
"Apa yang kau inginkan sebenarnya, Jhon Wilster?" tanya Paolo yang bersikap cemas
"Tidak ada, hanya saja ingin memberi mu sedikit kejutan" jawab Jhon dengan senyum jahat
"Aku tahu kau memiliki dendam, tapi ini sudah 20 tahun lebih berlalu" ujar Paolo
"Jika bukan karena diri mu yang brengs*k itu maka aku tidak akan kehilangan dirinya, apa kau mengira hal itu bisa ku lupakan begitu saja?"
"Semua sudah terjadi, lalu apa mau mu?"
"Aku mendengar kabar jika kau memiliki seorang putri, aku penasaran apakah dia mirip dengan mu atau Lionela" ucap Jhon dengan senyum tipis
"Lalu kenapa jika aku memiliki seorang putri?"
"Aku hanya ingin tahu apakah dia tahu bagaimana caranya kau mendapatkan ibunya di saat dulu, dan setelah kau dapat kau malah menjualnya ke pria lain dengan cara memberi obat perangs*ng ke minumannya, jika putri mu tahu hal bejat yang kau lakukan terhadap ibunya dulu apakah dia masih bisa menganggap mu sebagai ayahnya" kata Jhon dengan ancaman
"Urusan keluarga ku tidak perlu kau yang ikut campur," ketus Paolo dengan merasa takut dan pergi meninggalkan Jhon
"Paolo Capilo, kau memang sangat murahan tidak berubah masih seperti dulu, lihat saja nanti bagaimana reaksi mu yang sudah terkena racun ku itu, anggap saja aku membalas dendam atas perbuatan mu pada Lionela" batin Jhon yang merasa dendam
"Tuan" sebut anggota Jhon
"Alex, selidiki pria ini, aku ingin tahu dia tinggal di mana" perintah Jhon
"Baik Tuan" jawab Alex dengan menurut
"Sial sekali, kenapa bisa bertemu dengannya di sini? jika saja dia menyelidikinya bukankah hidup ku akan hancur, jangan sampai dia bertemu dengan Cherry dan memberitahu semuanya, jika tidak dengan sifat anak itu aku pasti akan mati di buatnya, Jhon jika kau menyakiti Cherry aku yakin kau pasti akan menyesal seumur hidup" gumam Paolo
Kantor Owen.
"Jimmy, apa yang kau baca?" tanya Nicky yang sedang duduk di hadapan Jimmy
"Aku penasaran satu hal?"
"Tentang apa?"
"Christian Han" jawab Jimmy sambil membaca koran
"Kenapa kau malah penasaran ke sana? dia bukan sasaran kita" kata Nicky sambil fokus pada komputernya
"Nicky, apa kau tidak penasaran siapa penjahat terkenal di dunia yang di incar oleh banyak pihak? bayangkan saja dia di beri nama penjahat terkenal tapi selama ini tidak ada yang tahu siapa dia, belum pernah ada yang melihatnya" jelas Jimmy
__ADS_1
"Jika kau tahu itu tandanya nyawa mu sudah di ujung tanduk" ucap Nicky
"Dia adalah pengedar narkoba terbesar dan memiliki organisasi yang sangat luas, semua mafia dari berbagai negara di pihaknya, bayangkan saja siapa yang bisa melawannya, jika saja ada yang berani menyentuhnya maka orang itu pasti langsung lenyap" ujar Jimmy yang sedang membaca koran mengenai Christian Han
"Seorang King Devil saja sudah membuat kita pusing, kenapa kau malah penasaran pada orang yang bukan jadi sasaran mu?" kata Nicky
"Apakah detektif seperti kita tidak bisa menangkap Christian Han?" tanya Jimmy dengan penasaran
"King Devil saja kau belum bisa menangkapnya kenapa kau malah memikirkan ke sana? kumpulan mereka sangat luas jadi tidak mudah untuk menangkapnya, walau ada info mereka adalah pengedar narkoba terbesar tapi tidak ada yang memiliki bukti, jadi tidak ada yang bisa menangkap mereka" jelas Nicky
"Mereka melakukannya sangat rapi dan bersih, hanya meninggalkan kabar gosip tanpa bukti" ucap Jimmy lagi
"Karena mereka sudah kuat dan berkuasa, jadi jika pihak kepolisian ingin mengambil tindakan juga tidak mudah, mereka bukan mafia biasa tapi mereka lebih kuat dari 30 mafia jika di gabungkan"
"Apa segitu kuat?"
"Iya, makanya bagus kau tidak tahu siapa dia, karena kalau kau tahu maka nyawa mu hanya sisa hitungan detik"
"Ternyata begitu menakutkan seorang Christian Han" ucap Jimmy
"Semuanya cepat bersiap, ada yang melihat kemunculan King Devil di suatu tempat, mari kita berangkat" perintah Owen dengan tegas
Mereka dengan cepat meninggalkan kantor dan langsung berlari ke mobil mereka masing-masing dan segera berangkat ke suatu tempat.
Rumah sakit
"Gawat, Jhon meracuni ku, efek racunnya sudah mulai bekerja, pundak ku sudah bengkak" batin Paolo yang sedang berada di kamar kecil dan berdiri di depan cermin
"Di rumah sudah banyak masalah, tidak menyangka di saat ini aku bertemu dengannya, Stephen Chin, Cherry dan Jhon membuat hidup ku dalam kesusahan, jika saja Aku bisa mempergunakan Cherry untuk melawan Jhon ini akan lebih bagus, mereka sama-sama ahli racun, jadi jika salah satu dari mereka ada yang mati maka kurang satu orang yang ingin menentang ku. Lionela, jangan salahkan aku jika aku mempergunakan putri mu" gumam Paolo dengan berniat jahat
Malam hari...
Di suatu tempat yang sepi yang di kelilingi bangunan kosong, terjadi pembunuhan antara King Devil dan para penjahat yang suka melakukan kejahatan terhadap orang lemah, mereka bahkan menangkap gadis-gadis belia untuk memuaskan na*su mereka, merampok, memerk*sa adalah kerja mereka selama ini.
Dor....dor...dor...dor...dor...dor..dor...
Tembakan yang di lakukan oleh King Devil tanpa berhenti
"Aarrgggthhh" teriakkan puluhan orang yang terkena pelurunya sehingga membuat mereka tewas satu persatu
"Kalian sangat suka membuat kekacauan selama beberapa hari ini, merampok, memerk*sa, memukul, jadi kalian harus mati" bentak King Devil dengan kesal
__ADS_1
"Ja-jangan bunuh kami, jika kau mau uangnya ambil saja, wanita-wanita ini kau ambil saja" kata penjahat yang ketakutan sehingga gemetaran
"Tuan, tolong lepaskan kami, kami takut" pinta puluhan gadis belia yang di ikat kaki tangannya
"Aku sangat suka membunuh orang, apa kau tahu siapa aku?" ucap King Devil dengan menodong senjata ke arah mereka yang sisa 4 orang
"Kau siapa?" tanya salah satu dari mereka
"King Devil" jawabnya dengan tatapan aura membunuh
"King-king de-vil?" ucap mereka yang terbata karena ketakutan
"Benar, jika aku membunuh maka tidak ada yang bisa lolos dari ku"
"Kami tidak menyinggung mu, tolong biarkan kami pergi" pinta salah satu dari 4 penjahat itu
"Biarkan kalian pergi agar kalian masih bisa menyakiti orang lain?"
"Tidak, kami tidak menyakiti siapa pun lagi" jawab mereka dengan gemetaran
"Sekali melakukannya maka kalian akan ketagihan, aku paling benci pada orang yang suka menindas orang lemah" ujar King Devil
"Aku serahkan semuanya pada mu, kau juga bisa menikmati para gadis ini dan uang yang kami serahkan pada mu" kata salah pria itu sambil melemparkan tas yang berisi uang di depan King Devil
"Aku tidak berminat sama sekali dengan semua ini, semua ini harus di kembalikan pada pemiliknya" ucap King Devil
Tidak lama kemudian mobil-mobil dari pihak detektif tiba di tempat, mereka berhenti yang jaraknya tidak jauh dari posisi King Devil dan para penjahat itu.
Di saat tiba mereka langsung keluar dari mobil sambil mengeluarkan senjata menodong ke arah King Devil dan 4 penjahat itu
Owen dan anak buahnya melihat puluhan orang yang telah tewas di bunuh oleh King Devil tersebut
"Turunkan senjata mu" ucap Owen sambil menodong senjata ke arah King Devil
"Jika aku tidak mau?" tanya King Devil yang bersikap tenang
"King Devil, jangan main-main dengan kami, malam ini kau tidak akan lolos, cepat turunkan senjata mu" ujar Owen dengan berhati-hati
Bab selanjutnya
King Devil Vs Para Detektif
__ADS_1