
"Christian, bagaimana bisa aku tidak menangis tanpamu di sini, aku merasa hampa tanpamu, kau pergi meninggalkan semua milik mu untukku, tapi yang ku inginkan hanya dirimu saja, walau aku bisa berjalan akan tetapi perasaan ku sudah hambar dan tidak merasakan senang, jika saja kau masih ada aku pasti akan merasa bahagia, tapi sekarang semua seakan tidak nyata, dan putra kita selalu mencarimu bagaimana aku bisa mengatakan kejadian yang sebenarnya" batin Cherry
Cherry memeluk Aaron sambil menangis, tangisannya pecah di saat mendengar pesanan sang suami dari anaknya itu
"Mama, kenapa?" tanya Aaron yang melepaskan pelukan Cherry
"Mama hanya merindukan papamu, sayang" jawab Cherry dengan mengusap air mata
"Mama, Aaron rindu sama papa, hampir setiap malam Aaron bermimpi papa datang melihat Aaron"
"Benarkah? mungkin saja hati papa sedang merindukan Aaron"
"Aaron tidak sabar ingin melihat papa, kenapa Aaron merasakan papa sangat jauh, Ma?" tanya Aaron yang mulai merasa sedih
"Aaron merasa jauh karena papa tidak berada di sini, papa sedang sibuk dengan kerjanya" kata Cherry yang berusaha membujuk putranya itu
"Mama, apa Aaron bisa menghubungi papa? Aaron ingin mendengar suara papa"
"Papa sedang sibuk dan nomornya sedang tidak aktif, untuk sementara ini kita tidak bisa menghubunginya, di tempat papa tidak ada jaringan"
"Papa di mana kenapa tidak ada jaringan? tapi Aaron sudah merindukan papa, Ma" ucap Aaron yang menangis dengan terisak di pelukan Cherry
"Aaron jangan menangis, papa akan pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya, jika Aaron menangis maka papa akan merasakannya dan ikut merasa sedih" bujuk Cherry yang berjalan sambil mengendong anaknya
"Papaaaa, Aaron mau papa, Ma" teriak Aaron yang menangis dengan histeris
"Aaron, jangan menangis, sayang" bujuk Cherry yang juga sedang menangis
"Papaaaa, papaaaa, Aaron mau papaaaa" tangisan Aaron yang tidak mau berhenti
Cherry yang masih merasa sedih berusaha mengendong putra semata wayangnya sambil membujuk dengan penuh kesabaran, tidak bisa di pungkiri Aaron yang adalah darah daging Christian bisa merasakan jika papanya itu sedang terjadi masalah dan jauh darinya
Menangis selama setengah jam Aaron masih tidak mau berhenti, dan akhirnya Jhon yang mendengar putrinya dan cucunya yang sedang menangis datang menghampiri Cherry dan mengendong cucunya itu
"Aaron jangan menangis ya, jika papa mu tahu dia akan marah pada Aaron" bujuk Jhon dengan berusaha menenangkan cucunya itu
"Kakek, Aaron mau papa, Aaron mau papa, papaaaaa, papaaaaa" teriak histeris Aaron yang merasa tidak nyaman di hatinya
Cherry yang mendengar tangisan putranya merasa hancur di hatinya, karena dirinya juga belum bisa menerima kepergian pria yang dia cintai itu, sehingga membuat tubuhnya ambruk dan terduduk di lantai ruangan itu
Jhon merasa kesedihan yang mendalam melihat dua buah hatinya yang sedang menangis, untuk pertama kalinya sejak insiden Christian Aaron menangis dengan histeris dan tidak bisa di bujuk
__ADS_1
"Papaaaa, Aaron mau papaaa, papa Aaron mau papa, papa cepat pulang" tangisan Aaron dengan histeris sehingga wajahnya memerah
"Papaaaaa, Aaron mau papa, Papa di mana? Aaron mau papa" teriak Aaron dengan histeris
"Papa cepat pulang, papaaaaaa" teriak Aaron yang sedang di bawa Jhon menuju ke kamarnya
"Papaaa, Aaron sudah lama menunggu papa pulang, kenapa papa tidak mau pulaaaaang" teriak Aaron yang memenuhi satu ruangan
Jhon lalu membawa Aaron yang sedang menangis tanpa berhenti menuju ke kamarnya, sementara Cherry merasa terluka setiap mendengar teriakan Aaron yang memanggil papanya
"Christiaaaaaan, apa kau sudah mendengarnyaaa? anak kita sedang mencarimu, kenapa kau masih belum pulang? bagaimana caranya aku harus menghadapinya jika aku saja tidak bisa menerima kepergianmu? anak kita merasakan tidak nyaman di hatinya, oleh sebab itu dia menangis sehingga tidak bisa diam, dia merasakan jika dirimu sudah jauh. Christian, katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa menerima kepergian mu" teriak Cherry dengan histeris dan tidak lama kemudian Cherry tidak sadarkan diri
"Cherry, Cherry" suara panggil Jhon yang menghampiri putrinya itu dan mengendongnya ke kamar
Saat di kamar Jhon menatap sedih putrinya itu
"Cherry, papa tidak tahu harus bagaimana, melihatmu dan Aaron menangis dengan kepergiannya hatiku benar-benar hancur, aku benar tidak berdaya. Christian, apa kau bisa merasakan jika istri dan anakmu sedang bersedih, walau Aaron masih kecil dan tidak tahu insiden yang terjadi pada dirimu, tapi perasaan sebagai seorang anak bisa merasakan jika papanya sudah tidak bisa pulang, oleh karena itu Aaron menangis terus" batin Jhon
"Cherry, papa berharap semuanya cepat berlalu, dan kau bisa melaluinya" kata Jhon
Sebulan kemudian
Thomas dan Anton menuju ke pulau, selama sebulan Cherry tinggal di pulau itu Thomas datang seminggu sekali, karena dia masih ingat pesanan sahabatnya di saat masih hidup
"Aaron sedang menunggu papa. Paman Thomas, apa ada kabar papa ku." tanya Aaron yang masih sedang menunggu kepulangan papanya
"I..iya, papa Aaron ada menghubungi paman, dia ingin paman menyampaikan pesan untuk Aaron jangan menangis dan harus menurut kata mama" jawab Thomas yang sedang membujuk Aaron
"Tapi Aaron sudah menurut kata mama, kenapa papa masih tidak pulang?" tanya Aaron dengan merasa sedih
"Itu karena papa sedang sibuk di sana, dan karena di pulau ini tidak ada jaringan makanya papa tidak menghubungi Aaron" jelas Thomas dengan alasan
"Benarkah, apa karena tidak ada jaringan makanya papa tidak bisa menghubungi Aaron?"
"Iya"
"Kalau begitu Aaron akan tetap menunggu papa di sini sampai papa pulang" kata Aaron yang mulai tenang
"Thomas, Anton, dalam satu bulan ini telah banyak menyulitkan kalian berdua" ucap Cherry
"Nyonya, jangan berkata demikian. ini sudah tugas kami, jika butuh sesuatu maka katakan saja" jawab Anton dengan sopan
__ADS_1
"Christian beruntung memiliki kalian berdua dan saudara ular cobra, selama ini mereka sering membantu kami untuk kebutuhan sehari-hari, mereka selalu belanja bahan-bahan dapur"
"Kakak ipar, mereka sudah di tugaskan untuk melakukan pekerjaan itu, markas mereka juga sengaja di dirikan di dekat sini untuk melindungi kalian", kata Thomas
"Ini juga sudah di atur olehnya" ucap Cherry yang merindukan Christian
"Nyonya, kewajiban kami adalah melindungimu dan tuan muda, jadi jika butuh apa-apa katakan aja pada kami" ujar Anton
"Anton, selama sebulan ini kamu sangat sibuk, karena mengurus rumah Christian yang ada di kota dan selain itu kamu juga selalu ke sini untuk melihat kami, sangat merepotkan mu"
"Tidak perlu berkata begitu, ini sudah tanggung jawabku" jawab Anton
Anton dan Thomas yang melihat Cherry yang sedang bersedih hanya bisa saling memandang antara satu sama lain
"Cherry..?" ucap Thomas yang terhenti karena merasa ragu ingin melanjutkan perkataannya
"Ada apa?" tanya Cherry yang menatap ke arah Thomas
"Tidak ada apa-apa, aku teringat ingin menghubugi klienku sebentar" jawab Thomas dengan alasan
"Aaron bersama mama dulu ya, paman ingin menghubungi klien paman" ucap Thomas yang menurunkan Aaron
"Iya" jawab Aaron dengan menurut dan berlari memeluk mamanya
Thomas yang hampir kebocoran langsung melangkah keluar dari villa itu dengan di ikuti oleh Anton
Saat berada di luar Thomas menarik nafas panjang karena tidak bisa menahan melihat kesedihan yang di alami oleh Cherry dan putranya
"Apa kau berencana mengatakannya?" tanya Anton dengan menghampiri Thomas
"Aku hanya tidak tega" jawab Thomas dengan menahan air mata
"Aku juga, tapi ini masih belum waktunya" ujar Anton
πππππππππππππππ
Sambil menunggu up Silakan mampir ke karya terbaru berjudul Cruel Love Of Gangster ya kakπππππππ
MAFIA BERDARAH DINGIN ( TAMAT)
GADIS INCARAN PENGUSAHA ( TAMAT)
__ADS_1
MAFIA BERHATI MALAIKAT ( TAMAT)