
"Cherry, kenapa kau menolak ku? apa hanya karena desa ini membuat mu menolak ku? jika kau rindu desa ini kita bisa datang kapan pun, walau suatu saat kita ke San Fransisco kita tetap akan kembali ke sini"
"Stephen, di sini memang tempat ku, aku hanya ingin di sini, aku tidak ingin kemana-mana, aku berharap kau bisa mengerti"
"Mengerti?" tanya Stephen yang menghampiri Cherry dengan jaraknya yang hanya 5 inch
"Apa kau tahu jika aku sudah buat sebuah keputusan maka tidak akan di ubah lagi" kata Stephen dengan tatapan dingin
"Keputusan apa?"
"kau harus berada di sisi ku, dan selain di sisi ku kau tidak bisa kemana-mana tanpa izin dari ku"
"Kau aneh" ucap Cherry yang ingin berpaling ke arah lain
"Aku belum habis bicara" ucap Stephen dengan menahan lengan Cherry dengan erat
"Lepaskan tangan mu, kau menyakiti ku"
"Cherry, kita bisa pulang ke sini asal kau minta, tapi jika kau menolak ku maka aku tidak akan terima" kata Stephen dengan tegas
"Kau tidak bisa memaksa ku sama sekali, ini adalah hak aku mau tinggal di mana pun"
"Tapi aku sudah buat keputusan kau adalah istri ku di suatu saat nanti"
"Jangan memaksa ku, aku rasa kita butuh waktu" ucap Cherry dengan ingin kembali ke rumahnya
"Percaya atau tidak jika aku akan membeli satu desa ini?" kecam Stephen dengan nada tegas
"Apa yang kau katakan?" tanya Cherry dengan menghentikan langkahnya
"Aku mengatakan jika aku akan membeli satu desa ini" jawab Stephen dengan serius
"Untuk apa kau membelinya?"
"Untuk aku bisa mengusir semua warga di desa ini"
__ADS_1
"Untuk apa kau melakukan itu?"
"Cherry, aku serius ingin menjalin hubungan dengan mu, dan aku berharap jika kau bisa berada di sisi ku, jika kau menolak ini tandanya kau telah mengkhianati ku dan aku tidak akan senang" jelas Stephen dengan menarik lengan Cherry
"Ini namanya kau memaksa ku,"
"Katakan pada ku kenapa kau menolak ku?"
"Aku hanya tidak ingin ada hubungan asmara dalam hidup ku"
"Apakah ini yang kau pikirkan?"
"Iya, jadi cepat lepaskan aku"
"Tidak! aku akan mengunakan cara ku membuat mu setuju dan ikut bersama ku"
"Kenapa kau masih saja ingin memaksa ku? tidak sulit untuk diri mu mencari wanita yang lebih baik dari ku" kata Cherry yang berusaha ingin melepaskan pegangan Stephen
"Tentu saja tidak sulit, tapi yang aku inginkan hanya diri mu. Cherry, dengar baik-baik ucapan ku, jika kau menolak maka aku akan membeli satu desa ini dan mengusir semua warga di sini, apa kau mau melihat mereka kehilangan tempat tinggal? aku tidak akan melepaskan apa yang ku suka, dan aku tidak akan mempertahankan apa yang tidak ku suka, jadi untuk mendapatkan apa yang ku inginkan aku harus bisa memiliki nya dengan cara apa pun" kecam Stephen dengan mencium Cherry sambil memeluk erat pinggangnya
"Kenapa matanya bisa berubah begitu menakutkan, dan sifatnya juga apa dia masih Stephen yang ku kenal dulu" batin Cherry
"Cherry, kau bisa meminta apa saja akan ku berikan semua yang kau suka, tapi jangan pernah menolak ku jika kau tidak ingin mereka kehilangan tempat tinggal" kecam Stephen dengan tatapan serius dan melanjutkan ciumannya lagi
"Apa benar yang dia katakan? ingin beli desa ini dan mengusir mereka? kenapa aku malah merasa dia bukan seperti dulu lagi, sekarang tatapannya itu sangat menakutkan sekali" batin Cherry
Apartemen Jhon
Jhon yang terkena racun yang di berikan oleh Cherry membuatnya menderita sakit tanpa berhenti, wajah kusut dan pucat karena harus melawan sakit yang menyerang seluruh tubuhnya itu
"Seharusnya dia sudah sembuh, dia pasti bisa menyingkirkan racun itu, kenapa aku malah merasa khawatir padanya? dia adalah anak pria brengs*k itu seharusnya aku membencinya" gumam Jhon dengan duduk di kasur
"Lionela, siapa yang kau cintai selama hidup mu? jika bukan karena bajing*n itu menodai mu apa kau akan menikah dengan ku? kita semua terpisah kau di nodai dan kemudian di jual dan khianati , sementara si bajing*n itu hidup mewah selama ini, dan aku tidak menikah karena mu, selama ini aku selalu gonta ganti wanita untuk melepaskan rindu pada mu tapi pada akhirnya wajah mu dan suara mu yang muncul di pikiran ku" batin Jhon
"Dan sekarang tanpa ku sadari aku dan putri mu saling menyerang racun, putri mu itu memang punya bakat dari mu, jika di saat itu kau tidak mengatakan telah hamil anak pria brengs*k itu maka aku akan mengira jika gadis itu adalah putri ku" gumam Jhon
__ADS_1
"Tuan" sapa Alex yang masuk ke kamar Jhon
"Ada apa?"
"Paolo selama beberapa hari ini di dalam rumah terus, dan di saat aku mengamati dari jauh aku ada mendengar teriakannya, kelihatannya dia sangat menderita" jawab Alex
"Ini yang ku inginkan, biar dia menderita, dan apa ada kabar dari istrinya itu?"
"Dia sedang menemani putrinya di rumah sakit, dan wajah wanita itu sangat buruk sepertinya terkena racun"
"Racun?"
"Benar, wajahnya merah dan bengkak"
"kalau memang terkena racun apakah ini perbuatan Cherry?"
"Tidak tahu juga"
"Awasi lagi pria brengs*k itu, aku ingin dia mati dengan perlahan, mengingat perbuatan keji nya terhadap Lionela membuat ku jijik"
"Baik Tuan"
Kediaman Paolo
Paolo tidak berdaya karena rasa sakit yang dia alami selama semingguan itu, membuatnya menderita sehingga tidak bisa tidur dengan pulas, rambut yang berantakan dan wajahnya yang di penuhi keringat menampakan wajahnya yang sangat kelelahan
"Sakitnya tidak hilang, jika terus begini aku akan menderita sebelum mati. aku harus mencari Cherry untuk meminta bantuan aku yakin dia pasti akan membantu ku" gumam Paolo yang berada di kamarnya
"Aku akan merekayasa cerita untuk membohonginya dan membuatnya melawan si peracun itu, jika saja sampai terjadi maka ini sangat menyenangkan, karena darah yang di dalam tubuh Cherry adalah darah Jhon, mereka memang ayah dan anak sehingga mempunyai keahlian yang sama" batin Paolo
Keesokan harinya
Perdesaan
Selama pengobatan racun di dalam tubuh Cherry telah hilang sepenuhnya, dirinya pun kembali sehat seperti semula.
__ADS_1
"Akhirnya racun ku sudah tersingkir, tidak tahu apakah dia bisa menyingkirkan racunnya?" gumam Cherry yang berdiri dekat jendela
"Seterusnya aku harus ikut Stephen ke kota, kenapa aku merasa dia beda dengan sebelumnya apa karena memang ini sifatnya dari dulu dan aku baru tahu sekarang? dia bisa saja mengunakan warga sini untuk mengancam ku, tatapannya kelihatannya sangat menakutkan" batin Cherry