
"Alex, awasi gadis itu, tangkap dia di saat dia bersendirian di luar" perintah Jhon
"Baik Tuan" jawab Alex dengan menurut
Kediaman Chin
"Tuan, tim kita mendapat kabar Vivian dan Carlos ada di dalam kota, anggota tim mengikuti mereka sehingga ke tempat tinggal mereka, mereka tinggal di sebuah penginapan" kata Anton
Prak..
Bunyi hentakan meja di lakukan oleh Stephen yang sedang emosi
"Mereka akhirnya muncul, sekian lama menghilang, di mana alamatnya? aku ingin langsung ke sana aku tidak sabar lagi membunuhnya dengan tangan ku sendiri"ketus Stephen dengan tatapam aura membunuh
"Tuan, Micheal sedang mengawasi dari luar penginapan, jika ingin menangkap mereka maka ini sangat mudah"
"Tangkap saja, bawa ke kediaman tim kita, aku akan menyiksa mereka dengan tangan ku sendiri, jika bukan karena mereka maka Kelly tidak akan mati"
"Siap Tuan" jawab Anton yang kemudian meninggalkan ruangan itu
"Carlos dan Vivian, Kelly di siksa sebelum menghembuskan nafas terakhir, dan aku ingin kalian juga mendapat siksaan yang sama" gumam Stephen
Klek
"Stephen" suara panggilan Cherry yang sambil membawakan makanan
"Cherry, masuklah" sahut Stephen yang melihat ke arah kekasihnya
"Kenapa dengan mu? siapa yang membuat mu marah?" tanya Cherry sambil meletakkan piring makanan dan secangkir kopi
"Tidak ada, hanya urusan kerja saja, aku ingin menghubungi Anton sebentar, ada sesuatu yang mau ku pesan" kata Stephen yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari ruangan
Di saat Stephen keluar tinggal Cherry sendirian di ruangan baca, Cherry yang ingin merapikan buku di atas meja itu tanpa sengaja dia melihat foto Kelly yang tersimpan di dompet milik Stephen, raut wajah Cherry berubah di saat melihat dompet kekasihnya tersimpan foto wanita lain, perasaan sedih dan cemburu di rasakan oleh nya akan tetapi dia hanya diam tanpa ingin menyentuh dompet tersebut
"Di saat itu karena foto ini dia marah besar, aku tidak menyangka foto gadis ini begitu penting baginya sehingga dia menyimpan di dalam dompetnya, walau aku bertanya dia tetap tidak ingin memberitahu ku" batin Cherry dengan merasa kekecewaan
Dan setelah menarohkan makanan dan minuman dirinya pun keluar dari ruangan itu, niat ingin merapikan meja Stephen akan tetapi tidak bisa di lakukan olehnya karena melihat foto itu.
Lalu Cherry pun kembali ke ruangan yang di mana tempat dirinya meracik obat herbal.
__ADS_1
"Walau dia melihat ku setiap hari tapi di hatinya tetap ada dia, jadi siapa aku baginya? apakah dia tidak bisa melepaskan salah satu dari kami? atau baginya aku hanyalah penganti, kemana gadis itu pergi kenapa Stephen tidak mencarinya? atau masih menunggunya kembali?" batin Cherry yang meneteskan air mata
"Ma, aku tidak bisa membayangkan di saat pria jahat itu pergi dengan wanita lain betapa sakitnya hati mu? aku yang baru saja melihat pria yang ku cintai menyimpan foto wanita lain di dalam dompetnya aku sudah merasa sangat sakit dan sesak, aku bahkan tidak tahu apakah aku penting baginya" batin Cherry
Karena merasa tertekan Cherry pun ingin berjalan-jalan di luar dengan niat ingin menenangkan pikirannya
Stephen yang kembali ke ruangan bacanya melihat gadis itu tidak ada lagi berada di sana
"Cepat sekali dia sudah keluar" gumam Stephen yang menghampiri mejanya. dirinya tersenyum melihat makanan dan minuman yang di sediakan oleh Cherry tadi.
Di saat Stephen duduk di kursi dia melihat foto Kelly yang berada di laptopnya
"Gawat aku lupa menyimpan foto ini, dan biarkan dompet ku terbuka, apakah Cherry tadi ada melihatnya?" batin Stephen
Stephen langsung bangkit dari tempat duduknya dan keluar mencari keberadaan kekasihnya itu
"Chintia, Chintia" suara panggilan Stephen yang menuju ke dapur
"Tuan, ada butuh sesuatu?" jawab Chintia
"Di mana Cherry? aku mencari di kamarnya dia tidak ada" tanya Stephen dengan cemas
"Baiklah"
"Cherry pasti sudah melihat foto itu, jika aku mengatakan siapa diri ku maka dia pasti akan menjauh dari ku, jika dia tahu aku adalah seorang penjahat yang sudah membunuh banyak orang dan juga pengedar narkoba dia pasti akan semakin takut pada ku" batin Stephen
Di sisi lain Cherry sedang berjalan santai sambil mencari udara segar agar bisa menenangkan pikirannya, dan tanpa dia sadari Alex yang telah mengikuti dirinya selama dia berjalan di tepi jalan besar itu sedang berniat ingin membawanya pergi
"Bagaimana hubungan ini akan berlanjut? jika ada kehadiran wanita lain di dalam hatinya, kenapa dia harus memaksa ku berada di sisinya dengan cara mengancam ku? jika aku bisa pergi aku ingin pergi jauh darinya,dari pada aku harus berada di antara dia dan gsdis itu, ini sangat tidak nyaman" batin Cherry
Brak..
Pukulan ke bagian belakang kepala Cherry yang di lakukan oleh Alex dengan mengunakan tongkat baseball
Karena pukulan itu Cherry langsung tidak sadarkan diri
Alex langsung menggangkat tubuh Cherry meninggalkan tempat itu dan membawanya ke suatu tempat.
Setelah dua jam kemudian
__ADS_1
Stephen yang sedang duduk di sofa ruangan tamu dengan niat menunggu kekasihnya, akan tetapi menunggu selama dua jam Cherry masih belum menampakkan dirinya, sehingga membuat Stephen berulang kali melihat jam tangannya
"Sudah dua jam, tidak mungkin dia mencari sesuatu selama dua jam" gumam Stephen dengan merasa khawatir
Lalu dirinya mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang di seberang sana.
"Hallo Bos" jawab Micheal
"Micheal, utuskan anggota mencari Cherry sampai dapat" perintah Stephen
"Baik Bos"
Setelah selesai bicara Stephen memutuskan panggilannya dan pergi meninggalkan rumah dengan niat ingin mencari keberadaan Cherry
"Cherry, aku punya firasat tidak bagus, aku berharap kau baik-baik saja dan kembali lagi pada ku" batin Stephen
Di sisi lain Alex membawa Cherry ke lantai atas bangunan kosong yang di mana sedang di tunggu oleh Jhon
"Tuan, aku sudah membawanya" kata Alex yang sedang mengangkat tubuh Cherry yang di pundaknya
"Kenapa dia bisa pingsan?" tanya Jhon yang sedang berdiri di hadapannya
"Aku terpaksa memukul kepalanya dengan tongkat baseball" jawab Alex dengan menidurkan Cherry di lantai
"Apakah kau yakin Stephen tidak melihatnya?"
"Dia hanya bersendirian"
Jhon berjalan menghampiri Cherry yang masih belum sadarkan diri
"Jangan menyalahkan ku harus melibatkan mu, jika ingin menyalahkan maka salahkan saja Ayah mu yang tidak berguna itu" batin Jhon
"Tuan, selanjutnya apa yang ingin kita lakukan?"
"Bawa brengs*k itu kemari" perintah Jhon yang sedang melihat ke arah Cherry
"Lionela, putri mu ada di tangan ku, aku ingin mengunakannya untuk membuat pria brengs*k itu sakit hati, tidak mungkin jika dia tega melihat putrinya di siksa oleh ku" gumam Jhon
Bab selanjutnya
__ADS_1
Paolo berusaha ingin memprovokasi Cherry untuk melawan Jhon Wilster