Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry dan Jhon saling meracuni


__ADS_3

"Pria ini adalah si peracun itu" batin Cherry yang duduk di samping Anton


"Hari besar apa malam ini sehingga kamu makan malam di sini bersama karyawan mu?" tanya Ronald dengan berpura-pura ramah


"Ini hanya makan malam biasa" jawab Stephen dengan sikp tenang


"Ternyata begitu! apakah kami boleh ikut bergabung?" tanya Ronald dengan sengaja


"Silahkan! dengan senang hati" jawab Stephen dengan senyum


"Terima kasih, kalau begitu maka kami tidak segan lagi" jawab Jhon dengan senyum sopan dan duduk bersama Ronald


Jhon yang duduk di samping Stephen mengambil gelas dan menuangkan minuman ke gelas tersebut


Tentu saja sentuhan tangan Jhon bukan sentuhan biasa melainkan telah di taburi racun ke gelas dan minuman Stephen tanpa di lihat oleh sesiapa pun.


"Tuan Chin, malam ini saya ingin bersulang dengan anda, anggap saja saya sebagai sebagai teman" ucap Jhon yang menuangkan minuman tersebut dan memberikan pada Stephen


Cherry yang melihat trik halus dari Jhon dia pun langsung mengambil gelas dari pria beracun itu.


"Maaf Tuan! saya akan mewakili Tuan Chin untuk menghabiskan minuman ini" ucap Cherry yang meneguk minuman itu sampai habis.


"Minuman ini beracun" batin Cherry yang merasakan aroma di minuman itu


Tentu saja aksinya membuat Ronald dan Jhon merasa kesal akan tetapi mereka hanya diam tidak berkata sepatah kata pun.


"Cherry, kamu sangat tidak sopan" kata Stephen dengan pura-pura wajah tidak senang


"Tuan, maaf ini adalah minuman beralkohol anda tidak boleh minum" ucap Cherry dengan sopan


"Tuan Jhon, saya harap anda jangan menyimpan di dalam hati, gadis ini adalah pekerja baru ku, nanti akan saya tegur" kata Stephen dengan senyum


"Tidak apa-apa, kelihatannya nona ini sangat berhati-hati" ujar Jhon dengan ketawa kecil


Malam itu mereka makan bersama, niat Jhon memang ingin meracuni Stephen akan tetapi di halang oleh Cherry yang sengaja menuangkan air putih ke gelas Stephen, karena Cherry menyadari Jhon akan menabur racun jika menyentuh gelas yang di gunakan Stephen.


"Wanita ini sudah terkena racun ku kenapa tidak ada reaksi sama sekali" batin Jhon yang merasa penasaran


Setelah satu jam kemudian mereka menyelesaikan makan malam mereka.


"Tuan Chin, senang bisa makan malam bersama anda, saya berharap untuk lain kali kita bisa makan bersama lagi" ucap Jhon yang berpura-pura senyum


"Dengan senang hati, malam ini adalah malam yang sangat menyenangkan bagi ku" kata Stephen dengan senyum


"Stephen, kita harus sering makan bersama, karena kita adalah satu keluarga" ujar Ronald dengan senyum sinis

__ADS_1


"Tentu saja, Paman." jawab Stephen bersikap tenang


"Tuan Jhon, saya minta maaf atas ketidaksopanan ku tadi, minuman ini saya bersulang dengan anda" ucap Cherry sambil menuangkan minuman ke gelas yang di gunakan oleh Jhon


"Nona, tidak perlu segan dengan ku" ujar Jhon dengan bersulang dengan Cherry dan menghabiskan minuman itu


"Dasar peracun berani kau meracuni Tuan, minumlah racun ku juga" Batin Cherry


Setelah beberapa menit kemudian mereka meninggalkan restoran tersebut.


Di dalam perjalanan Cherry hanya diam tanpa bicara sepatah kata pun, karena racun yang di berikan oleh Jhon telah mulai bekerja di dalam tubuhnya.


"Untung saja tadi aku telah menelan penawar untuk anti, tapi racun ini tidak bisa di singkirkan dengan penawar" Batin Cherry yang melihat keluar jendela


"Cherry, apa kamu baik-baik saja?" tanya Stephen yang menoleh ke arah Cherry yang duduk di sampingnya


"Baik-baik saja, Tuan" jawab Cherry dengan berpura-pura


Di sisi lain Jhon merasakan hal yang sama pada dirinya.


"Kenapa tubuh ku ini terasa panas? apakah aku telah terkena racun?" batin Jhon sambil melihat telapak tangannya bergaris hijau


"Telapak tangan ku, ini adalah racun melemahkan otot, wanita itu dia tahu mengunakan racun, pantas saja tadi dia menghalangi ku" batin Jhon sambil mengepal tangannya


"Tuan Ronald, kelihatannya kita melewatkan sesuatu" kata Jhon yang menoleh ke arah Ronald yang duduk di samping


"Cherry"


"Ada apa dengannya?"


"Gadis itu dari desa dan bekerja di toko bunga dan setelah itu dia masuk ke rumah Stephen, apa kau mengira dia adalah gadis biasa?"


"Dia hanyalah gadis muda yang tidak mengerti apa-apa"


"Jangan meremehkannya, lihat tangan ku" kata Jhon yang membuka telapak tangannya


"Kenapa telapak tangan mu berwarna hijau?" tanya Ronald yang penasaran


"Dia meracuni ku dengan cara halus" jawab Jhon


"Dia peracun seperti mu?"


"Aku rasa dia lah yang menyelamatkan Stephen selama ini" jelas Jhon


"Jadi kita telah melewatkan dia selama ini"

__ADS_1


"Benar, dia mampu meracuni ku ini tandanya dia sangat ahli dalam racun dan penawar, kelihatannya aku bertemu dengan lawan yang tidak mudah"ujar Jhon


"Tadi dia telah minum yang kau isi di gelas Stephen, apakah karena dia tahu niat mu ingin meracuni Stephen?"


"Iya, dia sudah tahu makanya dia yang minum" jawab Jhon


"Lalu apakah dia sudah terkena racun mu?"


"Benar, jika dia pintar maka dia tahu cara menyingkir racun itu, akan tetapi ini akan membuatnya menderita selama beberapa menit sebelum racun itu di singkirkan" jawab Jhon


"Dia memiliki penawar tentu saja itu tidak sulit baginya"


"Racun yang ku berikan itu tidak bisa di singkirkan oleh penawar, hanya ada satu cara untuk membersihkan racun di tubuhnya itu" ucap Jhon dengan senyum sinis


Setelah tiba di rumah Cherry langsung menuju ke kamar mandi.


Wooaakkk....


Cherry muntah tanpa berhenti, akibat racun yang telah dia telan.


"Sangat menyakitkan" gumam Cherry yang memuntahkan semua makanan yang baru dia makan tadi


"Cherry, ada apa dengan mu? apa kau baik-baik saja" teriak Stephen yang di luar kamar mandi


"Anton, buka pintunya, dalam perjalanan dia diam saja, bisa jadi dia sudah terkena racun dari minuman itu" kata Stephen yang merasa khawatir


Cherry lalu mengeluarkan botol kecil dari tasnya dan minum cairan dari botol itu tersebut.


Klek


"Nona, anda baik-baik saja?" tanya Anton yang masuk ke dalam kamar mandi itu


"Apa ini? Nona, apa yang kamu minum?" tanya Anton yang menghampiri dan melihat botol kecil itu yang ada di lantai


"Cherry, bagaimana dengan mu? apa kamu keracunan?" tanya Stephen yang merasa khawatir


"Iya, racunnya sangat kuat" jawab Cherry yang masih terduduk di kamar mandi itu


"Apa kamu sudah minum penawar?" tanya Stephen dengan cemas


"Racun ini tidak bisa di singkirkan dengan penawar" jawab Cherry


"Jadi dengan cara apa baru bisa menyingkirkan racunnya?"tanya Anton dengan merasa cemas


"Cairan ini" jawab Cherry dengan menunjukan botol yang berisi cairan tadi

__ADS_1


"Aromanya sangat menyengat, apakah ini sejenis obat?" kata Anton mendekatkan botol itu ke hidungnya


"Itu bukan penawar tapi adalah racun" jelas Cherry


__ADS_2