
Setelah berhasil membunuh dua pria itu Christian pun meninggalkan dua korban di sana
"Kenapa Christian bisa begitu lama ya? apa dia ada masalah?" gumam Cherry yang sedang duduk sendirian di ruangan restoran itu
Klek
"Nyonya, silakan di minum dulu, ini adalah pesanan tuan Han" kata manager restoran yang mengantarkan segelas jus dan meletakan ke depan Cherry
"Dia yang memesannya?" tanya Cherry dengan heran
"Benar Nyonya, tuan Han bertemu dengan teman lama, oleh sebab itu tuan meminta saya untuk menyampaikan ke Nyonya" jawabnya dengan sopan
"Iya, terima kasih" ucap Cherry dengan ramah
"Sebentar lagi lauk akan di hidangkan, silakan di tunggu" ujar manager dengan senyum dan kemudian meninggalkan ruangan itu
"Teman apa yang membuatnya sampai tidak kemari?" batin Cherry
Di sisi lain dua pembunuh lainnya sedang mencari Christian di lorongan lain dengan sambil melihat semua ruang makan di sekelilingnya, di saat mereka sedang berjalan Christian tiba-tiba muncul di hadapan mereka dan langsung melempar pisau tajamnya ke arah salah satu pria itu
Srek...
Lemparan pisau Christian menancap di bagian dahi pria itu
"Arrrrhhhhh" jeritan sesaat pria itu dan kemudian langsung tewas di tempat
Sisa temannya yang masih hidup itu lalu menyerang Christian dengan pistol
Christian yang melihat pembunuh itu yang ingin menyerangnya lalu dirinya langsung mencabut pisau yang menancap dahi pria tadi
"Christian Han, aku ingin melihat apa kau masih bisa lolos dari tangan ku" bentak Pembunuh itu sambil berjalan menghampiri Chistian dengan melepaskan tembakannya
Dor..dor...dor..dor
Di saat peluru mengarah ke Christian dia pun dengan cepat berlari sambil mengelak ke kiri dan kanan dan kemudian melemparkan pisau tajamnya ke arah pembunuh yang di hadapannya itu
"Aarrrhhhh" jeritannya yang tangannya terkena pisau lemparan dari Christian sehingga membuat pistol yang di pegangannya jatuh ke lantai
Brugh...brugh....brugh....brugh...brugh...
Pukulan demi pukulan dari Christian mengenai wajah pria itu sehingga tersungkur ke lantai
Di saat lawannya tersungkur Christian langsung mengambil senjata tajamnya itu lalu menikam di bagian jantung
Srek...
"Arrrghhhh"
Srek...
__ADS_1
"Aarrrghhh"
Srek...
"Arrgghh"
Beberapa tikaman di lakukan oleh Christian berhasil membuat pria itu kehilangan nyawanya
"Sialan" ketus Christian yang merasa sakit di bagian lengan akibat terkena tembakan tadi
"Kelihatannya aku tidak bisa membohongi Cherry, lengan ku terluka begini" gumam Christian sambil melihat lukanya yang telah mengeluarkan darah yang banyak
Tidak lama kemudian manager restoran datang menghampiri Christian
"Tuan Han, Anda baik-baik saja?" tanyanya yang melihat luka di bagian lengan Christian
"Aku baik-baik saja, hanya saja jika istri ku melihatnya ini tidak baik" jawab Christian dengan menekan lukanya
"Bagaimana jika Anda ganti baju dulu, dan menghentikan darahnya"
"Aku sudah lama keluar, Cherry akan khawatir nanti"
"Tuan Han, tadi saya menemui nyonya dengan mengatakan jika Anda bertemu dengan seorang teman di sini, makanya Anda belum bisa kembali"
"Kalau begitu baiklah" jawab Christian dengan mengikuti manager itu pergi meninggalkan tempat sana, sementara karyawan lainnya memindahkan semua korban-korban dan membersihkan lantai yang di banjiri darah dari para korban itu
"Tuan Han, ini sangat bahaya bagi mu, Anda keluar tanpa di temani oleh pengawal, jadi musuh bisa saja mengambil kesempatan untuk menyerang mu" kata manager itu yang sedang menabur obat ke bagian luka tembak Christian
"Keluarkan pelurunya" kata Christian dengan menahan sakit
"Ini akan sakit sekali" ucapnya dengan memegang alat penjepit untuk mengeluarkan peluru yang menancap di lengan Christian
"Lakukan saja" jawab Christian yang tanpa memakai baju sehingga menampakan tubuh kekarnya
Manager restoran itu menjepit peluru yang menancap sangat dalam di lengan Christian, tentu saja rasa sakit menusuk jantung di rasakan oleh Christian, dia menahan sakit yang luar biasa tanpa mengeluarkan suara, sehingga keringat membasahi wajah sampai ke tubuhnya
Sesaat kemudian pelurunya berhasil di keluarkan
"Tuan Han, peluru sudah keluar, tapi luka mu mengeluarkan banyak darah"
"Perbankan, aku tidak apa-apa" kata Christian
"Tuan Han, mana Victor dan Micheal? mereka bertanggung jawab melindungi mu, kenapa mereka tidak ikut bersama mu?"
"Ferlix, mereka ada tugas lain, lagi pula di saat aku keluar dengan istri ku tidak mungkin aku membawa pengawalku, ini hanya akan membuat istri ku merasa khawatir"
"Tuan Han, kelihatannya Anda sangat mementingkan nyonya"
"Dia adalah segalanya bagiku, oleh karena itu kejadian hari ini aku tidak mau sampai di ketahui olehnya, dia akan merasa takut"
__ADS_1
"Mengerti! nyonya adalah gadis biasa dan bukan dari bagian kita, jadi dia tidak akan bisa melihat pembunuhan yang kejam"
"Bagaimana dengan bisnis disini?"
"Selama ini lancar tanpa hambatan apapun"
"Baguslah kalau begitu"
"Tuan Han, beberapa hari ini ada beberapa pihak kepolisian sering makan di sini, mendengar perbualan mereka ada hubungannya dengan dirimu, mereka sudah sepakat untuk menangkap mu"
"Biarkan saja, mereka sama sekali tidak tahu siapa aku sebenarnya, walau aku berdiri di hadapannya mereka juga tidak bisa menangkap ku" jawab Christian
"Benar sekali, dan mereka juga sudah salah masuk restoran, mereka tidak tahu jika selama ini mereka makan di restoran milik tuan, tidak terbayang jika mereka mengetahuinya"
"Tetap awasi mereka, jika mendapati sesuatu bunuh saja" perintah Christian dengan memakai kemeja baru yang di berikan oleh Ferlix
"Baik Tuan" jawabnya dengan sopan
Setelah selesai mengeluarkan pelurunya Christian pun melangkah ke ruangan yang di mana Cherry berada
Klek
"Cherry" sebut Christian yang baru melangkah masuk dan menghampiri istrinya yang sedang duduk menunggunya
"Christian, kenapa lama sekali? lauk sudah mulai dingin" tanya Cherry dengan khawatir
"Maaf sayang, tadi bertemu dengan teman lama, aku hanya segan ingin pamit karena sudah lama tidak bertemu" jawab Christian dengan mencium wajah istrinya
"Kenapa tidak ajak makan bersama saja?"
"Aku tidak mau ada yang menganggu kita, aku hanya ingin makan berduaan bersama istri ku" jawab Christian dengan mengambil lauk ke piring Cherry
"Christian, apa kamu sakit? kenapa wajah mu agak pucat? dan tadinya kemeja mu bukan warna biru" tanya Cherry dengan khawatir
"Di luar agak panas, oleh karena itu aku menjadi agak pucat, karena panas maka aku keringatan dan membasahi kemeja ku, oleh sebab itu aku mengantinya" jawab Christian dengan alasan
"Biarkan aku memeriksa mu, wajah mu sangat pucat" kata Cherry yang ingin memeriksa nadi Christian
"Tidak perlu, ayo makanlah" jawab Christian dengan menarik kembali tangannya
"Apa kamu yakin kamu baik-baik saja?"
"Baik-baik saja, nanti kalau sudah pulang aku akan tidur sebentar, setelah itu tidak apa-apa lagi" jawab Christian dengan mengambil makannya dengan mengunakan sumpit
"Makanlah" ucap Christian dengan menyuapi istrinya
"Nanti saat di rumah aku akan memasak obat untuk kesehatan mu" ujar Cherry sambil mengunyah makanan
"Baik..aku akan meminumnya" jawab Christian dengan senyum
__ADS_1