
"Tuan, ada apa?" tanya Anton yang heran melihat raut wajah Stephen yang sedang khawatir
"Sudah setengah jam tapi kenapa Cherry belum juga datang? nomornya juga tidak aktif" kata Stephen yang berkali-kali menghubungi Cherry
"Apa mungkin dia sudah pulang?"
"Tidak! dia tidak jauh dari sini. Anton, cepat cari dia di sekitaran sini"
"Baik Tuan" jawab Anton yang langsung keluar dari kantor atasannya itu
"Cherry, aku harap kau baik-baik saja" gumam Stephen dengan cemas
Anton berjalan kesekitaran yang tidak jauh dari perusahaan dan mendapati ada bekalan yang jatuh di jalan sana.
"Apakah ini yang dibawa Cherry?" gumam Anton dengan penasaran, lalu Anton berdiri dan melihat ke arah cctv yang di pasang dekat lokasi itu
Setelah melihat rekaman tersebut Anton segera kembali ke perusahaan Chin
"Tuan" suara panggilan Anton yang baru masuk ke kantor atasannya
"Tuan, Cherry diculik oleh beberapa pria yang tidak di kenali" kata Anton yang berjalan mendekati meja Stephen
Prak...
Hentakan meja yang di lakukan oleh Stephen
"Siapa yang berani menculiknya?" bentak Stephen yang bangkit dari kursi rodanya
"Tuan, apa kita lapor detektif Owen saja?"
"Bagaimana dengan nomor platnya apa ada terekam?"
"Tidak! di rekamannya hanya menampakkan sisi sampingnya"
"Hubungi tim Micheal, cari Cherry sampai dapat" perintah Stephen dengan menahan emosi
"Baik, segera ku lakukan" jawab Anton dengan menurut
"Cherry, siapa yang berani menyentuh mu akan berhadapan dengan ku" batin Stephen yang sedang khawatir
Setelah di usir oleh Stephen, Sonnia mengendarai mobilnya menuju ke sebuah bangunan kosong yang dulunya di jadikan sebuah pabrik.
"Nona, orangnya sudah di bawa ke sini" sapa seorang pria dengan sopan
"Mana dia?" tanya Sonnia si pelaku penculikan itu
"Sudah kami ikat, silahkan ikut kami, Nona" jawab pria suruhannya dengan menunjukan jalan ke tempat yang di mana Cherry di ikat
Sonnia mengikuti langkah pria itu dan masuk ke dalam bangunan itu, di saat itu Cherry dalam kondisi tidak sadarkan diri, dengan di ikat dua tangannya dan di gantung di tempat yang ketinggian
"Bagus sekali! aku mau melihat dengan cara apa dia bisa melawan ku lagi" ucap Sonnia dengan ketawa kecil
"Vic, Turunkan dia dan siram air" perintah Sonnia dengan senyum
__ADS_1
"Baik Nona" jawab Vic dengan menurut
Vic menurunkan Cherry yang di ikat dengan bergelantungan di atas sana, setelah di turunkan mereka pun mengambil sebaskom air dan menyiram air ke wajah Cherry
byurrrr
Karena siraman mengena wajahnya Cherry pun membuka matanya dan melihat ke Sonnia yang sedang berdiri di hadapannya itu.
"Sudah sadar? bagaimana ? tentu saja kau tidak menyangka jika diri mu ada di sini kan?" tanya Sonnia dengan senyum jahatnya
Cherry melihat kesekeliling dan mendapati dirinya telah di culik dan kedua tangannya juga terikat
"Apa maksud mu melakukan ini?" tanya Cherry dengan kesal
"Agar kau tidak bisa jadi wanita ****** yang mengoda suami ku"
"Mengoda suami mu? memang kapan aku mengodanya? kau juga tahu jika aku hanya bekerja dengan nya"
"Iya, tapi aku tidak suka jika ada wanita lain yang berada di sisinya"
"Tapi apa hak mu menangkap ku"
"Tentu saja aku ada hak, karena kau bekerja dengan suami ku berarti kau adalah bawahan ku juga, jadi aku bisa melakukan apa saja yang ku inginkan terhadap diri mu" jawab Sonnia dengan senyum jahat
"Aku ingin bertemu dengan Tuan Chin"
"Dia sudah istirahat, aku kena melayaninya selama berjam-jam, lagi pula dia sudah menyerahkan diri mu pada ku, jadi aku bisa melakukan apa pun"
" Lalu apa yang kau inginkan?"
" Aku hanya ingin memberi sedikit pelajaran untuk mu"
"Lakukan" perintah Sonnia dengan tegas terhadap anggota
"Siap" jawab Vic yang sedang memegang Rotan panjang dan menghampiri Cherry
"Apa yang kau lakukan? lepaskan aku" teriak Cherry yang merasa cemas
"Mohon pada ku, mungkin saja aku bisa melepaskan mu"
"Sonnia, kau gila" bentak Cherry dengan kesal
"Pukul dia" perintah Sonnia dengan nada tinggi
Syiuuk...syiuuk...syiuuk..
Bunyi rotan yang mengena punggung Cherry
"Aarggtt" jeritan Cherry yang kesakitan
"Mohon pada ku, dan aku akan mempertimbangkannya" ujar Sonnia dengan merasa senang
"Aku tidak akan memohon pada mu" jawab Cherry yang sedang menahan sakit
__ADS_1
"Lanjutkan" perintah Sonnia dengan nada tinggi
"Syiukk..syiuk...syiuk...syiuk...
Pukulan rotan tanpa berhenti
Cherry menahan sakit selama di pukul oleh Vic dengan memejamkan mata dan keringat membasahi pipinya..
Karena pukulan yang di lakukan oleh Vic yang cukup lama maka Cherry pun akhirnya pingsan dalam keadaan berdiri dan terikat serta terluka di bagian punggungnya.
"Degil, sudah di ujung tanduk masih saja tidak ingin memohon pada ku" geram Sonnia yang merasa kesal
"Siram dan pukul lagi" perintah Sonnia dengan nada tinggi
Vic lagi-lagi menyiram Cherry sampai dia tersadar kembali dan melanjutkan pukulan sehingga lukanya mengeluarkan darah
Syiukkk...syiuuk...syiuuk...
Pukulan tanpa berhenti yang mengena punggung Cherry.
Cherry menahan pukulan tersebut tanpa berteriak atau memohon pada Sonnia yang berniat untuk mengambil nyawanya
"Masih bisa sombong? dan tidak ingin memohon pada ku, kau benar keras kepala" ujar Sonnia dengan ketawa kecil
"Aku tidak akan memohon pada mu walau harus mati, kau wanita yang sangat menyedihkan, kau gagal mendapatkan hatinya dan kau menyiksa ku hanya karena kau cemburu" kata Cherry dengan suara yang sedang menahan sakit
"Cherry, Cherry, untuk apa kau bersikap degil? jika kau memohon bisa saja kau akan selamat, tubuh mu sudah hampir hancur, tapi kau masih saja sombong" ujar Sonnia dengan senyum jahatnya
"Kalau kau layak bunuh saja aku" ucap Cherry dengan wajahnya yang sudah pucat
"Aku malah berubah pikiran, aku tidak akan membunuh mu, aku hanya akan menyiksa mu sampai kau memohon ampun pada ku" ujar Sonnia dengan menghampiri Cherry sambil senyum
"Apa kau mengira kau bisa lolos dari semua ini? jika tuan Chin tahu dia pasti tidak akan melepaskan mu"
"Tidak akan melepaskan mu? aku adalah istrinya dan kau hanyalah pembantunya tentu saja dia akan memihak pada ku dari pada memihak pada mu"
"Jika tuan mencintai mu kenapa kau masih ragu tentang perasaannya? kecuali kau di tolak lagi" kata Cherry yang wajahnya sudah pucat
"Karena dia hanya milik ku, dan aku harus menyingkirkan semua wanita yang ingin mendekatinya"
"Lanjutkan pukul sampai dia memohon pada ku" perintah Sonnia
"Sonnia" suara panggilan Paolo yang baru masuk ke dalam sana
"Papa, kenapa ada di sini?" tanya Sonnia yang menoleh ke arah Paolo
"Sonnia, apa yang kau lakukan? siapa dia?" tanya Paolo yang merasa khawatir atas tindakan anaknya itu
"Dia adalah Cherry, wanita yang mengoda Stephen" jawab Sonnia dengan tatapan sinis ke arah Cherry
"Cherry?" gumam Paolo yang merasa tidak asing dengan nama ini
Paolo berjalan menghampiri Cherry yang sedang pucat dan kesakitan dengan menatapnya dengan waktu yang lama
__ADS_1