Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Memindah aset


__ADS_3

"Tapi dia adalah anak kita, kenapa kau bisa begitu perhitungan dengan anak sendiri?" ujar Cherry dengan bercanda


"Karena mamanya adalah milikku, jadi kalau tidur hanya boleh memelukku" jawab Christian dengan mengecup dahi Cherry dan memeluk Cherry dengan erat


Setelah seminggu kemudian


Kantor pengacara Thomas


"Aku tidak mengerti kenapa kau berbuat demikian, lagi pula selama ini aman-aman saja" kata Thomas yang sedang menulis sesuatu


"Ini hanya untuk berjaga-jaga, di suatu saat jika aku di tangkap maka harta ku tidak akan hilang" jelas Christian


"Jaringanmu begitu kuat siapa yang bisa menangkap mu pasti orang itu akan mati dulu" jawab Thomas yang masih sibuk dengan tangannya


"Sebenarnya tidak ada salahnya jika kau melakukan ini, aset mu lebih berlipat ganda di bandingkan orang kaya lainnya, jadi harus buat persiapan, jika suatu saat kau di tembak mati maka kakak ipar akan menjadi janda yang kaya raya, dan setelah itu aku bisa menikahinya dan menikmati harta peninggalan mu bersama janda mu" kata Thomas dengan ceplas ceplos


Christian yang merasa kesal dengan ucapan temannya itu lalu melempar pena yang ada di depan matanya ke arah Thomas sehingga mengenai kepalanya


"Aaaaarrrhhh, sakit. apa kau gila ya? di sini adalah kantor ku, aku bisa menuntutmu karena melukaiku" ketus Thomas dengan kesal


"Jika aku mati jangan berharap kau bisa menyentuh istriku" bentak Christian dengan kesal


"Iya..ya...aku tahu, kau selalu menganggapnya aset mu, jadi siapa yang bisa menyentuhnya"


"Kalau kau sudah tahu maka jaga jarak mu dengan istri ku"


"Iya aku tahu. Christian, apa kau pria normal?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

__ADS_1


"Kakak ipar sudah lama duduk di kursi roda sudah hampir 7 bulan, apakah kau..?" tanya Thomas yang ragu ingin melanjutkan pertanyaannya


"Ada apa?"


"Ehem...apa kau bisa menyentuhnya?" tanya Thomas yang bersifat ingin tahu


"Apa yang kau ingin tahu?" tanya Christian yang mulai kesal


"Aku tahu jika wanita yang duduk di kursi roda tidak akan bisa melayani suaminya, apa selama ini kau tidak masalah dengan hal ini?"


"Ini adalah urusan rumah tanggaku, sejak kapan kau sebagai pengacara ingin ikut campur dengan pribadi kami?"


"Kita adalah teman, aku saja yang belum menikah juga harus mencari wanita cantik tiga kali seminggu, sedangkan kau adalah pria yang sudah menikah apa kau masih bisa menahannya selama 7 bulan kau tidak melepaskan hasratmu?"


"Thomas, jika kau masih sayang dengan lidahmu maka bagus kau diam saja daripada kau kehilangan gigi dan lidah mu" kecam Christian


"Aku hanya demi kebaikan mu, kita adalah pria dan aku sangat memahami penderitaan mu, jika kau mau aku bisa mengenalkan wanita muda yang cantik dan seksi untukmu, kita bisa sama-sama merahasiakan ini agar kakak ipar tidak tahu"


"Kau bisa pertimbangkan jika dia saat kau menginginkannya"


"Thomas, kau tahukan sifatku, aku tidak akan melakukannya demi kepentinganku sendiri, apa kau tahu kenapa Cherry bisa duduk di kursi roda? demi aku dan selain itu dia juga menjadi korban karena aku, sasaran musuh adalah aku tapi istriku yang menjadi korban, di saat itu aku ketakutan melihatnya terluka parah dan hampir saja aku kehilangan nyawanya, jadi penderitaan ku tidak sebanding dengannya yang harus duduk di kursi roda selama hidupnya, jika dalam hidupmu bisa bertemu dengan pasangan yang sering mengutamakan mu ini adalah suatu hal yang sangat beruntung, dan aku sangat beruntung karena memilikinya, dia juga sudah melahirkan seorang putra untukku, pengorbanannya jauh lebih besar dari aku yang menjaganya selama ini" jelas Christian dengan mata berkaca kaca


"Thomas, hari ini aku ingin kau memindah semua aset ku, ini juga demi Cherry dan Aaron. kau tahu jika aku adalah buronan, keberuntungan tidak selalu di pihak kita, sebelum terjadi sesuatu padaku aku harus buat persiapan untuk keluarga ku, jika suatu saat aku di tangkap atau di tembak mati semua aset ku pasti akan di sita, dan di saat itu bagaimana dengan anak dan istriku? oleh sebab itu aku harus segera melakukannya pemindahan semua harta warisan ku, dan jika memang terjadi sesuatu padaku, maka aku hanya ingin melakukan satu hal untuk ku"


"Melakukan apa?"


"Bawa mereka ke pulau, aku mendirikan sebuah Villa di sana, mereka bisa menjalani hidup mereka di sana dan tidak perlu lagi khawatir dengan biaya hidup sehari-hari" jawab Christian


"Aku tahu apa yang harus ku lakukan" kata Thomas dengan menarik nafas panjang

__ADS_1


"Yang harus ku katakan sudah katakan, dan yang harus ku lakukan sudah ku lakukan semuanya, ingat pertemuan hari ini jangan sampai Cherry tahu, aku tidak mau dia khawatir"ujar Christian yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar meninggalkan kantor Thomas


"Hufff....aku tidak menyangka seorang teman yang sudah lama ku kenal ternyata memiliki sisi kelemahannya, dia yang dulu bisa di katakan adalah setengah iblis dan manusia kini menjadi manusia sepenuhnya, cinta memang bisa merubah seseorang, tidak menyangka dia yang dulu sangat kejam bisa begitu mencintai seorang wanita dengan sangat mendalam" gumam Thomas


"Kenapa tiba-tiba saja aku merasa resah? seharusnya tidak terjadi apa-apa padanya, dia memiliki banyak anggota jadi dia pasti selamat" gumam Thomas


3 tahun kemudian


Swiss


"Sudah tiga tahun berlalu kita masih tidak mendapatkan hasil apa-apa" ujar Jimmy yang duduk di kantor Owen


"Benar, selama tiga tahun ini banyak para penjual dan pembeli yang kita tangkap tapi tidak ada gunanya, sasaran kita adalah si pengedar narkoba terbesar, Christian Han" kata Nicky


"Aku bisa gila jika masih tidak bisa menangkapnya, kita bahkan kurang tidur dan kejar kesana kemari hanya demi ingin menangkap para penjualnya, mereka semua tidak ada hubungan sama sekali dengan Christian Han" kata Calvon


"Ini adalah kasus yang tidak mudah di selesaikan, jika mudah maka pihak kepolisian pasti sudah berhasil dari dulu" ujar Owen


Klek


"Pak detektif" sapa salah satu anak buahnya yang baru masuk ke kantornya


"Ada apa?" tanya Owen yang sedang duduk di kursinya


"Pak, pak komandan mengatakan ingin Anda ke san fransisco"


"San fransisco?" ucap Serentak Owen dan semua rekannya


"Benar, ada dengar info belakangan ini ada terjadi penembakan besar-besaran di sana, dan pihak kepolisian sudah mengerahkan anggota mereka dan mereka butuh bantuan, karena kali ini belum di pastikan dari kelompok mana, yang pasti kelompok yang terjadi baku tembak itu memiliki sejumlah anggota dan senjata, oleh sebab itu mereka curiga jika kelompok itu dari Ular cobra" jelas anak buahnya

__ADS_1


"Ular cobra? bukankah itu adalah kumpulan Christian Han?" kata Owen sambil memandang ke arah rekan-rekannya


__ADS_2