan mu?"

__ADS_1


"Setiap malam aku tidur di sampingmu, dan setiap pagi jam 4 aku meninggalkan sana" jawab Christian dengan senyum


"Mengenai rekaman aku yang mematikannya di setiap kali aku pulang, agar tidak terekam kepulanganku" jelas Christian dengan mencium bibir istrinya


__ADS_2