
"Sonnia, jangan menyinggungnya lagi jika tidak keluarga kita tidak mampu untuk melawannya, kau tahu jika dia sangat kuat, jangan meremehkannya hanya karena dia cacat" ujar Paolo yang menghela nafas panjang
"Pa, tapi aku tidak puas, aku di kalahkan wanita itu" gerutu Sonnia yang merasa tidak senang
"Untuk apa kau peduli dengannya lagi? di dunia ini bukan hanya satu pria, sudahlah. Mama mu ajak kita makan di rumah siang ini, mari kira pulang" kata Paolo yang bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruangan kantor bersama Sonnia
Keluarga Paolo
Seorang wanita paruh baya bernama Angela sedang menunggu kepulangan Paolo dan Sonnia
"Mama, aku dan Papa sudah pulang" sapa Sonnia yang baru masuk ke rumahnya
"Sonnia, Paolo, mari kita makan dulu" ajak Mama Sonnia dengan senyum
"Sonnia, apa kamu masih pergi mencari mantan suami mu itu?" tanya Angela
"Benar, Ma" jawab Sonnia sambil menyantap makanannya
"Jangan pergi lagi, kau sudah tahu hasilnya" ujar Angela
"Mama, jika dia menolak ku aku masih terima, tapi sekarang aku tidak bisa terima" kata Sonnia
"Kenapa?"
"Di rumah si cacat itu ada wanita lain yang menjadi asistennya, oleh karena itu putri mu merasa tidak puas" jelas Paolo
"Biarkan saja jika dia ada wanita lain, paling setelah bosan juga di buang" kata Angela dengan mengejek
"Benar, jika diri mu saja tidak bisa mendapatkan hati si cacat itu apa mungkin dia akan jatuh hati pada wanita lain" lanjut Paolo dengan ngehina
"Iya, aku juga tidak yakin, aku ingin mengujinya seberapa penting wanita ini bagi Stephen" kata Sonnia
"Putri ku, apa yang ingin kau lakukan?" tanya Angela
"Mama, aku ingin beri pelajaran pada wanita"
__ADS_1
"Dengan cara apa kamu ingin beri pelajaran pada nya?" tanya Paolo dengan penasaran
"Dengan cara ku sendiri" jawab Sonnia dengan penuh yakin
"Nona Cherry, besok hari ulang tahun Tuan jadi kita akan masak yang banyak dan makan bersama" kata Chintia yang sedang belanja bersama Cherry
"Ulang tahun Tuan? apakah Tuan kita tidak merayakan di luar?"tanya Cherry
"Tidak! Tuan tidak suka, setiap tahun hanya makan-makan di rumah dan masak makanan kesukaannya"
"Kalau begitu mari kita siapkan sayur dan bahannya" ajak Cherry dengan sambil memilih sayur dan bahan lainnya
Di sisi lain Owen yang masih mencari keberadaan King Devil membuatnya selalu melakukan pencarian.
"Pak, kita sudah mencarinya di mana-mana, tapi masih saja belum ada hasil" ujar Jimmy yang sedang di ruang kerja mereka
"Benar, dia memang seperti hantu menghilang begitu saja tanpa meninggalkan jejaknya" lanjut Nicky yang duduk bersandar di kursinya
"Pak, apa yang harus kita lakukan? semalam 8 pria itu mati di tembak olehnya, sementara mereka semua tidak memiliki kartu identitas" ujar Calvon
"Tapi siapa 8 pria itu? seperti mereka dari sebuah kumpulan, apakah mereka juga musah King Devil?" ujar Jimmy dengan penasaran
"Hanya dia yang bisa beritahu kita" jawab Owen dengan singkat
"Pak, besok adalah hari ulang Stephen Chin" kata Nicky
"Benar, setiap tahun aku pasti hadir, besok malam aku akan ke sana" jawab Owen
Malam hari
Kediaman Chin
Di malam itu Stephen dan Anton berada di sebuah kamar yang besar dan luas, kamar itu adalah kamar rahasia yang hanya di ketahui oleh Stephen dan Anton.
Kamar luas itu memiliki beberapa senjata, rak buku, komputer serta alat pelacak dan lainnya.
__ADS_1
"Tuan, orang yang kita cari selama ini belum ada kabar, kelihatannya dia masih belum kembali" kata Anton
"15 tahun dia masih belum kembali, apakah setelah berbuat jahat dia menghilang begitu saja" ucap Stephen dengan dendam yang terpendam
"Tuan, pasukan kita selama ini menunggu perintah dari kita,"
"Pesan mereka jangan pernah menunjukkan diri mereka, selagi aku belum menurunkan perintah apa pun, ingat itu"
"Baik Tuan"
"Walau 10 tahun lagi atau 20 tahun aku tetap akan menunggu kemunculannya, aku tidak akan membiarkan Kelly meninggal dengan sia-sia" kata Stephen dengan mengepal ke dua tangannya
"Tuan, masih sedih atas kejadian Nona Kelly?"
"Tentu saja, dia tewas secara mengenaskan" jawab Stephen dengan dendam yang membara
"Tuan, kenapa kita tidak membunuh Ronald Chin saja? dia hanya penghalang kita"
"Biarkan saja dia hidup, dia ingin aku mati karena dia mengira jika aku adalah keponakannya, selama ini dia sudah masuk perangkap kita, lagi pula dia bukan lawan kita juga, selama dia dia tidak tahu identitas kita maka dia akan hidup lebih lama, jika saja dia tahu maka itu tandanya ajalnya telah tiba dan aku akan membunuhnya dengan tangan sendiri" jelas Stephen
"Baik Tuan, mengenai Sonnia wanita itu apa dia akan menjadi penghalang kita?"
"Wanita itu bukan siapa-siapa sama sekali, jika bukan karena ingin menjaga identitas ku maka keluarga Capilo pasti sudah mati di tangan ku"
"Mengenai Cherry apakah kita mempergunakan dia untuk melawan Jhon dan Ronald?"
"Tidak, dia tidak bersalah, nyawaku di selamatkan olehnya, dia sudah menjadi bagian tanggung jawab ku selagi dia masih setia, aku tidak ingin terjadi ke dua kali, dulu aku lalai melindungi Kelly sehingga dia harus menjadi korban, aku tidak ingin hal yang sama menimpa Cherry"
"Dia tinggal bersama kita, jika saja dia tahu identitas kita apa yang harus kita lakukan?"
"Jika memang ada hari itu maka aku ingin tahu sejauh mana kesetiaannya pada ku" ucap Stephen dengan penasaran
"Cherry, jika suatu saat tugas ku di sini telah selesai aku ingin membawa mu bersama ku, tapi apakah kau akan tetap di sisi ku jika kau tahu identitas asli ku? dan jika kau pilih pergi maka aku hanya bisa membunuh mu" batin stephen
"Kelihatannya Tuan telah menyukai Cherry, selama aku mengikutinya tidak pernah aku melihat Tuan peduli pada seorang wanita" batin Anton
__ADS_1