
Viora yang tertarik dengan tubuh Christian berusaha untuk mengodanya dan mulai memeluknya dari belakang dengan berbisik di telinga Christian
"Ini adalah pertama bagiku, tapi aku dengan senang hati berikan padamu, aku tahu kamu kesepian dan sangat membutuhkannya. Tuan, jangan menahannya lepaskan hasratmu yang selama ini yang kamu tahankan, kau bebas ingin melakukan apapun pada tubuhku ini, masalah malam ini hanya urusan kita berdua, nyonya tidak akan tahu, untuk selanjutnya setiap malam aku akan memberikannya padamu, aku bisa menjadi kekasih gelapmu, kita akan menjaga perasaan nyonya agar dia tidak tahu, kita akan melakukannya setelah dia tidur" ucap Viora yang tangannya mulai masuk ke dalam kemeja yang di kenakan oleh Christian, tangan merasakan tubuh kekar dari pria itu
Christian yang merasakan sentuhan gadis cantik itu lalu dirinya bangkit dari kursinya dan berdiri berhadapan dengan Viora
"Kau ingin menjadi penganti istriku?" tanya Christian dengan senyum
"Aku tahu aku tidak layak, tapi aku rela jika hanya menjadi kekasih gelapmu, aku tidak akan membiarkan mu kesepian dan selalu akan melayani mu setiap saat" jawab Viora yang mendekatkan dirinya sehingga dua buah dadanya bersentuhan dengan tubuh Christian
"Kau memang tidak layak untuk menjadi penganti istriku, karena istriku tidak bisa di gantikan oleh siapapun, kekasih gelap? apa kau kira kau layak? kau tidak ada bedanya dengan pelac*u yang berpakaian tipis untuk mengoda suami orang" bentak Christian yang memegang erat telapak tangan gadis itu dan membalikkan tubuh Viora dan menekannya ke atas meja dengan kasar
"Aaaaaarrghhhhh, Tuan. sakit" jeritan Viora yang kesakitan
Christian mengunakan tangan kiri membekap mulut Viora, sementara tangan kanannya masih memegang telapak tangan Viora dengan kuat
"Sakit? kau mengunakan tanganmu ini untuk menyentuhku, dan kau harus tahu akibatnya jika kau menyentuhku" ucap Christian yang mematahkan jari-jari Viora
Krek....krek...
"Em...em....em....em.." jeritan Viora yang merasakan sakit yang luar biasa sehingga mengeluarkan air matanya, dengan posisi tubuhnya terlungkup di meja dan tangan kanannya di belakang karena di tahan oleh Christian
Di malam itu Christian memberi pelajaran kepada Viora dengan mematahkan lima jari gadis itu, gadis itu tidak bisa melawan dan berteriak karena di bekap, dan hanya bisa menerima siksaan pria kejam itu
"Kau mengatakan istriku cacat? apa kau tahu istriku bukan cacat dia hanya terluka dan untuk sementara tidak bisa berjalan, dia akan sembuh di saatnya tiba" ujar Christian yang menghempaskan Viora ke lantai
Bruk...
"Aaaarrrrhhh, kenapa kau kejam padaku? aku hanya ingin melayanimu saja, agar kau tidak kesepian" teriakan Viora dengan merasa kesakitan yang luar biasa pada jarinya yang di patahkan oleh Christian
"Melayaniku? kau tidak layak wanita jal*ng, siapa yang mengatakan aku kesepian, aku memiliki istriku yang begitu setia padaku dan anakku yang lucu dan mengemaskan, hidupku sudah sempurna karena memiliki keluarga yang bahagia, tapi kau malah beraninya menghina istriku dan mengodaku" ketus Christian yang memegang erat tangan kiri Viora
"Aaaarrhh" jeritan Viora yang kesakitan
__ADS_1
"Tu..tuan, jangan sakiti aku. aku hanya ingin memuaskan mu, istri mu sudah tidak bisa memuaskan mu di ranjang, dan kau adalah pria tentu saja kau butuh wanita untuk melayanimu, dan aku rela melakukanmya asal kau mau" kata Viora yang menangis karena kesakitan
Christian lalu menekan tubuh Viora ke lantai dan menutup mulutnya dengan tangan kanannya
"Memuaskan ku? kau mengira kau siapa? aku sudah puas dengan istriku, dia tidak perlu mengunakan tubuhnya untuk memuaskan aku, dia hanya perlu hidup bersamaku saja itu sudah membuatku cukup puas" ujar Christian yang mematahkan lagi jari tangan kiri Viora
Krek...
"Em....em....em..." jeritan Viora yang kesakitan sehingga mengeluarkan air matanya
"Apa kau tahu seorang pria sejati tidak akan mengkhianati istrinya walau istrinya sedang tidak bisa merawat dan melayani suaminya, aku adalah pria yang berpegang pada janji ku, perasaan istriku sangat penting bagiku, jadi apa kau mengira jika kau menawarkan tubuh busuk ini untuk mengodaku maka aku akan menerimanya? kau salah. aku tidak kesepian atau pun tertekan dengan kondisi istriku, tapi aku bahagia karena istriku mengutamakan nyawaku di saat dirinya dalam bahaya, dia rela berkorban demi aku dan anak kami, jadi aku tidak ada alasan untuk mengkhianatinya demi hanya kesenangan ku sendiri" bentak Christian dengan kesal dan kemudian melepaskan tangannya
"Aaarrrrrhhh" teriakan Viora yang wajahnya telah pucat akibat kesakitan pada 10 jarinya yang telah patah
Christian lalu menghubungi Anton di malam itu juga
"Hallo Bos" jawab Anton di seberang sana
"Aku beri kau waktu 10 menit untuk muncul di hadapanku, dan lempar wanita jal*ng ini ke depan rumah Thomas"
Sesaat kemudian Christian memutuskan panggilannya, dirinya mengambil tali mengikat ke dua tangan Viore ke belakang serta mulutnya di sumbat kain
Setelah 10 menit kemudian
Anton mempercepatkan kelajuan mobilnya menuju ke rumah bosnya
"Bos" sapa Anton yang melangkah masuk ke ruangan kerja Christian
Di saat itu dia melihat Viora dengan posisi terlungkup dengan tangannya di ikat kebelakang dan tulang jari-jarinya yang telah patah, serta mulutnya di sumbat kain, kondisi gadis itu sangat pucat dan tidak berdaya, Anton yang sudah tahu sifat bosnya itu maka dia pun tidak bertanya apapun
"Bawa si pelac*r ini pergi dari hadapanku, dan lempar ke depan rumah bocah itu" perintah Christian dengan tegas
"Baik Bos, segera ku lakukan" jawab Anton dengan menurut
__ADS_1
Anton segera mengangkat tubuh Viora beranjak keluar dari ruangan bosnya
Setelah Anton pergi Christian langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya
Klek
"Christian, sudah jam 11 kenapa masih belum tidur" tanya Cherry yang baru terbangun dari tidurnya
"Tadi aku sedang memeriksa laporan anggota, dan sekarang sudah selesai" jawab Christiam yang baring di samping istrinya
"Jangan bekerja sampai larut malam" kata Cherry dengan menyentuh wajah Christian
"Aku akan mendengarkan mu sayang" ucap Christian dengan menarik Cherry tidur di pelukannya
"Wajahmu kelihatannya sangat lelah, besok pagi tidak perlu bangun terlalu awal" ujar Cherry
"Baiklah, selamat malam istriku" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya
"Selamat malam" balas ucapan Cherry yang tiduran di pelukan Christian
Keesokan harinya
Christian dan Cherry bersama Aaron berada di ruang tamu, Cherry merasa bahagia di saat melihat putranya yang sedang tersenyum sambil melihat kearahnya, Cherry yang duduk di sofa sambil mengendong sang buah hatinya dengan di temani Christian yang duduk di sampingnya
"Cherry, bagaimana jika mulai malam ini Aaron tidur bersama kita?" tanya Christian dengan senyum
"Apa bisa dia tidur denganku?"
"Tentu saja, aku tahu selama ini kau berharap bisa tidur dengannya, dan malam ini dan seterusnya Aaron akan tidur bersama kita"
"Iya" jawab Cherry dengan senyum bahagia
"Apa kau bahagia?' tanya Christian dengan tatapan dalam
__ADS_1
"Aku bahagia"
"Baguslah, kalau begitu maka kita akan bahagia selalu dan selamanya" ucap Christian dengan mencium wajah istrinya