
"Sialan, kita yang bertaruh nyawa di luar dan dia hanya duduk santai di kantor, karena kita gagal maka seenaknya menyalahkan kita, masih beruntung di malam itu si pembunuh cuma menembak bagian kaki kita walau ini masih terasa sakit sampai sekarang" ketus Jimmy yang merasa kesal
"Biarkan saja, kalau saja dia sanggup maka tangkap saja sendiri sana, untuk apa perlu bantuan kita lagi" ujar Nicky yang duduk di kursinya
"Kenapa di malam itu dia tidak langsung menembak kepala kita saja, jika begitu maka musuhnya akan berkurang" kata Owen dengan penasaran
"Pak, ini ke dua kalinya dia tidak membunuh kita" ujar Jimmy
"Benar, jika dia berniat maka kita sudah tewas dari awal" sambung Nicky
"Di mana dia?.dan siapa sebenarnya dia? aku sangat penasaran" gumam Owen
Perdesaan
"Cherry, bagaimana dengan reaksi racun di dalam tubuh mu apakah sudah hilang? kau sudah minum obat selama beberapa hari" tanya Stephen yang sedang duduk di samping Cherry
"Sudah mulai membaik, tangan ku juga sudah hilang warna racunnya, aku hanya perlu minum 2 kali lagi agar racunnya benar-benar hilang" jawab Cherry dengan senyum
Nada panggilan masuk ke nomor handphone milik Stephen
"Hallo" jawab Stephen yang sedang mendengar panggilan itu
"Bos, Ronald Chin membawa beberapa orang menuju ke desa, apakah dia tahu jika Bos ada di sana?" ucap Micheal yang di seberang sana
"Dia ingin bertindak di saat aku di sini, tidak apa-apa urus saja untuk ku, setelah selesai hubungi aku, aku ingin menemuinya"
"Siap Bos" jawab Micheal
"Ada apa?" tanya Cherry dengan menoleh ke arah Stephen
"Ronald Chin kelihatannya dia ingin membuat kekacauan di desa dan di ketahui oleh Micheal" jawab Stephen dengan senyum
"Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Menghalangnya, Micheal akan mengurusnya, jadi jangan khawatir dia tidak akan bisa sampai di sini" ujar Stephen dengan menyentuh wajah Cherry
"Kenapa dia ingin melawan mu terus? kalian adalah saudara bukankah ini agak aneh?"
"Manusia jika demi harta walau sedarah juga bisa jadi musuh, itulah kehidupan" jelas Stephen dengan memegang tangan Cherry
"Kami para warga desa malah menjalani hidup lebih sederhana, walau tidak memiliki rumah mewah dan banyak uang tapi hidup kami sangat gembira tanpa tekanan apa pun, dan tidak saling menjatuhkan" kata Cherry dengan senyum
"Apakah kamu suka di desa?"
"Tentu, aku di lahirkan di sini dan di besarkan di sini"
"Walau hidup dalam kekurangan tapi diri mu tidak mengeluh sama sekali pun" batin Stephen dengan menatap Cherry dengan tatapan dalam
__ADS_1
"Kenapa aku melihat ku terus?"
Stephen mencium bibir Cherry dengan tangannya menahan kepala bagian belakang gadis itu
"Stephen" ucap Cherry yang melepaskan ciumannya
"Jangan menolak. jika tidak aku akan melakukan lebih dari ini" kata Stephen dengan senyum dan melanjutkan ciumannya
"Pria ini sangat suka mencium orang, apa sebelumnya dia juga sering melakukan dengan wanita lain?" batin Cherry
Di sisi lain Ronald yang sedang menuju ke perdesaan itu dengan di temani oleh beberapa anggotanya. di saat baru masuk jalan ke desa mobilnya di hentikan oleh sekelompok pria yang bersenjata dengan berdiri di tengah jalan sambil menodongkan senjata ke arah Ronald dan anggotanya
"Siapa mereka?" ucap Sekretaris Ronald yang sambil menyetir
"Mereka memiliki senjata hati-hati" kata Ronald yang melihat ke arah beberapa orang yang berdiri di tengah jalan
"Tembak" perintah Micheal
Dor...dor...dor....dor....dor....dor...dor ..
Bunyi tembakan mengarahkan ke ban 4 mobil itu tersebut, sehingga menyebabkan mobil-mobil itu berjalan tidak stabil dan belok ke kiri dan ke kanan
"Tuan, hati-hati" teriak Sekretarisnya yang sedang mengendarai mobilnya yang bannya telah pecah akibat tembakan sehingga membelok kiri kanan dan pada akhirnya berhenti di tepi jalan
Dor...dor...dor...dor...dor...dor...
"Aaarrgggtt" teriakan Semua anggota Ronald yang di dalam mobil itu yang terkena peluru yang menembus jantung mereka
Setelah berhasil membunuh anggota Ronald yang berada di dalam 3 mobil itu mereka pun berjalan menghampiri Mobil putih milik Ronald
Dor
Tembakan mengena kepala sekretaris Ronald sehingga tewas di dalam mobil
"Micheal membuka pintu belakang mobil dan menarik kasar Ronald dan menghempaskan ke jalan
"Aaarggtt" kalian siapa? berani melukai ku?"tanya Ronald dengan gemetaran
Bruk.....bruk...bruk
Tendangan demi tendangan di lakukan oleh teman Micheal yang sedang emosi
"Aaargggghtt, aarrtggghhtt" teriakkan Ronald yang di tendang di bagian perutnya
"Sudah cukup" ucap Micheal dengan menghentikan temannya itu
"Uhuk..uhuk..uhuk.., siapa kalian kenapa ingin melukai ku?" tanya Ronald yang tergeletak di jalan sambil menahan sakit bagian tubuhnya
__ADS_1
"Berani sekali kau ingin membunuh bos kami" bentak Micheal dengan emosi
Bruk
Pukulan Micheal dengan senjatanya ke kepala Ronald
"Aargghtt" teriakan Ronald yang kesakitan di bagian kepalanya sehingga mengeluarkan darah
"Ronald Chin, seharusnya kau bisa hidup mewah tapi kau malah pilih mati" bentak Micheal dengan kesal
"Aku tidak kenal kalian, siapa bos kalian?" tanya Ronald yang tidak berdaya
"Ingin tahu maka sebentar lagi dia tiba" jawab Jony yang adalah anggota Stephen
Tidak lama kemudian mobil Stephen tiba di tempat. Ronald yang melihat ke arah mobil itu membulatkan mata besarnya, karena pria di hadapannya itu adalah sasarannya akan tetapi sebelum dia berhasil, dia telah berhasil di hadang di tengah jalan oleh mereka
"Paman ku, apakah kau sangat merindukan ku sehingga ingin datang menemui ku?" tanya Stephen dengan senyum dan menghampiri Ronald yang tergeletak di jalan dan berdarah di kepalanya
"Kau..berani sekali memukul ku" bentak Ronald
Stephen mendekati Ronald dan kemudian mencengkram erat lehernya dan menarik sampai berdiri
"Aarggttt" pekikkan Ronald yang kesakitan tidak berdaya dengan tangannya berusaha melepaskan tangan Stephen
"Ingin membunuh ku? apa kau kira kau layak mengambil nyawa ku?" tanya Stephen dengan tatapan aura membunuh. dan kemudian menghempaskan Ronald dengan kuat ke samping mobil milik pamannya itu. sehingga membuat kaca jendela pecah akibat hentakan kuat dari tubuh Ronald
"Aaarggttt" pekikan Ronald yang kesakitan bagian punggungnya
Stephen mengulurkan tangan ke arah Micheal yang berdiri di sampingnya, seakan sudah mengerti keinginan bos nya Micheal pun mengeluarkan Pisau tajam dan menarohkan ke tangan bos nya itu
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Ronald dengan ketakutan
Srek...
"Aaarrgghhhttttt" teriakkan Ronald memenuhi satu jalan itu akibat tusukan yang mengenai bagian sisi kiri perutnya
"Sudah ku peringatkan jangan bermain dengan ku, tapi kau malah mengabaikan perkataan ku. Ronald Chin, kau cari mati" bentak Stephen yang melepaskan tusukannya itu sehingga mengeluarkan banyak darah di tubuh Ronald
"Aaarggttt" pekikan Ronald yang kesakitan sehingga memucat dan terduduk di jalan
"Aku adalah paman mu, kau berani membunuh ku" ucap Ronald dengan suara pelan karena kesakitan
"Ronald Chin, aku beritahu satu rahasia besar kepada mu, dengar baik-baik, aku bukan Stephen..Chin" ujar Stephen dengan tatapan aura membunuh
"A-apa? ti-tidak mungkin"
"Aku hanya mirip dengan keponakan mu itu, selama ini kau telah di bodohi oleh ku"
__ADS_1
"Jadi siapa kau sebenarnya? dan di mana Stephen berada?"