Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
pertama bagi ku


__ADS_3

"Monica, tidak lama lagi aku akan kembali ke asal ku. maafkan aku jika sudah membohongi mu selama ini, aku datang hanya untuk demi Stephen"


"Aku tidak mengerti maksud mu? jika kau bukan dia, jadi di mana dia?"


"Belasan tahun yang lalu dia sudah meninggal akibat kecelakaan, dan sebelum dia menghembus nafas terakhir dia meminta ku menyelamatkan perusahaannya dan juga pamannya selalu saja ingin merebut posisinya, oleh karena itu aku melakukannya demi dia"


"Me..meninggal? dia sudah meninggal? pria yang sekelas dengan ku sudah pergi? ini tidak lucu Stephen, cerita mu tidak lucu sama sekali" ujar Monica dengan mata berkaca kaca


"Sebelum aku pergi aku hanya ingin kau tahu, aku bukan dia, dan yang kau cintai sudah tidak ada, carilah kehidupan mu dan lupakan semua perasaan mu" ucap Stephen yang bangkit dari tempat duduknya


"Step...bukan...jadi siapa diri mu sebenarnya?" tanya Monica


"Aku adalah aku, kamu tidak perlu tahu lagi siapa aku, cukup tahu jika aku bukan dia"


"Apakah Cherry sudah tahu?"


"Dia sudah tahu, dan aku berterima kasih pada mu"


"Kenapa berterima kasih pada ku?"


"Cherry mengatakan jika kau sudah menolongnya dan baik padanya, kau adalah orang pertama yang dia kenal di kota ini, sebagai suaminya aku ingin berterima kasih pada mu"


"Su..suami?"


"Aku dan Cherry sudah menikah saat di jerman, dia adalah istri ku yang sah" jawab Stephen yang kemudian melangkah pergi meninggalkan toko bunga


Monica yang mendengar semua perkataan Stephen membuat dirinya merasa tertekan dan bagaikan di sambar petir, pria yang dia cintai selama ini adalah pria lain dan bukan yang dulu satu kelas dengannya, dirinya hanya bisa termenung sambil memandang foto Stephen yang aslinya


"Kau pernah menolak ku di saat di universitas tinggi, dan tidak menyangka kau pergi di saat kau masih muda, Stephen yang ku cintai selama ini adalah orang lain, selama ini dia bersikap dingin dengan ku, aku mengira dia adalah dirimu, jika diri mu walau telah menolak ku tapi kau masih baik dan tidak dingin padaku, selama ini aku mengira kau dingin pada ku karena ingin menjaga jarak dengan ku, tapi ternyata dia bukan dirimu, jadi aku harus bagaimana? perasaan cinta ku padanya sudah berlarut selama ini" gumam Monica dengan mengeluarkan air mata


"Dalam sehari aku mendapatkan dua berita yang menyakitkan, Stephen yang ku cintai dulu sudah meninggal, dan Stephen yang ku cintai selama ini sudah menikah, walau dia bukan Stephen asli tapi mengapa hati ku masih sakit padahal aku sudah tahu dia adalah orang lain" batin Monica


Kediaman Chin


Di malam itu Cherry sedang duduk bersandar di kasurnya sambil mengingat apa yang telah dia lihat di rekaman tersebut, rasa sedih dan bersalah terhadap Monica membuatnya merasa tidak tega


"Di rekaman itu menampakan dengan jelas jika kak Monica sangat mencintai Stephen, walau dia tahu jika Stephen adalah orang yang berbeda aku yakin dia pasti tetap akan mencintai Stephen, rasa cinta tidak bisa di hilang begitu saja terutama perasaannya sudah begitu lama, aku juga baru tahu jika Stephen adalah Christian Han akan tetapi aku juga tidak bisa berhenti mencintainya, jadi intinya siapa pun dia perasaan cinta itu tetap tidak akan hilang" batin Cherry


"Kami sudah menikah tapi aku masih saja belum melakukan kewajiban ku sebagai istri. Stephen sangat mengalah padaku, jika pria lain pasti tidak akan menerima penolakan" batin Cherry

__ADS_1


Klek


"Cherry" suara panggilan Stephen yang baru masuk ke dalam kamar


"Stephen"


"Ada apa dengan mu Cherry? kenapa wajah mu pucat? apa kamu demam?" tanya Stephen dengan menghampiri Cherry dan duduk berhadapan dengannya


"Tidak, aku tidak apa-apa"


"Kenapa kau sepertinya terkejut saja melihat ku? apa kau mengira aku akan menelan mu hidup-hidup?" tanya Stephen dengan seraya bercanda


"Tidak, aku hanya penasaran bagaimana dengan reaksi kakak? apakah dia sangat sedih setelah mengetahuinya?"


"Aku tiba-tiba malu saja berhadapan dengannya" batin Cherry


"Iya, tapi ini adalah kenyataannya dia harus menerima, aku yakin setelah ini dia pasti akan melupakan semua perasaannya padaku, dan aku juga tidak akan dibebani oleh masalah ini setelah aku mengatakan semuanya" jawab Stephen dengan senyum


"Kau salah Stephen, kakak akan tetap mencintai mu walau tahu kau bukan Stephen aslinya, sama seperti diri ku" batin Cherry


"Cherry, ada apa dengan mu? kenapa kau melamun saja? apa ada masalah?" tanya Stephen dengan memerhatikan Cherry yang sedang melamun


"Cherry, apa benar itu yang kau pikirkan?"tanya Stephen dengan memerhatikan istrinya


"Iya"


"Panggil nama ku"


"Ha?"


"Aku ingin mendengar kau memanggil nama ku yang asli"


"Christian"


"Panggil lagi"


"Christian, kenapa dengan mu?"


"Ingat ya, mulai saat ini panggil nama ini, aku suka mendengarnya" kata Christian dengan senyum dan mencium bibirnya Cherry

__ADS_1


"Apa kau sudah lepas dari nama Stephen?" tanya Cherry dengan melepaskan ciumannya


"Benar, oleh sebab itu istri ku harus memanggil ku Christian dan jangan Stephen lagi, karena Stephen adalah pria lain jadi jangan menyebut nama pria lain di hadapan suami mu" jawab Christian sambil meniup wajah istrinya


"Iya aku tahu" jawab Cherry dengan senyum geli


Christian melanjutkan ciuman dengan istrinya selama beberapa saat, dan sesaat kemudian Christian melepaskan ciumannya


"Cherry, apa aku boleh mengambilnya dari mu?" tanya Christian yang berisik di telinga


"Ambil apa?" tanya Cherry yang tidak mengerti


"Diri mu, apa kau izinkan aku melakukannya malam ini?" tanya Christian dengan mencium wajah istrinya


"Ha...i..itu.." jawab Cherry yang merasa malu sekaligus merasa takut


"Kau belum bersedia? jika belum maka aku tidak akan memaksa mu" ucap Christian dengan mencium bibirnya


"Bu..bukan, aku hanya ta..takut" jawab Cherry dengan merasa cemas


"Jangan takut, aku akan melakukan dengan perlahan, ini juga pertama kali bagi ku"


"Hah..pertama bagi mu?" tanya Cherry dengan heran


"Kenapa kau tidak percaya?" tanya Christian dengan senyum


"Usia mu sudah 40 tahun kau belum pernah melakukannya apa kau bercanda?"


"Usia ku memang 40, tapi bukan berarti aku pernah melakukannya, seperti yang ku katakan dulu kau adalah wanita pertama yang masuk ke dalam hidup ku, apa kau sudah lupa?"


"Aku ingat, hanya saja di dunia ini mana ada pria yang tidak menyentuh wanita sama sekali" kata Cherry dengan tidak percaya


"Pria lain aku tidak tahu, tapi selama ini apa kau tahu apa yang penting bagi ku?"


"Tidak tahu"


"Dulu aku mengutamakan uang dan bisnis ku, oleh sebab itu hubungan asmara bukanlah bagian dari kehidupan ku, aku sangat berambisi ingin memiliki jaringan terkuat agar tidak ada yang bisa melawan ku dan aku berhasil" jelas Christian dengan senyum


"Bukankah kau sudah berhasil tapi kenapa kau masih tidak menikah di saat itu?"

__ADS_1


"Karena tidak ada wanita yang bisa membuat ku ingin menikahinya, dan pada akhirnya kau muncul di hadapan ku" jawab Christian dengan mengecup dahi Cherry


__ADS_2