
"Aaron" ucap Cherry dengan mengingat anak semata wayang dari dirinya dan Christian
Cherry yang menangis sambil mengingat putra kecilnya karena anak mereka itu adalah sang buah hati dari hasil cintanya bersama pria yang telah mencintainya dengan sepenuh hati selama ini.
Anton yang berada di luar pintu hanya bisa mendengar tangisan Cherry yang sedang terluka
"Bos, jika dirimu mendengar tangisan nyonya aku yakin kau pasti akan sedih, air mata nyonya adalah kelemahanmu, semua sudah berakhir di dunia ini tidak ada lagi Christian Han, kepergianmu meninggalkan luka yang mendalam bagi siapapun" batin Anton
Setelah kejadian itu pemerintah mengumumkan status buronan Christian Han telah di coret, sebagai rasa hormat kepada mendiang Christian Han permerintah meminta maaf sebesar-besarnya terhadap keluarga Christian, dan juga memberi sebuah penghargaan dengan mencantumkan nama Christian Han sebagai pahlawan, pihak pemerintah berharap keluarga Christian bisa menghadiri untuk menerima penghargaan tersebut, akan tetapi Cherry yang merasa kehilangan dan sakit hati atas sikap tidak adilnya pemerintah terhadap suaminya dirinya sama sekali tidak ingin menerima penghargaan itu.
Setelah seminggu di rumah sakit akhirnya Cherry kembali ke rumahnya dengan di antar oleh Anton dan Thomas
"Nyonya, istirahat dulu" ujar Anton
'Aku sudah sering tidur selama di rumah sakit" jawab Cherry yang sedang berjalan dengan mengunakan ke dua tongkatnya
"Kakak ipar, jika ingin berangkat ke pulau beritahu aku, aku akan menemani mu ke sana" kata Thomas
"Iya aku tahu" jawab Cherry yang sedang melihat seisi rumah itu dengan mata berkaca kaca
"Nyonya, setelah ke pulau apa rencana untuk rumah ini? apa kita ingin menjualnya?"tanya Anton
__ADS_1
"Jangan, jangan jual. ini adalah rumah yang paling banyak memiliki kenangannya di sini, aku tidak mau menjual kenangan kami, hanya ini yang ku punya untuk mengenang dia" jawab Cherry yang mengeluarkan air mata
"Baiklah Nyonya ikut katamu saja" jawab Anton
"Kalian pulanglah, aku ingin sendirian" ucap Cherry yang duduk di sofa
"Kakak ipar, mengenai penghargaan itu untuk Christian apa kamu tidak ingin menerimanya?" tanya Thomas
"Mereka mendesak suamiku hingga mengakhiri hidupnya, apa aku harus menerima permintaan maaf mereka? mereka sudah membuatku kehilangan seorang pria yang mencintaiku dan yang kucintai, dan membuat anakku yang masih kecil harus kehilangan ayahnya, jika bisa aku ingin menampar orang-orang yang menyebabkan kematiannya, mereka tidak bisa merasakan betapa sakit hatiku ini, minta maaf begitu mudah bagi mereka, untuk apa penghargaan itu lagi jika suamiku saja sudah tidak ada, bahkan aku tidak bisa membuat makamnya" jelas Cherry dengan menangis mengingat kejadian sang suami tercinta
"Thomas, aku ingin kau melakukan satu hal untukku" kata Cherry dengan suara serak
"Lakukan apa?" tanya Thomas dengan penasaran
"Dengan semua ini apa mereka menyangka bisa mengobati rasa sakitku yang melihat pria yang kucintai memilih mengakhri hidupnya daripada di tangkap oleh mereka? aku dan Aaron kehilangan orang yang kami cintai, kematian Christian adalah keinginan dari pemerintah dan tidak perlu lagi berpura-pura merasa bersalah" ucap Cherry yang merasa kesal
"Baiklah, aku tahu apa yang harus kulakukan, istirahatlah, kau baru keluar dari rumah sakit, aku akan datang lagi untuk membawamu ke pulau" ujar Thomas
"Untuk saat ini aku ingin tinggal di sini, hanya di sini ada kenangannya, aromanya dan bisa membuatku merasakan dia masih ada di sini" jawab Cherry dengan meneteskan air mata
"Jika butuh sesuatu hubungi saja kami, Nyonya" ucap Anton
__ADS_1
"Kalian pergilah, aku baik-baik saja" kata Cherry
"Baik" jawab serentak Anton dan Thomas
Di saat mereka pergi tinggallah Cherry seorang diri duduk di ruangan itu, setiap sudut rumah mewah itu terdapat kenangan dari suaminya, lalu Cherry berdiri dengan bantuan ke dua tongkatnya berjalan dengan perlahan sambil melihat ke arah ruangan tamu dan setiap sisi terbayang kenangan suaminya di saat masih hidup yang sedang tersenyum dengannya, air mata mengalir tanpa berhenti rasa sakit karena kehilangan seorang pria yang begitu tulus padanya, membuatnya bagaikan telah kehilangan separuh nyawanya
"Di rumah ini aku menunggumu, apa kamu melihatku, aku sedang menunggumu Christian, kenapa kau tidak pulang?" teriak Cherry yang merasa sedih dan menangis
"Christian, sebelum kau pergi kau sudah berjanji akan kembali dan menyuruhku menunggumu, tapi di mana dirimu sekarang? sudah seminggu lebih sejak kau pergi. kenapa kau tidak pulang? pulanglah Christian sini adalah rumahmu dan istrimu di sini sedang menunggumu dengan penuh berharap kau akan muncul, aku memegang janji mu selama ini, jangan mengecewakan ku jika tidak aku membencimu seumur hidupku" tangisan Cherry tanpa berhenti
Cherry lalu berjalan ke ruangan kerja yang biasa di gunakan Christian
Di saat melangkah masuk ke ruangan itu pandangan Cherry berfokus pada kursi besar yang biasa Christian duduk di sana, senyuman sesaat di wajah Cherry saat melihat suaminya yang duduk di sana sambil menatap komputer dan lalu menatap senyum ke arahnya, namun sayang senyuman dan bayangan pria itu menghilang karena itu hanya khayalan semata
"Christian,jangan pergi dariku, jika kau di bawa ombak aku yakin kau pasti bisa menyelamatkan dirimu, aku masih berharap kau kembali, karena saudara kita tidak ada yang menemukan tubuhmu, jadi aku yakin kau pasti pulang, mungkin saja kau terluka dan di rawat di rumah sakit, aku akan menunggumu, cepat pulang" kata Cherry yang melihat ke arah kursi yang sudah tanpa pemiliknya di sana
Cherry yang menangis tanpa berhenti karena di semua sisi terdapat banyak kenangan suaminya, sehingga ke arah manapun dia memandang seakan-akan melihat bayangan suaminya yang sedang tersenyum dengannya
Setelah itu Cherry menuju ke kamarnya yang biasa tempat dia dan suaminya tidur bersama, di saat melangkah masuk matanya memandang ke arah kasur, dia melihat bayangan suaminya yang sedang tidur pulas sambil memeluknya, saat Christian masih hidup pria itu selalu saja memeluk istrinya di saat tidur, dan di pagi hari selalu menyiapkan sarapan dan setelah selesai maka dia akan memandikan Cherry dengan penuh canda tawa
Semua hanyalah tinggal kenangan yang membuat Cherry semakin sedih di saat mengingatnya, senyuman, candaan, perhatian, tatapan mesra dan kasih sayang dari pria itu seakan telah hilang di dalam lautan yang dalam
__ADS_1
"Aaaaaaaarrrrrggghhhhh" teriakan Cherry yang tidak bisa menahan tangisannya sehingga membuat dirinya tidak berdaya dan terjatuh ke lantai di ujung kasurnya
"Christiaaaaaaan, jangan tinggalkan aku, jika aku harus kehilanganmu ini sama saja kau menyiksa ku secara perlahan, aku ingin menyusulmu tapi aku masih ada Aaron yang sedang menunggu kita di pulau, sebuah tempat baru yang kau siapkan untuk kami, rumah baru itu sudah siap tapi kau malah pergi, kau sudah berjanji padaku untuk mulai hidup baru di sana dan meninggalkan semua yang ada di sini, tapi sekarang kenapa kau masih tidak kembali" teriak Cherry yang terlungkup dengan menangis histeris