
"Papa" suara panggilan Cherry yang datang bersama dengan Stephen
"Cherry" balas Jhon dengan menatap ke arah putrinya yang sedang berjalan menghampirinya
"Stephen" sapa Jhon
"Jhon" balas sapaan Stephen
"Kapan kau sampai?" tanya Jhon dengan senyum
"Aku baru sampai, dan mengajak Cherry untuk ke sini" jawab Stephen
"Ini adalah Mama Cherry, Lionela" kata Jhon dengan menunjukan makam Lionela
Stephen memberi penghormatan dengan menunduk sebanyak tiga kali
"Stephen, kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Jhon dengan penasaran
"Aku ingin bertemu dengan putri mu" jawab Stephen dengan senyum
"Kelihatannya jika putri ku ingin kabur juga tidak bisa lagi" ujar Jhon dengan seraya bercanda
"Papa, jangan mengejek ku" ucap Cherry dengan menepuk lengan Jhon
"Putri ku di kejar seorang pria tampan yang sukses dari kota sampai ke desa, dan jangan berharap kau bisa kabur dari Stephen" ujar Jhon dengan mengusik putrinya
"Papa, kenapa malah tertawaiku?" gerutu Cherry
"Iya sudahlah, Stephen berada di sini jadi kita akan makan bersama di siang ini. Cherry, siapkan makanan siangnya, Papa ingin berbicara dengan Stephen"
"Iya, aku tahu" jawab Cherry dengan menurut dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Jhon dan Stephen berdua di sana
"Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan?" tanya Stephen
"Stephen, kita bertemu dari awal adalah musuh, dan sekarang kau bersama putri ku, jika bukan karena Cherry mungkin saja kita tidak mungkin berbaikan" kata Jhon dengan berdiri di hadapan Stephen
"Benar kata mu, tapi aku tidak pernah membenci mu" jawab Stephen
"Aku juga, di saat itu aku hanya demi uang, dan aku bertemu dengan gadis muda yang jauh lebih ahli dari ku, dan aku sebenarnya kagum padanya di saat itu, walau di pikir seribu kali aku tetap tidak menyangka jika dia adalah putri ku dan ini sangat berubah hidup ku menjadi lebih bermakna" jelas Jhon sambil menatap makam Lionela
"Terima kasih pada mu dan Lionela karena telah melahirkan seorang putri yang baik dan ceria" ucap Stephen dengan senyum
__ADS_1
"Stephen, siapa diri mu sebenarnya? apakah kau adalah Stephen Chin?" tanya Jhon yang mencurigai identitas Stephen
"Kenapa kau bisa bertanya seperti itu?"
"Paman mu itu sudah meninggal, apakah karena di rampok? dia berniat mencari masalah dengan mu, dan kemudian dia di bunuh, apakah ini hanya kebetulan?"
"Menurut mu siapa aku sebenarnya jika diriku bukan Stephen Chin?"
"Aku tidak bisa menebak, tapi aku yakin kau bukan Stephen Chin yang aslinya" jawab Jhon dengan yakin
"Kenapa kau bisa begitu yakin jika aku bukan dia?"
"Aku pernah menyelidiki jika Stephen Chin adalah seorang yang ramah, tapi kau beda dengannya, sifat mu sangat dingin dan kejam ini bisa di lihat dari sorotan mata mu"
"Jika aku mengatakan aku memang bukan dia, lalu apa kau akan melarang ku bersama Cherry?"
"Jika aku melarang apa yang akan kau lakukan?"
"Tidak ada yang bisa melarang ku untuk bersamanya"
"Apa kau yakin kau mencintainya? jika kau memiliki identitas lain maka kau harus memberitahunya"
"Aku akan melakukannya, tapi untuk sekarang bukan waktu yang tepat"
"Ini tidak akan terjadi pada aku dan Cherry, aku tidak akan membiarkan wanita ku jauh dari ku"
"Stephen, aku tidak akan bertanya siapa dirimu, karena bagi ku yang penting adalah kau mencintainya, itu saja yang ku harapkan"
"Mengenai ini kau tidak perlu khawatir, siapa pun diri ku, aku tetap akan menjaga dan melindunginya" jawab Stephen dengan yakin
"Cherry merasa ragu terhadap perasaan mu padanya, aku tidak tahu apa yang membuat dirinya berfikir demikian, mungkin saja ada sesuatu yang menganjal hatinya, sehingga dia meragukan hubungan ini. anak gadis sangat rapuh apalagi dia melihat sendiri Mamanya terluka dan di khianati tentu baginya ini adalah trauma baginya, jadi jagalah hati dan perasaannya, jangan membuat dia ragu pada mu, ini adalah pertama kali dia menyukai seseorang, jika dia sampai merasa ragu padamu maka kalian tidak akan bahagia" kata Jhon
"Mungkin mengenai percintaan aku masih harus banyak mempelajarinya, aku tidak bisa menebak apa yang ada di fikiran Cherry" jawab Stephen
"Aku yakin kau pasti bisa" ucap Jhon dengan menepuk pundak Stephen
"Terimakasih" ucap Stephen dengan senyum
"Ada satu hal yang membuat ku penasaran"
"Ada apa?"
__ADS_1
"Berapa usia mu?"
"Usia ku 40 tahun"
"Usia mu sudah 40 tahun, tapi tidak kelihatan tua sama sekali" kata Jhon dengan seraya bercanda
"Tentu saja, karena aku tidak bermain racun oleh sebab itu aku kelihatan lebih muda dari mu" jawab Stephen
"Usia ku tidak jauh dari mu, usia ku baru 50"
"Kalau begitu aku harus memanggil mu paman saja karena kau adalah ayahnya Cherry" kata Stephen dengan bercanda sambil berjalan bersama Jhon
"Jangan, itu sangat tua, bagus panggil nama ku saja" jawab Jhon yang berjalan sambil merangkul pundak Stephen
"Paman lebih cocok untuk mu karena kelak kau akan menjadi mertua ku"
"Akan terasa aneh jika usia kita hanya berpaut 10 tahun tapi kau memanggil ku papa"
"Lama-lama kau akan terbiasa, jadi tidak perlu di simpan dalam hati"
Cherry yang sedang berada di rumahnya sedang sibuk di dapur, tiba-tiba saja muncul dua orang pria di dalam rumahnya.
"Hei...di dapur ada orang" kata salah satu pria yang berniat untuk mencuri
"Mari kita mengancamnya" jawab temannya
Mereka dengan perlahan berjalan ke arah dapur yang di mana Cherry sedang memasak, dua pria itu dengan membawa pisau tajam dan melangkah masuk ke dalam dapur
"Nona" ucap serentak mereka yang melihat Cherry sedang sibuk
"Siapa kalian?" teriak Cherry yang di kejutkan oleh mereka
"Berikan uang dan kami akan pergi dari sini" kata salah satu pria itu dengan menunjukan pisaunya
"Heh..dia sangat cantik, sayangkan jika tidak kita nikmati dulu, lagi pula sini sepi jadi tidak ada yang tahu" ucap temannya
"Kalian keluar, jangan mendekat" teriak Cherry dengan merasa cemas dan sambil mengambil pisau sayur
"Noni manis, kau sangat cantik, jika kau menuruti kami maka kami tidak akan melukai mu, setelah itu kami akan pergi"
"Benar, kami ada dua orang dan kau hanya seorang, jadi mana mungkin kau bisa lolos, oleh karena itu bagus turuti saja keinginan kami, kita bermain sampai puas dan berikan kami uang dan setelah itu kami akan pergi dan tidak akan menyakiti mu"
__ADS_1
"Kalian gila, jika kalian mendekat maka jangan menyesal" bentak Cherry dengan kesal