Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Paolo merekayasa cerita


__ADS_3

"Ada apa mencari ku lagi?" tanya Cherry dengan nada tidak senang


"Putri ku, akhirnya kau pulang, aku mengira kita tidak bisa bertemu lagi" ujar Paolo dengan berpura-pura


"Katakan langsung ada apa mencari ku lagi? tidak perlu buang waktu" ketus Cherry dengan menahan emosi


"Cherry, apakah kita makan bersama? banyak yang ingin Papa katakan pada mu"


"Sudah sampai ke sini jadi katakan saja"


"Cherry, papa tahu kau sangat membenci ku, tapi papa hanya ingin mengatakan jika papa sangat mencintai mama mu"


"Lalu?"


"Di saat itu Papa terpaksa pergi karena mendapat ancaman dari seseorang, apa kau tahu Papa sangat sakit hati karena di khianati oleh mama mu" kata Paolo dengan meneteskan air mata


"Paolo Capilo, kau jangan keterlaluan menghina Mama ku, justru kau yang mengkhianatinya dan ikut wanita jal**ng itu pergi" bentak Cherry dengan emosi


"Tidak seperti itu, aku memang ikut Angela pergi tapi itu setelah Mama mu berhubungan dengan pria lain dan di ketahui oleh ku, di malam itu di saat aku keluar mencari Mama mu aku mendapati ada seorang pria yang sedang melakukan hubungan badan dengannya di sebuah rumah kecil di desa, aku sangat marah dan menahan emosi oleh karena itu aku.."


"CUKUP, jangan sembarangan menuduh Mama ku, kau melukainya apa tidak cukup dan sekarang kau malah ingin menuduhnya, kenapa hati mu begitu busuk?"


"Cherry, ini adalah kenyataan, hati ku hancur di malam itu melihat wanita yang paling ku cintai di setub*hi oleh pria lain dan pria itu adalah kenalan kami juga, dia adalah kakak seperguruan Mama mu namanya Jhon Wilster, dia belajar ilmu obat-obatan dengan Kakek mu oleh karena itu selama ini dia menyukai mama mu" jelas Paolo dengan berusaha menyakinkan Cherry


"Jhon Wilster adalah seperguruan Mama?"

__ADS_1


"Benar! dia sangat ahli dengan racun bahkan di kenal sebagai peracun iblis, sebelum aku dan Mama mu menikah mereka saling mencintai, tapi karena desakan kakek mu maka Mama mu menikah dengan ku, tapi aku tidak menyangka jika Mama mu masih mencintainya secara diam-diam, hati ku hancur melihat mereka melakukan hal yang bejat itu, walau begitu aku masih sangat mencintai Mama mu" lanjut Paolo


"Katakan semuanya, jika aku mendapati kau merekayasa cerita maka aku akan membuat mu bisu selamanya"


"Selama mereka melakukan hubungan itu aku berdiri di luar, aku ingin masuk tapi tidak ada keberanian, aku mendengar mereka sangat menikmatinya selama 2 jam, dan setelah selesai Jhon keluar dari rumah itu karena aku tidak sabar maka aku memukulnya tanpa berhenti, dan dia malah mengancam ku akan membunuh mu dengan racunnya jika aku tidak pergi, aku tentu saja tidak rela aku ingin membawa mu tapi Mama mu melarang ku, jadi demi diri mu aku hanya bisa pergi bersama Angela, di saat itu Angela hanya lah bos ku saja dia membantuku memberi ku pekerjaan dan hidup baru"jelas Paolo


"Apa cerita mu sudah habis?"


"Cherry, selama ini di hati ku masih ada Mama mu, walau sakit dia tetap wanita yang ku cintai"


"Kenapa selama ini kau tidak pernah mencari ku? jika kau masih ingat aku adalah anak mu? dan kau bahkan tidak menunjukan kasih sayang mu pada ku, kenapa aku malah merasa jika diri mu seperti bukan Papa kandung ku"


"Cherry, ini hanya karena kebencian mu pada ku, selama ini aku tidak berani pulang karena aku mengira jika Jhon masih di sana, dia bisa dengan mudahnya meracuni pada orang yang dia tidak suka, aku hanya khawatir pada mu saja" jelas dengan Paolo dengan berpura-pura


"Karena aku takut dia menyakiti mu"


"Ini hanya alasan mu saja, dari awal kau sudah tahu aku tinggal di sini jadi mana mungkin dia bisa meracuni ku"


"Cherry, walau pun begitu bukan berarti dia tidak mencari mu kan?"


"Paolo Capilo, ingat kataku ini, jika kau berani menuduh Mama ku maka aku tidak akan tinggal diam"


"Cherry, percaya pada ku, jauhilah Jhon jika kau melihatnya, walau dia mencintai Mama mu tapi dia tetap akan menyakiti mu, dia sangat licik"


"Selama ini aku belum pernah melihatnya dan Kenapa kau yakin dia licik?"ucap Cherry dengan alasan

__ADS_1


"Bagus jika kau belum pernah bertemu dengannya, apa kau tahu dia sangat suka pada wanita, dia selalu saja mengunakan racunnya untuk mendapat wanita itu, setelah wanita itu tidak sadar diri maka dia akan melakukan hal bejat pada mereka, jadi walau dia mencintai Mama mu tapi dia tetap suka menyentuh wanita lain, jauhi dia jika melihatnya ini hanya untuk kebaikan mu" jelas Paolo


"Katakan pada ku mana alamatnya aku ingin bertemu dengannya dan jika memang benar maka dia akan mati di tangan ku"


"Cherry, ini bahaya untuk mu" ujar Paolo dengan berpura-pura


"Tidak perlu kau berpura-pura baik pada ku, aku tahu niat mu hanya ingin mendapatkan penawar untuk istri mu itukan?"


"Apa kau tahu aku juga telah di racuni oleh Jhon Wilster, karena dia sudah di kota sini maka aku khawatir jika dia tahu kau di mana"


"Tidak perlu berpura-pura khawatir pada ku, aku bisa mengatasinya jadi tidak perlu akting di depan ku lagi, silahkan pergi sana" ucap Cherry dengan kesal


"Cherry, berikan obat penawarnya untuk Papa, ini sangat menderita bagi ku, aku tahu kau pasti tahu cara menyingkirkan racun ini" pinta Paolo dengan berusaha ingin membujuk Cherry


"Sebelum aku mengetahui kejadian yang sebenarnya penawar apa pun tidak akan ku berikan, aku akan selidiki semua ucapan mu, walau aku besar di desa bukan berarti aku bisa di bohongi begitu saja, dan jika aku tahu kau menuduh Mama ku maka jangan salahkan aku berbuat sesuatu yang kejam terhadap mu" kecam Cherry dengan kesal dengan berpaling dan melangkah ke arah rumahnya


"Cherry, Cherry" teriak Paolo dengan niat ingin menghentikan langkah gadis itu


"Sialan" ketus Paolo dengan nada kecil


"Anak ini tidak bisa di bohongi, tapi aku yakin dia pasti akan memikirkan lagi masalah itu, hanya saja racun ku ini bagaimana agar bisa di singkirkan ? dia sangat keras kepala sifatnya itu memang sangat mirip dengan si Jhon iblis itu" batin Paolo


Setelah masuk ke dalam kamar Cherry duduk di sofa sambil memikirkan ulang semua perkataan Paolo di siang tadi


"Apakah benar Jhon adalah kakak seperguruan Mama? kenapa tidak pernah mendengar Mama mengungkit nama ini? dan apakah benar Mama berhubungan gelap dengannya? bukankah dulu warga desa mengatakan jika di saat itu Paolo yang pergi dengan wanita itu dan Mama mengejarnya, jika Mama menyukai Jhon untuk apa dia mengejar Paolo lagi, dan jika Mama melakukan hubungan itu tidak mungkin tidak ada yang tahu" batin Cherry

__ADS_1


__ADS_2