
"Tentu saja tidak ada, aku tidak pernah memiliki wanita lain" jawab Stephen dengan serius
"Kau adalah Christian Han tidak ada yang tahu mengenai percintaan mu, orang luar hanya tahu kau adalah penjahat dan pengedar narkoba terbesar, tapi mengenai kehidupan pribadi mu tidak ada yang tahu, aku hanya tidak ingin kau telah memiliki kekasih di sana dan di sini kau bersama Cherry, dan ini akan membuatnya terluka" jelas Jhon
"Jhon, aku walau pun kejam tapi aku bukan pria pemain wanita, Cherry adalah gadis pertama dalam hidup ku, aku hidup selama 40 tahun tidak ada wanita yang ku simpan di dalam hati, dan Cherry adalah satu-satunya, aku ingin memberitahunya tentang identitas asli ku tapi bukan sekarang, aku akan menunggunya sampai sembuh baru beritahu padanya, sebelum menikahinya aku ingin dia tahu siapa diri ku, dan untuk saat ini aku ingin menjaganya dengan baik" ujar Stephen
"Aku percaya kata mu. Stephen, aku hanya meminta pada mu jika suatu saat kau telah bosan dengannya aku hanya meminta kau jangan melukainya, antarlah dia kembali ke sisi ku biar aku yang menjaganya" ucap Jhon
"Tidak akan ada kesempatan itu, aku tidak akan mengembalikan dia pada mu, karena dia akan menjadi Cherry Wilster Han, dia akan menikah menjadi istri ku dan menjadi ibu dari anak-anak ku" jawab Stephen dengan senyum
"Aku pegang janji mu, apa kau tahu gadis polos seperti dirinya bersama dengan mu sama saja mempertaruhkan nyawanya, karena kau adalah buronan bagi semua orang, aku tidak tahu apakah kau akan menjaminkan hidupnya akan aman-aman saja"
"Jangan khawatir dengan soal itu, Jhon. aku tidak akan membiarkan wanita milik ku dalam bahaya, aku tahu kehilangan itu rasanya sangat menyakitkan, aku juga pernah kehilangan seseorang yang sangat penting bagi ku dan itu meninggalkan luka yang mendalam, bahkan untuk selamanya luka ini masih tetap ada, jadi aku tidak akan membiarkan Cherry terluka, tentu saja aku akan melindunginya dengan sepenuh hati" ujar Stephen
"Baiklah, aku yakin kau bisa melakukannya, aku hanya memiliki seorang putri, dan aku tidak ada kesempatan menjaganya dengan baik, dan sekarang dia sudah memiliki diri mu, jadi aku akan percayakan pada mu" jawab Jhon dengan senyum
Keesokan harinya
Di pagi hari jam dinding menunjukkan pukul 7 pagi. Cherry membuka matanya dan menoleh samping dan mendapati Stephen sedang tidur di sampingnya.
"Baru kali ini aku melihatnya tidur dengan jarak yang dekat, dia sangat tampan. wajah ini sangat mampu membuat para wanita tertarik padanya. Stephen, kau sangat dekat dengan ku tapi aku tidak bisa melihat hati mu, tidak apa-apa jika kau ingin menyimpan foto gadis itu, aku tidak akan mempertanyakan lagi, dia sudah meninggal dan kau sangat setia padanya, seharusnya aku kagum pada kesetiaan mu, aku yang masih hidup tidak boleh egois, semua orang punya masa lalu, dia masa lalu mu, dan walau aku menjadi masa depan mu bukan berarti hati mu milik ku sepenuhnya, aku sadar aku siapa, aku hanya lewat dan singgah ke kehidupan mu. Stephen, aku hanya penasaran satu hal jika di saat kejadian kau ada di sana siapa yang akan kau pilih? foto gadis itu atau aku?" batin Cherry
Tidak lama kemudian Stephen membuka matanya dan mendapati Cherry sedang menatapnya
"Sudah bangun? apa kabar mu hari ini?" tanya Stephen dengan menyentuh wajah Cherry
"Aku merasa lebih baik dari kemarin" jawab Cherry
"Baguslah, ini adalah kabar baik" jawab Stephen dengan senyum dan mengecup dahi Cherry
"Kau menjaga ku semalaman?"
__ADS_1
"Iya, aku ingin menjaga mu setiap saat" jawab Stephen dengan senyum
"Tidak perlu, sakitnya juga sudah reda jadi tidak perlu menjaga ku kalau di malam hari"
"Menjaga mu adalah tanggung jawab ku, ini salah ku juga karena membiarkan mu sendirian di rumah, dan demi membantu ku merebut kembali foto itu kau mengorbankan diri mu, dan aku ingin menebusnya dengan cara ku" jelas Stephen
"Jangan merasa bersalah atas kejadian ini, dan jangan simpan dalam hati, aku masih bisa di selamatkan, tapi jika foto itu hilang maka kau akan lebih sedih lagi karena itu satu-satunya kenangan bagi mu" ujar Cherry
"Cherry, aku pasti akan merasa sedih jika aku kehilangannya, tapi jika aku kehilangan mu aku akan lebih sedih, jadi kau harus cepat sembuh dan pulang bersama ku" ucap Stephen dengan tatapan dalam
"Aku akan baik-baik saja"
"Aku akan siapkan sarapan untuk gadis kesayangan ku" kata Stephen yang bangkit dari kasur
"Tidur dulu ya, nanti aku akan membangunkan mu, setelah siap masak aku akan menyuapin mu" ujar Stephen dengan dan mencium bibir Cherry. Dan sesaat kemudian Stephen melangkah keluar dari kamarnya
Di saat sendirian Cherry memandangi ke arah jendela, pancaran sinar matahari menerangi satu ruangan kamarnya, dirinya hanya bisa berbaring diam di atas kasur empuknya sambil melihat langit yang cerah di pagi itu
Setelah satu jam kemudian
Dokter bersama susternya datang untuk memeriksa kondisi Cherry
"Tuan, nona sudah melewati masa sulit, hanya saja jangan banyak bergerak dulu, lukanya baru di jahit" kata Dokter
"Bagus kalau begitu, pantau terus lukanya, aku tidak mau terjadi infeksi atau apa pun, aku hanya ingin melihat hasil yang memuaskan" ujar Stephen dengan tegas
"I-iya Tuan" jawab dokter itu dengan merasa cemas
"Cherry, bagaimana rasanya? apakah masih sakit?" tanya Jhon yang duduk di tepi kasur
"Pa, tidak begitu sakit lagi. Papa jangan khawatir" jawab Cherry dengan senyum
__ADS_1
"Kalau begitu Papa juga senang mendengarnya" kata Jhon dengan senyum
"Tuan, saya ingin mengantikan pakaian pasien" ujar Suster dengan sopan
"Baiklah, kalau begitu Papa akan keluar dulu" ucap Jhon yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah keluar
"Cherry, aku dan Jhon akan keluar dulu, nanti aku akan menemani mu lagi" kata Stephen yang menghampiri Cherry dan mengecup dahinya
"Iya"
Setelah keluar dari kamar Stephen yang masih khawatir dengan kondisi Cherry membuatnya selalu ingin memastikan pengobatan dari dokter Frank
"Dokter, apa kau yakin jika jahitan mu sudah rapi? aku tidak mau terjadi infeksi pada luka Cherry" tanya Stephen yang kasih khawatir
"Tuan, tenang saja, saya melakukannya dengan hati-hati jadi tidak akan ada kesilapan" jawab dokter dengan gemetaran
"Bagus kalau kau yakin, ini menyangkut nyawanya aku tidak mau melihat dia terluka lagi" ujar Stephen dengan tegas
Setelah setengah jam kemudian
Anton, Micheal bersama Stephen sedang membincangkan sesuatu
"Bos, kabar dari Afrika pria brengs*ek itu sedang melakukan transaksi besar" kata Micheal
"Biarkan saja dia dulu, kita sudah tahu jika dia ada di sana, jadi dia tidak bisa kabur lagi, sering saja memantaunya, sekarang paling penting bagi ku adalah Cherry, mengenai pria itu akan ku balas atas perbuatan dia terhadap Kelly, aku tidak akan membiarkan Kelly jadi korban perkos*an begitu saja" jawab Stephen dengan memendamkan rasa benci yang mendalam
"Bos, kami akan membalas dendam demi nona Kelly, dan jika pria itu jatuh ke tangan kita maka akan kami potong bagian intinya" ujar Anton
Bab selanjutnya
Dokter Garred kenalan Cherry
__ADS_1