
"Bagaimana dengan Anton, apa operasinya sudah selesai?" tanya Christian
"Sudah Bos, luka di bagian belakangnya sudah di jahit, walau cukup dalam tapi tidak membahayakan" jawab Micheal
"Sampaikan saudara kita juga untuk berjaga diluar kamarnya" kata Christian
" Baik Bos" jawab Micheal
Dengan perintah Christian sejumlah anggota berjaga dan memantau setiap sisi rumah sakit itu, beberapa anggota Christian berjaga di depan kamar putra Christian yang terdapat puluhan bayi yang ada di dalam sana
Di malam itu Christian berjaga dikamar istrinya sambil duduk di samping ranjang dengan memegang tangan istrinya dengan erat, Christian memandang istrinya tanpa beralih pandangan dengan mencium tangannya istrinya
"Maaf, semua ini adalah kesalahanku, aku lalai dalam melindungimu sehingga kau harus menanggung penderitaan ini. Cherry, bagaimanapun aku pasti akan menangkap pelakunya, aku akan membuat dia membayarnya berkali lipat." ucap Christian dengan mata berkaca kaca
Keesokan harinya
Cherry yang mulai membuka mata dan melihat kesekitaran kamarnya dengan tangannya yang menyentuh bagian perutnya, di saat dia mendapati jika perutnya sudah seperti semula rasa kaget dan takut melanda dirinya
"Anakku, di mana akuuu?" teriak Cherry yang histeris dan langsung bangkit dari tidurnya
Christian yang berada di luar mendengar teriakan Cherry dirinya langsung berlari masuk ke kamar
Klek
"Cherry" seru Christian yang langsung menghampiri Cherry
"Christian, mana anak kita?" tanya Cherry yang histeris
"Cherry, jangan khawatir, anak kita baik-baik saja, dia ada di kamar lain bersama bayi lainnya" jawab Christian yang duduk di tepi ranjang dan berhadapan dengan istrinya
"A..ku sudah melahirkan?"
"Benar! istriku yang hebat ini sudah memberikan ku seorang putra yang tampan dan lucu" jawab Christian dengan senyum bahagia
"Anak laki-laki?" tanya Cherry dengan hampir tidak percaya
"Iya. Cherry, pengorbanan mu tidak sia-sia, anak kita sangat sehat dan gemuk, penderitaan mu sudah terbayar" jawab Christian dengan memeluk istrinya
__ADS_1
"Baguslah, aku sangat merindukannya, aku ingin melihatnya" kata Cherry dengan melepaskan pelukannya
"Cherry, anak kita sedang tidur, nanti kalau dia sudah bangun suster akan membawa dia ke sini, dan kamu juga harus istirahat dulu, karena lukamu masih sakit, jadi belum bisa turun dari ranjang" kata Christian dengan mencium bibir istrinya
"Tapi aku sangat ingin melihatnya" kata Cherry dengan berharap
"Aku tahu kau pasti ingin sekali melihatnya kan?"
"Iya"
"Aku sudah merekamnya semalam, di saat dia sedang tidur" kata Christian yang membuka handphone miliknya dan berpindah duduk di samping Cherry
"Apa ini anak kita? dia sangat gemuk dan lucu" ucap Cherry dengan merasa gembira dan sedang menonton rekaman yang di tunjukan oleh Christian
"Benar, ini adalah anak kita, anak nakal yang membuatmu sakit dan pegal selama 9 bulan" jawab Christian dengan mencium wajah istrinya
"Anak nakal. Christian, apa kau sudah memikirkan namanya?"
"Belum. mengenai nama aku ingin berunding denganmu, apa kamu ada saran?" tanya Christian dengan sambil memeluk Cherry
"Aaron! bagaimana dengan nama Aaron? aku ingin dia bersikap mulia setelah dewasa" ucap Cherry
"Christian, bagaimana dengan kakiku?" tanya Cherry yang melihat kakinya yang di balut perban
" Kata dokter akan sembuh, hanya saja butuh waktu, karena ledakan itu telah melukai kaki mu sehingga tidak bisa banyak bergerak untuk sementara ini" jawab Christian dengan alasan
"Apa aku harus duduk di kursi roda?"
"Iya, tapi hanya untuk sementara, jangan khawatir" jawab Christian dengan senyum
"Ini hanya akan menyulitkan mu karena menjagaku lagi, seharusnya aku yang menjagamu tapi selama ini malah kamu yang menjagaku terus" kata Cherry dengan merasa bersalah
"Cherry, kamu bukan orang lain, kamu adalah istriku, jika aku tidak menjaga mu maka aku harus menjaga siapa? lagipula sudah bagian tanggung jawabku untuk menjagamu, karena aku adalah suami mu, apalagi di saat itu kamu sedang hamil, demi hamil anakku kau harus bertahan sakit dan pegal selama 9 bulan, jadi sudah wajar aku menjagamu" ujar Christian dengan berusaha menenangkan istrinya
"Aku beruntung karena menikah denganmu" ucap Cherry dengan senyum
"Apakah istriku baru tahu sekarang?" tanya Christian dengan seraya bercanda
__ADS_1
"Aku sudah tahu sejak lama" jawab Cherry yang di pelukan Christian
"Ternyata istriku sudah tahu dari dulu" kata Christian yang sedang memeluk Cherry dengan erat
"Aku hanya berharap bisa selalu melihat mu tersenyum seperti sekarang, jika suatu saat kau tahu kondisi tubuhmu aku berharap aku bisa mengobati penderitaanmu" batin Christian
"Christian, bagaimana dengan lukamu?" tanya Cherry yang menyentuh wajah Christian yang ada bekas luka
"Hanya luka ringan saja, sudah di obati"
"Apa hanya ini lukamu?" tanya Cherry dengan khawatir
"Benar istriku, di saat itu kau mendorongku sehingga menjauh dari ledakan itu, oleh sebab itu luka ku paling ringan di antara kita bertiga"
"Baguslah kalau begitu, dan bagaimana dengan Anton?"
"Dia sudah diselamatkan, hanya belum sadar, dia terluka di bagian belakang. Cherry, di saat itu jika bukan karena kau menyelamatkan ku maka aku pasti sudah mati, dalam situasi yang bahaya kau masih mengutamakan ku"
"Aku hanya tidak ingin kau terluka"
"Bagaimana jika kau ada apa-apa disaat itu? aku juga bisa gila apa kau tahu?"
"Aku tidak memikirkannya, aku hanya tidak ingin kau terluka dan berharap anak kita bisa di selamatkan, di saat itu aku takut akan kehilangan Aaron"
"Cherry, jika kau ada apa-apa bagaimana dengan aku dan anak kita? bagaimana dengan anak kita jika mencari mamanya?"
"Tanpa ku kau masih bisa menjaganya dan menikah dengan wanita lain untuk menjadi ibunya, tapi jika tanpa mu aku rasa aku tidak sanggup" jawab Cherry dengan terus terang
Mendengar jawab polos dari sang istri Christian merasa terharu dan mengeluarkan air matanya
"Cherry, apa kamu mau aku menikah dengan wanita lain dan menjadikan nya sebagai ibu dari Aaron?"
"Aku tidak mau, tapi jika aku meninggal di saat itu maka aku harus merelakan, lagi pula jika aku meninggal aku tidak bisa tahu apa-apa lagi, dan kau harus melupakan ku dan mulai hidup baru"
"Cherry, aku beritahu padamu walau di saat itu aku harus kehilanganmu aku tetap tidak akan menikah lagi, dan Aaron hanya memiliki seorang ibu, yaitu kamu. selamanya kamu adalah ibunya dan selamanya kau adalah istriku, jadi apapun yang terjadi di dalam hidupku hanya menikah sekali tidak akan ada kedua kali" jelas Christian
"Terima kasih kau begitu baik padaku, tapi ini hanya membuat mu menderita, karena kau adalah pria normal jadi tidak mungkin hidup tanpa seorang wanita" ucap Cherry dengan senyum
__ADS_1
"Aku baik padamu karena aku mencintaimu dan menyayangimu, sayang. aku akan lebih menderita jika aku harus kehilanganmu" jawab Christian dengan mencium bibir istrinya