
"Bos, Yones sudah kita hapus, dan selanjutnya apa rencana kita?" tanya Varlo
"Aku masih ada sedikit urusan dan belum bisa kembali ke san fransisco, setelah urusan ku selesai maka aku akan menyusul kalian" jawab Stephen
"Baik Bos" jawab Varlo
"Bagaimana dengan kondisi di sana? apa ada yang mencari masalah dengan kita?"tanya Stephen
"Lapor Bos, ada mafia yang bernama Joseph sempat berseteru dengan anggota kita, mereka kelihatannya adalah warga baru san fransisco" kata Murphy
"Joseph Wisley?" tanya Stephen
"Benar Bos, apakah bos mengenalnya?" tanya Varlo
"Joseph Wisley adalah mafia dari kumpulan Eagle, dia di kenal sangat egois, di usia muda dia sudah menjadi ketua mafia di kumpulannya" jawab Stephen
"Di saat itu anggotanya berseteru dengan anggota kita karena mereka sama-sama makan di sebuah restoran, hanya karena pelayanan restoran yang lamban membuat anggota Joseph melakukan kekerasan kepada pelayan sana, karena keributan itu maka melibatkan anggota kita yang berada di sana juga, oleh sebab itu anggota mereka dan anggota kita berkelahi di dalam restoran itu" jawab Varlo
"Apakah mereka tahu anggota kita dari kumpulan mana?" tanya Stephen
"Tidak, anggota kita tidak mengatakannya" jawab Varlo
"Abaikan saja kalau begitu, jika mereka tidak mencari masalah sama kita, kita tidak perlu peduli" jawab Stephen
"Baik Bos" jawab Varlo
"Kalian besok sudah boleh kembali ke san fransisco, aku akan menyusul setelah urusan ku selesai" ucap Stephen
"Siap Bos" jawab serentak anggota Stephen
Keesokan harinya
Jerman...
Villa Stephen
"Cherry, apa yang kamu lakukan?" tanya Anton yang sedang melihat cherry sedang sibuk membersih ruangan
"Anton, aku hanya ingin mengerakkan badan ku" jawab Cherry sambil sibuk dengan tangannya
"Luka mu baru sembuh tidak baik jika kau banyak bergerak, lagi pula ini bukan bagian tugas mu" kata Anton
"Aku juga tinggal di sini, jadi sudah seharusnya aku membersihkannya, lagi pula aku adalah asisten pribadi Stephen jadi aku harus bekerja juga" jawab Cherry dengan senyum
__ADS_1
"Hah...asisten? Cherry, kau adalah calon istri Bos, tidak seharusnya kau melakukan pekerjaan berat seperti ini, cepat hentikan dan istirahat dulu" ujar Anton dengan merebut alat pembersih dari tangan Cherry
"Anton, kenapa kau sama saja dengannya? aku bukan gadis manja yang tidak bisa bekerja"
"Cherry, ini biarkan saja pelayan sini yang mengerjakannya, pergilah jalan-jalan jika diri mu merasa bosan, aku akan mengantar mu"
"Aku tidak mau kemana-mana, aku hanya ingin di rumah saja" jawab Cherry
"Kalau begitu kamu menonton saja"
"Iya, aku tahu" jawab Cherry dengan melangkah ke ruangan tamu
Saat di ruangan tamu Cherry membuka handphonenya dan membaca berita di internet
"Christian Han lagi? kenapa dia sering saja muncul di berita?" gumam Cherry yang sedang membaca di internet tentang kematian Yones
"Yones pengedar narkoba terbesar di afrika tewas di siksa, kematiannya sangat mengenaskan dengan 10 jari di potong, dua mata di keluarkan dengan paksa dan di bagian intinya di potong, seluruh harta benda miliknya juga hilang dan gudang beserta barang-barang milik korban telah di ledakkan, para pelakunya yang tidak lain adalah Christian Han yang di kenal sebagai penjahat dan pengedar narkoba terbesar di dunia" kata Cherry yang sedang membaca berita di internet
"Berita ini benar-benar gempar, mereka adalah sama-sama pengedar narkoba dan saling membunuh, bukankah Stephen juga di afrika? tidak tahu bagaimana dengannya? mudah-mudahan dia tidak apa-apa" gumam Cherry
"Apakah dia sudah balas dendam? dan bagaimana dengan kondisinya? apa dia akan membunuh orang yang melukai Kelly?" batin Cherry
"Siksaan Christian sangat kejam, dia bukan manusia yang punya hati, dengan begitu tega dia menyiksa orang tanpa ampun, sangat menakutkan, semoga saja aku tidak akan bertemu dengan orang seperti ini" gumam Cherry
"Cherry, ada ada apa dengan mu? kenapa raut wajahnya mu seperti ada masalah?" tanya Anton yang berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa berhadapan dengan Cherry
"Ah...itu sudah biasa" jawab Anton dengan alasan
"Sudah biasa? iya juga. tapi siksaan dari Christian Han sangat mengerikan, di sini juga tertulis jika dia sudah di kenal sebagai pembunuh berhati iblis karena suka menyiksa" kata Cherry yang sambil membaca berita di handphonenya
"Cherry, apa menurut mu Christian Han adalah penjahat?" tanya Anton dengan penasaran
"Iya, dia sudah membunuh banyak orang dan selain itu dia juga pengedar narkoba tentu saja dia adalah penjahat" jawab Cherry
"Jika salah satu kenalan ku adalah dia apa kau masih mau berteman dengannya?"
"Tidak, aku tidak mau berteman dengannya jika dia salah satu temanku" jawab Cherry dengan terus terang
"Jika dia baik pada mu selama ini apakah kau tetap tidak peduli padanya?"
"Membunuh adalah suatu kesalahan apalagi menyiksa orang dengan cara yang sangat kejam, bisnisnya juga melanggar undang-undang, jika dia teman ku aku akan menjauh darinya" jawab Cherry
"Jika di saat itu kau memilih pergi maka kau tidak akan bisa lolos, siapa pun tidak akan bisa lolos dari tangan bos" batin Anton
__ADS_1
"Apa kau mengenalnya?" tanya Cherry dengan menatap ke arah Anton
"A..apa?" tanya Anton di kagetkan dengan pertanyaan Cherry
"Apa kau mengenal Christian Han?"
"Ti...tidak" jawab Anton dengan terbata
"Kenapa wajah mu pucat? apa kau sakit?"
"Tidak, hanya panas saja, aku masih ada urusan aku keluar buat panggilan sebentar" jawab Anton dengan alasan dan beranjak keluar rumah
"Ada apa dengannya?" gumam Cherry dengan penasaran
"Kenapa bisa tiba-tiba saja Cherry bertanya demikian? jika dia tahu apa reaksinya? dia pasti marah karena bos sudah membohonginya, aku juga khawatir jika Cherry tahu di saat itu apa reaksinya" batin Anton
Sesaat kemudian nada dering masuk ke handphone miliknya
"Hallo" jawab Anton yang menerima panggilan tersebut
"Hallo, Anton. para detektif itu sedang berteriak ingin bertemu dengan bos" kata Micheal yang di seberang sana
"Biarkan saja, beri makan untuk mereka jangan biarkan mereka mati, bos sedang berada di afrika"
"Iya, aku sudah membaca berita itu, sangat memgemparkan afrika, akhirnya bos kita berhasil membalas dendam untuk nona Kelly"
"Benar, ini sudah lama sekali, dan setelah selesai urusan dengan Owen dan perusahaannya bos akan kembali ke san fransisco"
"Aku sudah tidak sabar untuk kembali ke sana dan berkumpulan dengan semua teman kita di sana"
"Sama aku juga, jaga Owen dengan baik, tidak tahu apa tindakan bos terhadap mereka nantinya"
"Mereka tidak mau makan selama ini, mereka sengaja melawan dan sangat keras kepala"
"Biarkan saja kalau begitu, lihat seberapa hebat dia bisa menahan lapar"
"Berita King Devil masih heboh, dan berita Owen dan lainnya yang hilang juga mengemparkan kota swiss"
"Kita tunggu saja apa tindakan bos setelah dia kembali"
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilan mereka
Cherry kembali ke kamarnya dan menhempaskan diri di atas kasur
__ADS_1
"Walau jerman adalah kota indah tapi aku tetap lebih suka di desa, aku rindu sama papa, andaikan dia di sini dia pasti bisa menemani ku, selama ini papa sudah merantau kemana-mana pasti dia sudah pernah ke sini juga" gumam Cherry
"Andaikan papa di sini aku tidak akan bosan" gumam Cherry