Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Cherry merasa kecewa


__ADS_3

Kediaman Chin


Karena hubungan Jhon dan Cherry adalah ayah dan anak maka Stephen dan Jhon pun menjadi sahabat, mereka sama-sama melupakan masa lalu di saat mereka pernah bermusuhan karena Ronald Chin.


"Stephen, aku benar-benar tidak menyangka jika hari ini aku akan duduk di dalam kediaman mewah mu ini" kata Jhon dengan senyum


"Jhon, kau adalah papanya Cherry jadi anggap saja sini adalah rumah mu" ucap Stephen


"Jika bukan karena Cherry berada di sini dan aku mengikuti Ronald, maka selamanya aku benar-benar tidak tahu jika aku telah memiliki seorang putri bahkan sudah 23 tahun" ujar Jhon dengan menatap ke arah Cherry


"Papa, jangan salahkan diri mu, ini bukan salah mu" ucap Cherry yang duduk di samping Jhon


"Putri ku, Papa berjanji akan menjaga mu dengan baik" kata Jhon dengan mengelus kepala Cherry


"Tinggallah di sini, dan menemani gadis ini" kata Stephen dengan senyum


"Terima kasih atas tawaran mu, tapi aku ingin kembali ke desa ingin melihat suasana di sana, dan juga aku ingin melihat makam Lionela" jawab Jhon


"Papa, aku ingin menemani mu"


"Cherry, kau di sini saja tidak apa-apa"


"Tidak Pa, biar aku menemani mu lebih lama, kita tidak pernah bersama dan aku ingin menceritakan semua tentang Mama"


"Tapi ini?" ucap Jhon dengan melihat ke arah Stephen


"Jika Cherry ingin menemani mu maka pergi saja, tolong jaga gadis ku ini dengan baik" ujar Stephen dengan senyum


"Sekarang dia sudah menjadi putri ku, tentu aku akan menjaga dan melindunginya dengan sepenuh hati" jawab Jhon dengan senyum bahagia


Malam hari..


Cherry berada di kamarnya dan sedang menyusun bajunya ke dalam koper, tidak lama kemudian Stephen masuk ke kamarnya..


Klek


"Cherry" sebut Stephen yang melangkah masuk

__ADS_1


"Stephen, sudah malam kenapa kau belum istirahat?" sahut Cherry sambil melipat bajunya


"Berapa lama kau akan tinggal di sana?" tanya Stephen dengan menghampiri Cherry


"Belum tahu, kami baru bertemu dan saling mengakui, aku ingin menemaninya lebih lama" jawab Cherry sambil sibuk dengan tangannya


"Apa kau merasa bahagia?" tanya Stephen yang berdiri di samping Cherry


"Iya, selama ini aku sangat membenci dengan Paolo aku menganggap dia papa yang tidak berhati nurani, tapi setelah aku tahu dia bukan papa kandung ku aku malah merasa lega, dan aku tidak menyangka jika Jhon yang ku kenal adalah Papa kandung ku" jelas Cherry sambil melipat bajunya


"Cherry" sebut Stephen dengan memeluk kekasihnya


"Pergilah menemani papa mu pulang ke desa, aku tahu kau sangat merindukan sesosok seorang ayah, dan sekarang kalian sudah berkumpul maka temanilah dia" kata Stephen


"Terima kasih, hidup semakin lengkap setelah dia hadir di dalam hidup ku"


"Stephen, selain ingin menemani Papa ku, aku merasa kita butuh waktu dan ruang. aku tidak ingin bersama dengan seorang pria yang menyimpan foto wanita lain di dompetnya. Stephen, aku tidak ingin bertemu dengan mu dalam waktu dekat ini, aku ingin tahu seberapa penting diri ku bagi mu, walau kau berada di hadapan ku dan memelukku tapi hati mu bukan milik ku, saat ini aku benar-benar ingin mendorong mu jauh-jauh tapi aku sangat merindukan mu" batin Cherry


"Sudah malam, cepatlah istirahat. aku juga harus menyusun baju ku" kata Cherry yang melepaskan pelukannya serta merasa kecewa di dalam hatinya


"Aku ingin kau berjanji satu hal untuk ku"


"Setiap hari kau harus mengirim pesan untuk ku, apa kegiatan mu di sana dan bagaimana dengan kabar mu" jawab Stephen


"Untuk apa? bukankah itu sangat kekanakan jika semuanya aku harus melapor pada mu" ucap Cherry


"Aku ingin tahu apa saja di lakukan oleh kekasih ku di saat aku tidak berada di sisinya, jadi kau harus melakukannya" jelas Stephen dengan senyum


"Aku bukan anak kecil, apa perlu aku melakukannya? lagi pula orang yang seharusnya kau peduli bukan aku juga" ucap Cherry yang merasa kecewa terhadap Stephen


"Apa maksud mu? jika bukan diri mu maka siapa yang harus ku peduli?" tanya Stephen dengan heran


"Maksud ku adalah aku sudah dewasa, yang seharusnya kau peduli adalah perusahaan mu dan semua karyawan mu" jawab Cherry dengan alasan


Stephen menarik pinggang Cherry dengan mendekat ke dirinya


"Apa yang kamu lakukan? cepat lepaskan tangan mu" tanya Cherry dengan jarak dekat

__ADS_1


"Aku tidak perlu peduli dengan mereka, karena yang ku peduli hanya diri mu saja, oleh karena itu kau harus melapor setiap kegiatan mu di sana, jaga diri mu baik-baik jangan membuat ku mengkhawatirkan mu, cepat pergi dan cepat pulang" kata Stephen dengan senyum dan mencium bibir Cherry


"Aku tidak ingin pergi tapi jika aku berada di sisi mu terus, aku akan terus membayangkan foto itu, walau dia tidak di sini tapi dia ada di hati mu" batin Cherry


"Stephen, jika suatu saat aku menghilang apa kau akan mengingat ku?" tanya Cherry dengan melepaskan ciumannya


"Kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Hanya tanya saja, apa kau akan mengingat ku?" tanya Cherry dengan penasaran


"Aku akan ingat, tapi?"


"Tapi apa?"


"Tapi jangan terlalu lama kau menghilang, karena jika tidak..."


"Jika tidak apa?"


"Karena jika kau menghilang terlalu lama aku akan mencari penganti mu" jawab Stephen dengan berisik di telinga Cherry


"Iya aku tahu, mana mungkin seorang pria akan begitu bodoh menunggu seorang wanita dalam jangka waktu yang lama" ucap Cherry dengan kesal


"Kau marah? kalau begitu maka jangan pernah coba hilang dari hadapan ku, jika tidak maka kau akan menyesal karena posisi mu akan menjadi milik orang lain" kata Stephen dengan bercanda


"Jika memang begini maka kau juga tidak perlu khawatir jika aku menghilang, karena kau bisa mendapat kekasih baru, sekarang cepat keluar aku ingin mengemas barang ku dan aku sudah mengantuk" ucap Cherry dengan mendorong Stephen keluar dari kamar dan kemudian langsung menutup pintu kamarnya


"Cherry, aku belum ucapkan selamat malam dengan mu? apakah malam ini tidak bisa menemani ku lebih lama?" tanya Stephen yang berada di luar kamar


"Aku sudah mengantuk, pergi sana" jawab Cherry dengan menahan emosi


"Baiklah, aku tidak menganggu mu lagi, selamat malam" ucap Stephen di balik pintu


"Begitu mudahnya dia memberi ku jawaban seperti itu, bahkan berbohong saja dia tidak bisa" gumam Cherry dengan merasa kesal


"Untuk apa aku kembali ke sini lagi kalau dia tidak setia? di hati mu masih ada wanita lain saja kau ingin aku bersama mu" kata Cherry dengan merasa sedih dan sambil melipat baju dan memasukkan ke kopernya


Bab selanjutnya

__ADS_1


Atasan Owen berhadapan dengan King Devil


__ADS_2