Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry di bawa pergi


__ADS_3

"Kau adalah keponakan ku dan aku adalah paman mu, mana mungkin aku akan melawan mu" jawab Ronald dengan senyum paksa


"Baguslah, kalau kamu sudah mengatakannya maka kau harus ingat apa yang telah kau katakan hari ini, jika tidak maka bukan hanya semua hak mu di perusahaan yang ku rampas tapi nyawa mu ini juga akan ku cabut" kecam Stephen dengan senyum sinis


Stephen kembali duduk di kursi rodanya dengan menatap tajam ke arah Ronald.


"Jika kau masih sayang nyawa mu, maka jangan coba bermain ulah dengan ku, jika tidak maka aku akan menyiksa mu sebelum kau menghembuskan nafas terakhir" ancam dengan Stephen dengan senyum sinis


"Tuan" suara panggilan Anton yang masuk ke kamar


"Aku ingin memberi mu satu peringatan, jika lain kali masih berani menemui Cherry maka aku tidak segan untuk menghancurkan tubuh mu itu" kecam Stephen serius


Setelah memberi ancaman Stephen keluar bersama Anton, sementara Ronald merasa bagai di sambar petir, karena niatnya selama ini memang ingin menjatuhkan Stephen akan tetapi dia malah di ancam dengan senjata oleh keponakannya itu.


"Bocah ini bukan hanya tidak cacat tapi juga memiliki senjata, aku hampir tidak percaya dengan semua yang terjadi tadi, dia bisa saja membunuh ku dengan tangannya, apa mungkin aku harus berdiam diri saja?" batin Ronald


Cherry seperti biasanya belanja bersama Chintia di pusat perbelanjaan..


"Bibi, semua ikannya sangat segar, bagaimana kalau kita beli semuanya" tanya Cherry


"Boleh juga, ayo kita pilih bersama" jawab Chintia


"Baik, nanti siang aku ingin mengantar makan siang untuk tuan" kata Cherry


Perusahaan Chin


Stephen yang sedang fokus dengan Laptopnya tiba-tiba saja Sonnia mendatangi kantornya


Klek.


"Stephen" suara panggilan Sonnia yang baru masuk ke kantornya


"Kenapa kau muncul lagi di depan ku?" tanya Stephen tanpa melihat ke arah Sonnia


Sonnia berjalan mendekati Stephen yang sedang fokus pada laptopnya dan berdiri di belakang Stephen dengan kedua tangannya melingkar di leher Stephen yang sedang duduk di kursi rodanya


"Sayang, aku tahu kau marah pada ku dan tidak izinkan aku ke rumah mu jadi aku hanya bisa datang ke sini mencari mu, jadi jangan marah pada ku lagi" bujuk Sonnia yang di belakang Stephen dengan berisik di telinganya


"Apa kau begitu menyukai ku sehingga datang menemui ku terus?" tanya Stephen yang di peluk oleh Sonnia dari belakang


"Aku datang untuk menyerah diri pada mu" goda Sonnia yang meniup telinga Stephen

__ADS_1


"Apa yang menurut mu aku akan tertarik pada mu?"


"Kau adalah pria dan aku wanita, tidak mungkin jika aku tidak bisa mengoda mu" jawab Sonnia yang menyuntik sesuatu di lengan Stephen


"Kau ingin mengoda ku dengan menyuntik ku? racun apa yang kau berikan?"


"Ini hanya akan membuat mu lemah dan tidak bisa melawan ku, dan hanya bisa menyerahkan diri mu pada ku, jika aku hamil maka kita akan memiliki anak" jawab Sonnia dengan mencium wajah Stephen


"Aku tidak akan melakukannya dengan mu" jawab Stephen yang mulai merasa lemah di tubuhnya


"Sayang, biarkan aku yang melayani mu, kau hanya perlu tidur saja di kasur, jika kau mau aku akan melakukannya sampai malam" goda Sonnia yang tangannya menyentuh dada Stephen


Stephen yang terkena suntikan itu merasa lemah di tubuhnya dan keringat membasahi wajah tampannya


Sonnia kemudian duduk di kaki Stephen dengan niat mengoda mantan suaminya itu.


"Mari kita masuk kamar mu, karena Anton sedang ada urusan kerja di luar, jadi tidak ada yang akan menganggu kita" kata Sonnia yang sambil membuka kancing kemeja Stephen dan mulai meraba bagian dada mantan suaminya itu


Di saat itu Stephen yang ingin mengeluarkan senjatanya akan tetapi niatnya di hentikan karena..?


Klek


"Tuan, aku antar makan si..?" suara panggilan Cherry yang tiba-tiba masuk, dan terdiam karena melihat Sonnia yang sedang duduk di pangkuan Stephen


Melihat kemesraan mereka membuat Cherry salah faham dan merasa canggung. serta merasakan sakit di hatinya


"Ma-maaf, aku keluar dulu" ucap Cherry yang segera keluar dari kantor Stephen


Stephen mengelak ciuman Sonnia dan menodong senjatanya ke arah tubuh Sonnia yang sedang duduk di pangkuannya


"Apa kau sudah puas?" tanya Stephen yang wajahnya memucat


"Step.."


"Jika kau masih tidak menjauhkan diri mu dari aku jangan menyalahkan ku" ancam Stephen dengan tatapan tajam


Karena merasa takut Sonnia pun segara bangkit dan menjauhkan diri dari Stephen


"Ingin hamil anak ku? jangan berharap, aku tidak butuh kau yang melahirkannya" ucap Stephen dengan suara lemah


"Keluar dari sini atau tidak aku akan menembak jantung mu" kecam Stephen dengan kesal

__ADS_1


Klek..


"Tuan" suara panggilan Anton yang tiba-tiba masuk


"Lempar wanita ini keluar" perintah Stephen yang menyimpan kembali senjatanya


"Baik" jawab Anton dengan menurut


Setelah Anton membawa Sonnia keluar dari kantornya Stephen mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor tujuannya.


Cherry yang melihat kemesraan Stephen dan Sonnia membuatnya merasa ada yang aneh di hatinya, berjalan sambil mengingat kejadian yang di lihat olehnya tadi..


"Kenapa perasaan ku tidak enak ya saat melihat mereka begitu mesra? bagaimana pun mereka adalah suami istri jadi wajar jika tuan masih mencintainya, tapi kenapa aku mau menangis ya?" gumam Cherry


Nada dering panggilan masuk ke handphone milik Cherry. di saat Cherry melihat nama panggilan itu dia merasa ragu untuk menjawabnya


Dengan menarik nafas panjang akhirnya Cherry menjawab panggilan tersebut


"Hallo" jawab Cherry yang menjawab panggilan tersebut


"Cherry, kau di mana sekarang?"tanya Stephen yang di seberang sana


"Aku sudah di luar perusahaan, Tuan" jawab Cherry


"Datang ke kantor ku sekarang" perintah Stephen yang di perusahaannya


"Tapi bukankah nona Sonnia ada di sana? sepertinya tidak baik aku menganggu" jawab Cherry yang merasa kecewa


"Dia sudah pergi, aku sudah lapar, bukankah kau bawa makan siang untuk ku? kembali ke kantor ku sekarang juga"


"Iya" jawab Cherry dengan singkat


"Kenapa aku masih ingat kejadian itu? aku hanya bekerja dengannya kenapa malah aku merasa cemburu" batin Cherry


Di saat Cherry ingin patah balik ke arah perusahaan langkahnya di hentikan oleh beberapa pria yang menarik lengannya sambil menutup mulutnya. sehingga membuat rantangan yang dia bawa terjatuh ke jalan itu..


Mereka memasukan Cherry ke dalam mobil dan kemudian meninggalkan tempat itu


Setelah setengah jam kemudian, Stephen yang sedang menunggu kedatangan Cherry mencoba menghubungi nomor Cherry berkali-kali akan tetapi nomor yang dia tuju sudah tidak aktif.


"Tuan, bagaimana dengan mu? tadi wanita itu menyuntik mu" tanya Anton yang sedang berdiri di hadapan Stephen

__ADS_1


"Efeknya sudah hilang, aku sudah minum obat tadi"jawab Stephen yang sambil menghubungi nomor Cherry


__ADS_2