Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Keanehan


__ADS_3

Di malam itu Cherry sedang berbaring di sofa yang berada di kamarnya


"Aku tidak peduli apa kata Anton dan Thomas, selama ini mereka selalu saja ingin aku melupakan Christian dan jangan menunggu lagi tapi aku tidak akan mendengar semua ucapan mereka" batin Cherry


"Cherry, apa kamu sudah tidur?" suara panggilan Jhon yang berdiri di luar kamar


"Pa, masuk saja" sahut Cherry yang bkit dari tidurnya dan duduk dengan bersandar


Klek


"Cherry, papa tidak bisa tidur, dan ingin berbicara denganmu" kata Jhon yang melangkah ke arah sofa dan duduk bersama putrinya


"Papa, kenapa tidak bisa tidur?" tanya menatap ke arah Jhon yang duduk di sampingnya


"Cherry, apakah Anton datang hari ini?"


"Iya, kenapa Pa?"


"Tidak, papa mendengar pembicaraan kalian"


"Pa, jangan menasehati ku lagi, aku tidak akan melupakan dia sampai kapanpun" ujar Cherry dengan tegas


"Papa tahu apa yang kamu pikirkan, kali ini papa tidak akan menasehatimu lagi, papa hanya ingin bertanya sesuatu padamu" kata Jhon dengan senyum


"Tentang apa, Pa?"


"Cherry, andaikan Christian tidak kembali lagi, apa yang akan kau lakukan?" tanya Jhon dengan penasaran


"Aku akan tetap mencintainya sampai kapanpun" jawab Cherry dengan yakin


"Usia mu masih muda, Cherry, usia mu belum 30 tahun, apakah kau yakin ingin selamanya tinggal di pulau ini dan hanya menatap laut dan pepohonan serta bunga-bunga di halaman rumah?"


"Iya, kehidupan ini adalah pemberian dari Christian, jadi aku ingin di sini selamanya"


"Cherry, apa kau yakin ingin hidup tanpa cinta dari seorang pria?"


"Aku yakin, karena aku sudah memiliki cinta dari Christian itu sudah lebih dari cukup, di dunia ini tidak akan ada pria lain yang bisa masuk ke dalam hidupku, jika Christian tidak pernah kembali lagi maka aku akan tetap menjaga buah hati kami dengan baik, karena Aaron adalah darah dagingnya, setiap melihat Aaron aku seperti melihat dirinya" jelas Cherry

__ADS_1


"Cherry, usia mu masih muda, apa kamu tidak menyesal jika menghabiskan sisa hidupmu yang masih panjang di pulau ini?"


"Pa, apakah papa masih mencintai mama?"


"Selalu, mama mu selalu di hatiku"


"Pa, mama sudah meninggal begitu lama, dan Papa juga tidak menikah karena cinta tulus Papa terhadap mama, oleh karena cinta Papa adalah cinta yang suci maka Papa tidak bisa menikahi wanita lain padahal Papa masih bisa, sama sepertiku aku juga tidak butuh cinta dari pria lain, cinta dari Christian paling besar dan berharga bagiku" jelas Cherry


"Jika mencintai tanpa alasan maka itu adalah cinta suci, karena suci maka akan membuat mu bahagia di saat kau memilikinya, dan akan membuat mu sangat menderita di saat kehilangannya, inilah yang kita alami" kata Jhon


"Aku beruntung masih memiliki Aaron, walau tanpa Christian di sisi ku, tapi Aaron adalah keturunan Christian satu-satunya, jadi aku bahagia memilikinya" ucap Cherry dengan senyum


"Putriku, Papa mengerti perasaanmu, jika ini sudah menjadi pilihan mu maka Papa hanya berharap kamu bahagia"


"Aku pasti bahagia, karena aku memiliki cinta dari pria yang ku cintai, serta memiliki anaknya, ini sudah lebih dari cukup"


"Baiklah, sudah malam, cepat istirahat" ucap Jhon yang bangkit dari sofa


"Selamat malam , Pa" ucap Cherry


Di saat Jhon sudah beranjak keluar dari kamar, Cherry berbaring kembali ke sofa, sambil menatap langit-langit kamarnya


"Selamat malam Christian, selama ini aku hanya tidur sendirian, tidak ada lagi pelukan dari mu yang bisa membuatku tidur dengan nyaman"ucap Cherry yang kemudian memejamkan matanya


Jhon yang sedang berdiri di halaman belakang rumahnya sambil memandang lautan dengan mengingat kembali ucapan putrinya itu


"Lionela, lihatlah nasib putri kita sama dengan kita, yang saling mencintai tapi tidak bisa bersama, jika di antara kita adalah beda dunia, sementara anak dan menantu kita adalah beda tempat" batin Jhon


"Beritahu padaku apa yang harus ku lakukan? cinta itu tidak bisa di paksa untuk melupakan, kau memberinya cinta yang begitu besar untuknya dan mana mungkin dia akan berpaling ke pria lain, apapun usaha ku bersama Anton dan Thomas tetapi tidak membuahkan hasil. Christian, putriku ini hanya menginginkan mu saja" kata Jhon yang sambil memandang ke seberang pulau sana


Keesokan harinya


Cherry membuka matanya dan memandang ke arah jendela melihat pancaran sinar matahari yang menyinari dirinya yang sedang tidur di kasur


"Kenapa aku bisa tidur di kasur? seingat ku semalam aku tidur di sofa, apa mungkin papa ku yang mengendong ku ya?" gumam Cherry


"Pasti papa ku kembali melihat ku sudah tidur apa belum, aku yang sudah dewasa masih seperti anak kecil di matanya, sehingga menjagaku walau di saat aku sedang tidur" gumam Cherry yang turun dari tempat tidurnya

__ADS_1


Sarapan pagi bersama


"Kakek, Aaron mau makan daging ayam, agar bisa cepat dewasa" ujar Aaron yang sedang menyantap sarapannya


"Baiklah, baiklah, cucuku sangat pintar memilih makanan" jawab Jhon yang sedang menyuapi cucunya


"Pa, biarkan Aaron makan sendiri saja" ucap Cherry


"Tidak apa-apa, papa ingin melakukannya" jawab Jhon dengan menatap senyum ke cucunya itu


"Kakek, semalam tidur bersama Aaron, malam ini Kakek tidur bersama Aaron lagi ya" ucap Aaron


"Aaron ingin tidur dengan kakek lagi?" tanya Jhon dengan senyum


"Iya" jawab Aaron yang sedang menyantap makanannya


"Baiklah, Kakek akan selalu tidur sambil memeluk Aaron setiap malam" jawab Jhon dengan tertawa kecil


"Papa sangat memanjakannya, dia akan kebiasaan" ucap Cherry


"Tidak apa-apa, apa kau tahu semalam setelah papa keluar dari kamar mu papa langsung ke kamarnya dan di saat Aaron melihat papa dia sudah meminta papa untuk tidur bersamanya" jelas Jhon tertawa kecil


Mendengar perkataan Jhon membuat Cherry merasa penasaran


"Apakah setelah keluar dari kamar ku papa langsung ke kamar Aaron?" tanya Cherry dengan penasaran


"Tidak juga, karena masih awal jadi papa ke halaman belakang sebentar dan kemudian papa pun masuk ke kamar Aaron dan setelah itu tidur" jawab Jhon yang sedang menyuapi cucunya itu


"Apa semalam papa ada masuk ke kamar ku lagi?"


"Tidak, papa sudah ketiduran sambil memeluk Aaron, jadi mana mungkin ke kamar mu lagi"


"Apa aku yang berpindah sendiri ya?" batin Cherry


Cherry yang mendengar jawaban Jhon menjadi tanda tanya dalam hatinya, tidak biasanya dia akan tidur sambil berjalan, dan untuk pertama kalinya di saat ketiduran dirinya berpindah dari sofa ke kasur tanpa dia sadari.


"Mungkin ini hanya pikiran ku semata, mungkin saja aku lupa di tengah malam aku berpindah ke kasur" batin Cherry

__ADS_1


__ADS_2