Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Pembalasan dari Stephen


__ADS_3

Sebelum keluar Stephen menghampiri Cherry yang sudah ketiduran dengan duduk di tepi kasurnya


"Cherry, tunggu aku pulang" ucap Stephen dengan mengecup dahi Cherry


Di sisi lain 4 pria itu mendapatkan siksaan dari 4 anggota Stephen, mulut mereka di ikat dengan mengunakan kain serta tangan mereka di ikat ke belakang


Anggota Stephen mengunakan pisau tajam menyayat tubuh mereka secara perlahan tanpa berhenti, sehingga tubuh mereka di penuhi luka-luka sayatan dan mengeluarkan darah di setiap lukanya itu


Mulut mereka di ikat agar tidak bisa berteriak dan hanya bisa menahan sakit dan mengeluarkan air mata


"Apa kau tahu siapa gadis yang kau lukai tadi?" ujar salah satu anggota Stephen


"Em...." jeritan Santos dengan mengeleng kepala dan kesakitan


"Apa kau sakit?" tanyanya dengan sengaja


"Em..." jawab Santos yang hanya bisa dengan jeritan


Tidak lama kemudian Stephen melangkah masuk ke dalam rumah mereka


"Bos" sapa serentak anggotanya dengan hormat


"Bos, dia orangnya yang melukai nona" kata salah satu anggotanya


Stephen menghampiri Santos dengan tatapan aura membunuh


"Kau melukainya??" tanya Stephen dengan tatapan tajam


" Lepaskan ikatan di mulutnya" perintah Stephen pada anggotanya


"Siap Bos" jawabnya yang melepaskan ikatan yang menutupi mulut Santos


"Kau masih mau hidup? jika iya maka beritahu aku apa yang telah terjadi, dan jika kau berani berbohong maka kau akan mati dengan mengenaskan" kecam Stephen


"Ampuni aku, tuan. aku tidak berniat melukainya" ucap Santos sambil berlutut dengan menahan sakit di tubuhnya


"Katakan kenapa kau bisa muncul di rumah kekasih ku?" tanya Stephen dengan tatapan tajam


"Aku hanya berniat ingin mencuri saja, tidak berniat untuk melukai siapa pun" jawab Santos dengan gemetaran


"Tidak berniat? lalu kenapa kau melakukannya?"


"Gadis itu nekad ingin merebut dompet dengan ku hanya demi selembar foto dia mengejar ku" jawab Santos dengan gemetaran di sekujur tubuh


"Lalu?"tanya Stephen dengan nada keras

__ADS_1


"Aku tidak ingin memberinya foto itu, dan dia mau membayarnya dengan uangnya untuk menukar dengan foto, dan aku mau.." jawab Santos yang terhenti


"Kau kenapa? katakan" bentak Stephen dengan emosi


"Aku ingin dia melayani ku, jika dia mau maka aku akan berikan foto itu" jawab Santos dengan ketakutan


"Teruskan" bentak Stephen dengan mulai emosi


"Dia menolak, dan aku ingin meninggalkan dia, dan di saat aku pergi dia menabur racun ke wajah ku sehingga aku merasakan panas, dan dia merebut dompet itu dari ku, dan aku langsung menikamnya dengan 2 tikaman, setelah itu aku langsung pergi karena takut ada yang tahu" jawab Santos dengan gugup


"Dia hanya meminta foto dengan mu, tapi kau malah melukainya dengan mengunakan pisau mu, apa kau tahu dia adalah wanita ku dan kau membuatnya hampir kehilangan nyawa" bentak Stephen dengan emosi


"Ikat mulutnya" perintah Stephen


"Baik Bos" jawab anggotanya yang kemudian mengikat kembali mulut Santon dengan kain


"Em...." jeritan Santos yang merasa ketakutan


Stephen yang marah besar lalu mengeluarkan pisau tajam favoritnya untuk menyiksa tahanannya


"Kau menikamnya sebanyak dua kali dan dengan beraninya kau berniat menginginkan dia melayani mu" ucap Stephen yang mendekatkan pisaunya ke bagian perut Santos


"Em...em....em..." jeritan Santos yang ketakutan sehingga berkeringat dingin


Stephen menusuk pisaunya ke perut Santos sehingga mengeluarkan banyak darah


Srek...


Lalu Stephen mencabut pisaunya dan kemudian menusuk lagi perut Santos dengan lebih dalam


Srek...


"Em....em....em....em...em..." jeritan dengan kesakitan


"Apakah nikmat rasanya?" tanya Stephen yang membuang pisaunya ke lantai


"Tapi ini masih belum cukup bagi ku untuk menyiksa mu" ujar Stephen yang memasukan tangannya ke bagian luka itu sehingga darah berceceran di lantai


"Em.......em.....em..." jeritan Santos yang kesakitan yang luar biasa


Tidak hanya itu Stephen juga mengenggam usus yang di dalam perut pria itu dan langsung menariknya keluar dari tubuh Santos, darah mengalir deras dari tubuhnya dan mengotori lantai


"Em...." jeritan Santos yang sesaat kemudian dia tewas dengan kondisi mengenaskan, selain harus menerima 2 tusukan dia juga harus di siksa oleh Stephen yang mengeluarkan usus-ususnya dengan tangan sendiri


Sontak pemandangan ini menakutkan 3 teman santos lainnya sehingga gemetaran dan akhirnya mereka pun pingsan tidak sadarkan diri

__ADS_1


Pemandangan ini adalah pertama kali bagi anggota Stephen, walau mereka sudah lama mengikuti bos mereka dan sering melihat bosnya membunuh dan menyiksa tahanannya, akan tetapi mereka belum pernah melihat jika bosnya sampai menarik keluar usus-usus tahanannya


"Buang mereka semua ke sungai, pastikan mereka semua sudah mati sebelum kalian melemparnya" perintah Stephen dengan melepaskan pakaiannya, seperti biasanya setelah dia membunuh maka dia pasti menganti pakaiannya karena telah terkena bercak darah dari korban siksaannya


"Siap Bos" jawab serentak anggotanya yang menarik mereka keluar dari rumah itu


Cherry membuka matanya dan melihat ke arah Jhon yang sedang duduk di sampingnya


"Pa" ucap Cherry yang masih lemah dan wajahnya yang pucat


"Putriku, apa kabar? kau akan segera sembuh" ujar Jhon dengan senyum paksa


"Pa, maaf"


"Anak Papa yang bodoh, mengapa harus meminta maaf?"


"Aku membuat mu khawatir"


"Kau adalah anak ku, sudah seharusnya aku khawatir dengan mu"


"Pa, aku bermimpi bertemu dengan Mama, aku memintanya membawa ku pergi, Mama tersenyum dan sangat cantik" ujar Cherry dengan suara pelan


"Mama mu memang sangat cantik, putri ku. walau Mama mu tidak di sini tapi Papa yakin dia selalu berada di sisi ku" kata Jhon dengan mengeluarkan air mata


"Pa, apakah aku akan mati?"


"Tidak, kau hanya kehilangan banyak darah dan dokter sudah mengobati mu" jawab Jhon dengan merasa sakit di hatinya


"Pa, apa aku bisa buat permintaan?" tanya Cherry yang meneteskan air mata


"Apa yang kau minta sayang? katakanlah" jawab Jhon dengan mengusap air mata putrinya


"Jika aku pergi tolong mengubur ku di samping Mama" kata Cherry dengan wajahnya yang pucat


"Putri ku, kenapa kau berkata demikian? kau akan baik-baik saja, Stephen sudah memanggilkan dokter, dan dokter itu sekarang ada di desa ini, Stephen menempatkan dokter itu di desa agar bisa rutin memantau mu"


"Pa, aku tidak berguna, membuat mu khawatir dan aku gagal merebut kembali foto itu, Stephen tentu sangat sedihkan karena foto itu sangat penting baginya"


"Cherry, Stephen hampir gila di saat dia melihat mu terluka, sebentar lagi dia akan pulang" kata Jhon dengan mata berkaca kaca


"Pa, jika aku pergi tolong sampaikan ke dia jangan marah pada ku, aku sudah berusaha untuk mendapatkan barang paling penting dalam hidupnya, dan tolong jangan melupakan ku, jika suatu saat dia sudah menemukan pujaan hatinya ingatlah aku walau hanya sesaat" ucap Cherry dengan mengeluarkan air matanya


"Gadis bodoh, apa yang kau katakan? kau harus menunggunya pulang, dia akan sampai sebentar lagi, dia pergi memberi pelajaran pada pria yang melukai mu" kata Jhon dengan memegang tangan putrinya


Bab selanjutnya

__ADS_1


Stephen melamar Cherry yang sedang kritis


__ADS_2