Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Penyerangan


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian


"Stephen, berhati-hatilah di jalan, cepat pulang" kata Cherry yang mengantar Stephen sampai keluar rumah


"Setelah urusan ku selesai maka aku akan segera kembali, jika kamu butuh sesuatu maka katakan pada Anton dia akan di sini untuk melindungi mu" ujar Stephen dengan mengecup dahi Cherry


"Jangan khawatir dengan ku, aku akan baik-baik saja di rumah, aku juga tidak akan keluar jadi tenang saja" jawab Cherry dengan berpura-pura senyum karena sudah tahu niat Stephen yang ingin ke Afrika.


"Baiklah, masuklah ke dalam, dan jika kau bosan suruhlah Anton menemani mu keluar belilah apa yang kamu suka, Anton tahu tempat jual pakaian, kosmetik dan aksesoris lainnya" kata Stephen dengan senyum


"Aku tidak butuh semua itu, aku akan menunggu mu di rumah" jawab Cherry


"Gadisku yang baik, aku akan cepat pulang" ucap Stephen dengan memeluk Cherry dengan erat


"Aku akan segera urus masalah ku dan segera pulang bersatu dengan mu" batin Stephen


Sesaat kemudian Stephen pergi dengan di antar oleh Anton ke bandara, Cherry yang sudah tahu tujuan Stephen ke afrika adalah membalas dendam, akan tetapi Cherry hanya bisa diam tanpa bertanya apa pun pada Stephen


"Stephen, aku tahu kau tidak ingin aku tahu, jadi walau aku bertanya ini hanya akan membuat mu tertekan, aku hanya berharap kau segera pulang, itu saja." gumam Cherry yang sedang melihat mobil yang di tumpangi oleh Stephen yang berjalan semakin jauh


Setelah beberapa jam perjalanan Stephen tiba ke negara afrika. di saat di bandara Stephen di sambut oleh para anggotanya


"Bos" sapa serentak anggotanya dengan hormat


"Hm...semua saudara ku kalian sudah berusaha yang terbaik, mari kita pulang dulu dan bicarakan di sana" ucap Stephen


"Siap Bos" jawab mereka semua dengan serentak


Setelah satu jam kemudian Stephen di temani oleh para anggota datang ke perkumpulan mereka.


Stephen di sambut oleh para anggota yang sudah berpenampilan rapi dan berbaris untuk menyambut kedatangan bos mereka


"Bos, selamat datang" sambut para anggota dengan hormat


"Semua saudaraku kita bertemu lagi, mari kita masuk ke dalam untuk membahas rencana kita" ucap Stephen dengan berjalan masuk ke dalam kediamannya yang di tempati oleh para anggotanya, semua anggota mengikuti langkah bos mereka.

__ADS_1


"Bos, di sarang sasaran kita terdapat sekitar ratusan anggotanya yang sedang berjaga di sana, dan kediaman mewahnya Yones memiliki 50 sampai 100 anggota yang berjaga di sekeliling rumah itu" ujar Anggota Stephen yang bernama Marvel


"Hanya kediaman saja harus di awasi begitu banyak anggotanya, kelihatannya kewaspadaan Yones sangat tinggi" ucap Stephen yang sedang duduk di kursi besarnya


"Mereka semua memiliki senjata bisa saja kediamannya pasti banyak batang emas, aku dengar di sangat suka menyimpam emas, bisa jadi dia menyimpan di sana" ujar Murphy yang salah satu anggota Stephen


"Dalam sehari lakukan dua penyerangan, kelompok kita di bagi jadi 2 kelompok, kirim 150 anggota menyerang ke sarangnya, dan di kediamannya kita akan pergi dengan 80 anggota, aku sendiri akan memimpin penyerangan ini, lakukan di malam hari" perintah Stephen


"Bos, Yones akan berada di kediamannya di malam hari, dia sering membawa wanita penghibur datang ke rumahnya, setiap malam ada 4 atau 5 wanita yang menemaninya di sana" ujar Marvel


"Bunuh saja pada orang yang seharusnya kita bunuh, dan rampas semua kekayaannya dan berikan pada rakyat afrika yang hidup dalam berkekurangan" perintah tegas dari Stephen


"Siap Bos" jawab mereka dengan serentak


"Mari kita bersiap malam ini aku ingin langsung mendatangi rumahnya, aku sudah tidak sabar ingin menyiksanya dengan tangan ku sendiri"ujar Stephen


"Murphy, siapkan helikopter. untuk menuju ke kediamannya kita bagi dua jadi tim, tim A menyerang dengan mengunakan helikopter dengan mengunakan bom menghancurkan anggota-anggotanya dan kediamannya, dan tim B akan menunggu kesempatan yang bagus untuk menyerang, aku tidak mau ada saudara ku yang tewas dalam pertarungan ini, ingat semua kenakan rompi anti peluru kalian, dan berhati-hatilah di setiap langkah" perintah Stephen


"Siap Bos" jawab Murphy dengan hormat


Kediaman Yones


Di malam itu Yones sedang menghisap sabu kegemarannya dan sedang bersenang-senang dengan para wanita penghibur, Yones adalah pria yang tidak lain yang telah memperk*sa Kelly di saat 15 tahun yang lalu, karena kecantikan Kelly telah menarik perhatiannya, sehingga dia tega melakukan sesuatu yang telah menghancurkan hidup gadis itu bahkan sampai memilih bunuh diri untuk mengakhiri hidupnya


Yones sedang melakukan hubungan badan dengan wanita panggilan, tanpa dia sadari malam ini dirinya akan di datangi Kumpulan Ular Cobra yang di ketuai oleh Christian Han


"Aarrrtthhhhh...Tuan, tolong hentikan Anda sangat kasar" pinta wanita itu yang menahan rasa sakit akibat perlakuan kasar dari Yones, Yones memang di kenal sebagai penyiksa wanita di atas ranjang, setiap wanita yang berhubungan dengannya akan kesakitan sehingga tidak sadarkan diri


"Kau telah menerima uang ku, jadi kau harus memuaskan ku, jadi kau tidak berhak meminta ku berhenti" bentak Yones yang sedang melakukan pergerakannya tanpa berhenti sambil menekan kuat pinggang wanita itu


"Ampun tuan, uangnya aku kembalkan saja. aku mohon lepaskan aku" pinta wanita itu yang sedang menangis


"Kau sudah berada di bawah ku, apa kau mengira kau bisa lariii?" bentak Yones dengan kasarnya melakukan pergerakannya


"Aaarggtthhhhh" jeritan wanita itu yang akhirnya pingsan karena tidak bisa menahan sakit yang sudah selama dua jam

__ADS_1


Tidak lama kemudian helikopter pun sudah mulai dekat ke kediaman Yones, para anggotanya yang berjaga di luar semua pada fokus melihat ke arah puluhan helikopter yang sedang menuju ke arah mereka


"Siapa mereka? apakah teman atau musuh?" tanya salah satu anggotanya


"Tidak tahu, kita tidak bisa bertanya, bos sekarang lagi bersenang-senang dengan para wanita itu" jawab anggota lainnya


Stephen berada di dalam helikopter bersama dengan Murphy dan Marvel yang sedang memerhatikan kediaman Yones yang di jaga 100 anggota depan belakang samping kiri dan kanan kediamannya


"Lempar" perintah Stephen


Semua anggota yang berada di dalam helikopter pada melempar bom ke arah kediaman Yones


"Apa yang mereka buang itu" ucap salah satu anggota yang tidak bisa melihat dengan jelas ke arah helikopter yang cukup jauh ketinggiannya dari jarak kediaman Yones


Di saat bom mengenai kediaman dan atas tanah maka terjadilah ledakan besar


Duar.....duar.....duar.....duar...duar...duar....duar...duar....duar....duar .


Bunyi ledakkan yang beruntun karena dari puluhan bom yang di lempar dari helikopter


"Aaarggghhtt" teriakan serentak musuh yang berjaga di bagian belakang kediaman


Duar....duar.....duar.....duar....duar...duar....


"Aaaarrgghht" teriakan serentak musuh yang berjaga di samping kiri


Duar....duar.....duar.....duar....duar...duar..


"Aaaarggghhtt" teriakan serentak musuh yang berjaga di samping kanan


Duar....duar.....duar.....duar....duar...duar..


"Aaargghhhtt" teriakan serentak musuh yang berjaga di depan


Para helikopter yang mengudara melempar bom ke arah semua sisi kediaman besar itu, sehingga membuat anggota tubuh lawan hancur sehingga darah mereka berserakan di mana-mana

__ADS_1


__ADS_2