Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Stephen di intai oleh Daniel


__ADS_3

"Apa kamu menyukainya? sehingga membuat mu begitu peduli padanya?" tanya Daniel dengan penasaran


"Dia adalah cinta pertama ku, di saat itu usia ku 20 tahun dan dia baru 13 tahun. dia gadis yang sangat rajin dan berbakti demi membantu ibunya dia berhenti sekolah dan bekerja dengan Ayahku, di saat itu ayah ku memiliki kebun buah, dan Cherry di bagian panen, dan dalam sehari kadang dia bekerja di dua atau tiga tempat, karena gaji di desa sangat kecil maka memaksakan dia harus bekerja lebih giat demi membantu biaya rumahnya" jawab Garred dengan memikirkan masa lalu


"Kelihatannya dia sangat penting bagi mu, sehingga membuat mu masih ingat masa kecil" ujar Daniel


"Aku berjanji padanya akan kembali mencarinya di saat aku sudah berhasil, tapi selama 10 tahun aku di sini aku selalu sibuk dengan kerja ku, demi ingin menjadi dokter terkenal aku belajar dan bekerja dengan giat" jelas Garred


"Aku mengira jika Lunna adalah pacar mu, kalian sudah lama bersama, apalagi dia adalah seorang model cantik dan seksi" kata Daniel dengan seraya bercanda


"Hubungan kami hanya sebatas ranjang saja, dia terobsesi dengan kejayaan ku dan aku juga terobsesi dengan kecantikan dan tubuhnya yang langsing, selama dua tahun kami bersama hanya untuk kebutuhan masing-masing, selain hubungan ranjang maka tidak ada hubungan lain"


"Jika kau memilih Cherry bukankah sama saja kau harus mengakhirinya dengan Lunna? apa kau tidak menyesal?"


"Tidak! dia hanya teman tidur ku saja, selama ini kami hanya saling memuaskan dan setelah itu kami tidak saling kontak lagi, dan di saat kami butuh baru saling menhubungi"


"Kau adalah dokter tertampan di jerman dan yang termuda, wanita mana yang tidak ingin dekat dengan mu, jadi bagaimana dengan Candy? apa kau masih bersamanya?"


"Kami bersama seminggu sekali" jawab Garred dengan senyum


"Kau sangat beruntung hanya modal tampang mu saja sudah mampu mengikat para wanita cantik dan seksi, orang luar mengira jika kau adalah dokter yang jujur dan santun, tapi bagi ku kau tidak beda dengan pria hidung belang yang di night club itu, hanya saja kau beda level dengan mereka, kau bersama dengan wanita yang berkarier" kata Daniel dengan mengejek


"Aku adalah pria normal, wanita cantik mendekati ku tentu aku tidak akan menolak, hidup ku bisa puas karena mereka, dan sekarang aku sudah bertemu kembali dengan Cherry maka aku menginginkan dia"


"Kalau kau menginginkan dia maka kau harus berdepan dengan pria itu"


"Aku tidak takut, dia hanyalah pebisnis biasa, dan kami akan berebut Cherry secara adil, bagaimana pun Cherry dulu ada perasaan terhadap ku, jadi aku yakin jika aku mengunakan lebih banyak waktu bersamanya dia pasti akan ingat kembali masa lalu kami"


"Tapi dia sekarang bersama dengan pria itu, apa kau yakin bisa mendekatinya?"


"Aku sudah tahu dia ada di rumah sakit mana, jadi aku bisa mencari waktu untuk menjenguknya"


"Baiklah, semoga kau berhasil, dan mengenai pria itu aku sangat penasaran, aku masih ingin mengintainya"


"Kenapa? bukankah kau mengatakan jika dia tidak ada yang aneh?"

__ADS_1


"Iya, tapi sepertinya masih ada kejanggalan, aku tidak tahu apa, jika tidak menyelidikinya sampai tuntas aku tidak bisa tenang"


"Apa menurut mu dia adalah pria yang bahaya?" tanya Garred dengan penasaran


"Dari tatapannya sepertinya iya, malam ini kita pergi minum"


"Tidak, aku ada janji" jawab Garred


"Dengan Lunna?"


"Bukan"


"Candy?"


"Bukan"


"Em...Sandy?"


"Bukan juga"


"Aku yakin kau pasti bisa menebaknya"


"Angelina?"


"Salah"


"Kristina?"


"Salah lagi, yang ini lebih cantik dari mereka" jawab Garred dengan senyum


"Aku tidak bisa menebaknya, katakan saja langsung"


"Pauline"


"Dia adalah model yang juga saingan dengan Lunna? kau bersamanya? mereka bermusuhan"

__ADS_1


"Itu urusan mereka, Pauline lebih cantik dari Lunna, dan malam ini adalah malam ke dua untuk kami"


"Kau benar-benar bej*t Garred, sejujurnya aku ingin mengatakan jika saja teman kecil mu itu menikah dengan mu aku malah merasa kasihan padanya, kau di kelilingi oleh wanita cantik setiap mereka mendekati mu maka kau pasti akan mengajak mereka main di ranjang, sehingga terkadang aku ingin mencari mu saja sangat sulit" ujar Daniel


"Aku belum menikah, jadi aku masih bebas ingin melakukan apa pun yang ku mau, beda jika sudah menikah"


"Aku tidak yakin pada mu, sekarang ada puluhan wanita yang melayani mu, aku tidak yakin jika kelak kau hanya setia pada satu wanita, kau adalah tipe pria yang cepat bosan" ujar Daniel


"Menikah dan memiliki anak, itu adalah tujuan ku, andaikan ke depannya jika aku masih main dengan wanita lain, istri ku tetap satu"


"Tentu saja satu, tapi masalahnya adalah wanita mu bukan satu tapi sangat banyak, dan jika Cherry sampai tahu jika pria yang dia sukai dulu sudah berubah dia pasti akan menyesal"


"Kau tahukan jika aku mau aku pasti akan mendapatkannya, aku tidak takut jika aku harus berhadapan dengan Stephen Chin" jawab Garred dengan yakin


Keesokan harinya


Stephen menemani Cherry berjalan-jalan di halaman rumah sakit, Stephen mendorong kursi roda yang di gunakan Cherry, di saat yang sama Daniel sedang mengintai dari jarak yang jauh


"Apa kamu menyukai tempat ini?" tanya Stephen dengan duduk di kursi yang ada di halaman itu


"Iya, udara sini sangat segar beda saat di dalam" jawab senyum


"Baguslah jika kamu suka" ucap Stephen dengan tatapan mesra


"Aku ingin berjemur di sini sebentar" kata Cherry


"Baiklah, aku akan menemani mu"


Daniel berada di halaman yang jauh jarak nya dengan Stephen, dia mengintai di balik tanaman bunga hias di halaman itu, dirinya melihat jika Stephen sedang menjaga Cherry dengan sepenuh hati


"Garred, kau pasti sulit ingin merebut gadis itu, lihat saja Stephen Chin begitu perhatian padanya, pantas saja gadis itu bisa melupakan mu karena Stephen berpenampilan sangat dewasa dan tidak kalah tampan dari mu, dan yang paling penting adalah pria itu tidak main wanita tidak seperti diri mu yang suka buang benih ke mana-mana" gumam Daniel yang sedang mengamati Stephen


"Kenapa aku tetap merasa aneh saja pada pria ini? padahal dia hanya pengusaha biasa dan kenapa tatapan matanya malah membuat ku merasakan ada yang aneh, sebenarnya apa yang aneh pada pria itu" batin Daniel


Di saat Stephen bercanda ria dengan Cherry matanya berfokus pada seseorang yang sedang mengamatinya, dirinya merasakan jika ada kejanggalan selama berada di halaman itu, tentu bagi seorang Christian Han yang di kenal sebagai bermata iblis bisa membaca gerak gerik seseorang dengan cepat

__ADS_1


__ADS_2