
"Dokter Garred, kabar saya baik-baik saja hari ini" jawab Cherry dengan sopan
"Izinkan saya untuk memeriksa Anda" ujar Garred yang menghampiri Cherry
Garred memeriksa kondisi Cherry di saat itu, karena keberadaan Stephen maka Garred hanya bisa berpura-pura tidak mengenal teman kecilnya itu, sementara Cherry masih merasa canggung karena pria yang dia kenal sudah lama tiba-tiba saja muncul di hadapannya
"Kondisi Nona baik-baik saja, bagaimana dengan makanannya apakah seleranya bagus?" tanya Garred dengan menatap dalam ke arah Cherry
"Cherry hari ini sudah bisa makan lebih banyak dari sebelumnya" jawab Stephen yang sedang berdiri di samping ranjang
"Ini sangat bagus, semoga lekas sembuh" ucap Garred dengan menatap ke arah Stephen dan Cherry
"Apa aku boleh keluar dari rumah sakit?" tanya Cherry
"Untuk beberapa hari ini saya sarankan Anda tinggal untuk beberapa hari lagi, setelah 3 hari saya ingin memeriksa jahitannya dan luka bagian dalam" jawab Garred dengan senyum
"Baiklah" jawab Cherry
"Istirahatlah, saya permisi dulu" jawab Garred dengan tatapan dalam dan kemudian meninggalkan kamar Cherry
"Terima kasih" ucap Cherry dengan sopan
"Ada apa dengan dokter ini? kenapa tatapannya terhadap Cherry begitu beda? sebuah tatapan perasaan yang mendalam" batin Stephen
"Stephen, kenapa kamu tidak sarapan?" tanya Cherry dengan menatap ke arah Stephen
"Aku masih masih belum lapar, habiskan bubur mu dulu" jawab Stephen yang duduk kembali di tepi ranjang sambil menyuapi Cherry
"Aku sudah kenyang, aku sudah makan banyak dari tadi" ujar Cherry
"Baiklah, kalau begitu minumlah dulu" kata Stephen dengan memberikan segelas air kepada Cherry
"Apa kau suka buburnya" tanya Stephen
"Enak sekali, apa di kota ini banyak makanan yang enak?"
"Tentu saja, setelah kau sembuh aku akan membawa mu pergi makan makanan yang enak" jawab Stephen dengan senyum
"Apa kamu sering ke jerman?"
"Iya, karena urusan bisnis, oleh sebab itu aku tahu di mana makanan yang paling enak" jawab Stephen dengan menyentuh wajah Cherry
"Stephen, kamu semalaman sudah berada di sini, seharusnya kamu istirahat" ujar Cherry
__ADS_1
"Aku adalah pria jika tidak tidur itu sudah biasa, dulu aku juga sering tidak tidur di saat aku lembur"
"Di San Fransisco?"
"Benar"
"Kenapa diri mu bisa tinggal di swiss? dan bukan di San Fransisco?"
"Urusan bisnis, oleh karena itu aku terpaksa di Swiss"
"Aku penasaran dengan kota kelahiran mu"
"Aku akan membawa mu ke sana, dan kita akan tinggal di sana selamanya"
"Aku tidak ingin pisah dengan Papa ku"
"Kalau begitu kita bisa ajak Papa mu bersama" ujar Stephen dengan menyentuh kepala Cherry
"Benarkah? Papa bisa tinggal bersama kita?" tanya Cherry dengan penuh berharap
"Jika ini membuat mu bahagia kenapa tidak bisa" jawab Stephen dengan senyum
"Aku yakin Papa pasti senang"jawab Cherry dengan tertawa kecil
"Asalkan diri mu senang lakukan saja apa mau mu" ujar Stephen dengan mengecup dahi Cherry
"Papa? apakah Papanya Cherry telah kembali? apa saja yang telah terjadi selama 10 tahun ini? Stephen Chin pria ini sering masuk berita, seorang pebisnis yang memiliki sikap yang kejam dan sudah bercerai dengan istrinya, dan sekarang dia bersama Cherry, apakah Cherry sudah tahu masa lalunya?" batin Garred
"Cherry, salah ku telah mengabaikan mu selama 10 tahun ini, untuk kali ini aku tidak akan lagi melepaskan mu pergi dari ku" batin Garred
"Stephen, kamu pulang tidur dulu, nanti kamu baru datang menemani ku" ujar Cherry
"Baiklah, aku akan pulang mandi, Anton akan berjaga di luar, jika kamu butuh sesuatu hubungi saja lewat handphone, jangan turun dari ranjang" kata Stephen
"Iya aku mengerti" jawab Cherry yang berbaring di ranjang
"Tidurlah, dan di saat kamu membuka mata maka kamu akan melihat diri ku yang sudah berada di sini" ucap Stephen dengan mengencup dahi Cherry
Sesaat kemudian Stephen keluar dari kamar dan kembali ke villa miliknya, sementara Anton berjaga di luar pintu
"Ternyata memang Kakak Garred pria yang pernah ku puja semasa kecil, di saat itu dia sangat baik dan lembut pada ku, dan sering membantu ku, di saat usia ku 13 tahun aku sudah mulai bekerja dengan ayahnya, dan di saat itu dia sering membantu ku, dia bercita-cita tinggi ingin menjadi seorang dokter dan pergi ke jerman, dia berjanji pada ku akan kembali menemui ku setelah berhasil, tapi kelihatannya dia sudah lupa dengan semua itu" batin Cherry
Gerrad yang mendapati Stephen telah kembali ke rumahnya dirinya pun mengambil kesempatan untuk menemui Cherry, karena dirinya adalah seorang dokter maka Anton pun tidak merasa curiga dan membiarkan dia masuk ke kamar Cherry
__ADS_1
Klek..
Gerrad melangkah masuk dan menghampiri Cherry yang baru memejamkan matanya
"Cherry gadis peracik obat" ucap Garred yang berdiri di samping ranjang sambil menatap ke arah Cherry
Mendengar suara panggilan Cherry membuka matanya dan melihat pria yang pernah masuk ke hatinya sedang berdiri di hadapannya
"Kak Garred" sebut Cherry yang ingin bangkit dari tidurnya
"Aku mengira kamu sudah lupa, Cherry" kata Garred dengan senyum
"Bukankah Kakak juga berpura-pura tidak mengenal ku?" ucap Cherry dengan duduk bersandar
"Itu karena dia ada di sini" jawab Garred
"Aku tidak menyangka jika Kak Garred menjadi dokter di sini"
"Aku lebih tidak menyangka jika kamu adalah salah satu pasien ku, dan yang paling mengejutkan ku adalah pria yang datang bersama mu adalah Stephen Chin"
"Kenapa merasa terkejut?"
"Karena dia adalah pebinis kejam dan juga statusnya adalah duda" kata Garred yang duduk di kursi samping ranjang
"Dia tidak seperti yang di katakan orang"
"Cherry, apa kamu sudah lama mengenalnya?"
"Sudah, aku bekerja dengannya"
"Kenapa kamu bisa bekerja dengannya? apa kamu sudah tidak tinggal di desa?"
"Setelah Mama ku meninggal demi ingin mencari Papa maka aku memberanikan diri ke kota"
"Ke kota? Bibi sudah meninggal? kenapa? apa yang terjadi?"
Cherry menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya selama ini
"Aku tidak menyangka kejadian bisa seperti ini, selama 10 tahun aku meninggalkan desa banyak telah terjadi" ucap Garred
"Kelihatannya Kakak sudah berhasil, aku dengar Kakak telah menjadi dokter terkenal di sini, selamat untuk mu karena cita-cita mu sudah tercapai" ucap Cherry dengan senyum
"Cherry, apa kamu marah pada ku?"
__ADS_1
"Tidak, kenapa aku harus marah pada mu?"
"Karena aku tidak ada kabar selama ini, dan ini telah berlalu selama 10 tahun, aku mengejar cita-cita ku, ambisi ku menjadi dokter yang terkenal tapi karena kesibukan ku aku malah tidak menghubungi mu. Cherry mau kah kau menikah dengan ku?"