
Rumah sakit tempat Cherry di rawat
Tak....tak...tak....tak...
Bunyi hentakan kaki Thomas yang sedang berlari mencari keberadaan Anton
"Anton" suara panggilan Thomas yang berlari ke arahnya
"Pengacara Thomas..?" ucap Anton yang baru keluar dari kamar rawat Cherry
"Bagaimana dengan kakak ipar?" tanya Thomas yang matanya masih berkaca-kaca
'Kakak ipar sangat tertekan sehingga tidak sadarkan diri, aku berharap dia bisa melaluinya" jawab Anton dengan lesu
"Anton, katakan padaku apakah dia benar-benar tewas dalam ledakan itu?" tanya Thomas yang merasa kehilangan
"Aku sudah mencoba menghubungi bos, Micheal dan Victor tapi tidak bisa terhubung" jelas Anton
"Mereka pasti masih dalam air, dan bisa saja sekarang mereka masih tidak bisa memegang handphonenya oleh karena itu kita kehilangan kontak mereka"
"Di saat ledakan terjadi anggota kami sudah mencari di dalam laut itu, tapi tidak menemukan apa-apa, aku mengira jika mereka melompat maka kami bisa menyelamatkannya, tapi ternyata tidak, mereka tidak melompat dan rencana bos gagal" jelas Anton yang sedang berduka
"Tidak mungkin si brengs*k itu bisa gagal, ini bukan tipenya, dari dulu apapun yang dia lakukan tidak pernah gagal, jika dia gagal lalu bagaimana dengan anak dan istrinya yang masih dalam kondisi tidak sehat? bagaimana Aaron yang sedang menunggu kedatangan papanya?" ucap Thomas yang merasa sedih dan menahan tangisannya
"Mengenai nyonya dokter memeriksa kakinya, kakinya nyonya ada peluang untuk kembali normal" jelas Anton
"Kembali normal? ini adalah berita baik, tapi dia tidak bisa melihatnya lagi" ucap Thomas dengan mengeluarkan air mata
"Walaupun bos tidak bisa melihat lagi, tapi setidaknya nyonya kurang satu beban, ini akan membantunya untuk bangkit"
"Bangkit? aku tidak yakin dengan itu, di saat dia membuka mata dia harus menerima kepergian suaminya, ini sangat menyakitkan, kau juga tahu jika mereka sangat saling mencintai selama ini, Christian sangat pentingkan kakak ipar tapi dia sangat nekad melakukan ini sehingga harus mengorbankan nyawanya"
"Semua saudara kami sedang mencarinya di lautan itu, sebenarnya kami tidak yakin bisa menemukannya, karena kita sudah melihatnya dengan jelas, bahwa bos menekan tombol itu dan kemudian meledak" kata Anton dengan merasa kehilangan
__ADS_1
Dua hari kemudian
Sejak kejadian itu para masyarakat menabur bunga di laut tempat kapal itu meledak, tangisan mereka masih belum berhenti karena kehilangan sesosok yang telah membantu mereka selama ini. aksi yang di lakukan oleh mereka di rekam oleh para reporter yang ikut mendatangi pelabuhan tersebut.
Sementara Cherry yang pingsan selama dua hari baru mulai membuka matanya, dengan melihat ke arahkanannya dia melihat Thomas yang berada di sampingnya
"Thomas" ucap Cherry menatap sedih ke arah sahabat suaminya itu
"Kakak ipar, istirahatlah dulu" ujar Thomas yang berusaha menahan air matanya
"Apa dia sudah..?" tanya Cherry yang terhenti dengan mengeluarkan air matanya
"Kakak ipar, jangan menangis. jika tidak dia bisa merasakannya di sana"
"Dia pergi begitu saja meninggalkan ku dan anak kami" ucap Cherry yang bangkit dari tidurnya
"Kakak ipar, semua ini akan segera berlalu, jika kau tidak bisa bersabar lalu bagaimana dengan Aaron?"
"Kakak ipar, jangan lupa Aaron masih menunggu mu di pulau, demi dia kau harus bertahan"
"Aku ingin tidur, kau keluarlah dulu", ujar Cherry yang membaringkan dirinya
"Baiklah, aku akan keluar dulu, jika butuh sesuatu maka panggil saja aku" jawab Thomas dengan melangkah keluar dari kamar itu
Setelah Thomas keluar Cherry pun bangkit dan duduk di ranjang itu
"Aku merasakan pergerakan di kakiku, apa kakiku akan sembuh? lalu untuk apa lagi dia sudah tidak bisa melihatnya, dan aku juga tidak punya kesempatan lagi memasak untuknya dan merawatnya" batin Cherry
Cherry memandang ke arah jendela selama beberapa saat dan kemudian dirinya mencoba untuk turun dari ranjang, dengan perlahan kaki kirinya menginjak lantai, karena masih lemah dirinya pun terjatuh ke lantai itu dengan terlungkup
Bruk
"Aku harus bisa, aku ingin mengakhiri semuanya" gumam Cherry yang mencoba untuk berdiri
__ADS_1
Kakinya yang masih lemah membuatnya tidak berdaya untuk berdiri sama sekali, akan tetapi ia nekad untuk mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari kamarnya jendelanya sehingga membuatnya berusaha merangkak mendekati jendela kamarnya itu
"Kenapa aku merasa aneh terhadap kakak ipar? tidak mungkin dia bisa tidur dia saja baru bangun" batin Thomas
Karena merasa curiga Thomas pun berniat masuk ke kamar Cherry, di saat dia membuka pintunya dia melihat jika Cherry yang berusaha ingin berdiri dan memanjat jendela
"Cherry" teriak Thomas yang langsung menghampiri Cherry dan langsung memeluknya dari belakang serta menjauhkan Cherry dari jendela sehingga membuat mereka berdua sama-sama terjatuh ke lantai itu
"Aaarhhggg" jeritan Cherry
"Apa yang kau lakukan?" tanya Thomas dengan nada tinggi
"Lepaskan aku, lepaskan. aku tidak mau hidup tanpanya, aku tidak sanggup" ucap Cherry dengan menangis dan berusaha mendorong Thomas
"Apa kau sudah gila ya? apa kau mengira mati bisa menyelesaikan masalah ya?" teriak Thomas yang memeluk Cherry dari belakang dengan posisi mereka yang sama-sama duduk di lantai
"Biarkan aku mati, aku mohon padamu, lepaskan aku" teriak Cherry yang menangis dengan histeris dan berusaha meronta-ronta
"Cherry, jika kau terjadi apa-apa bagaimana dengan Aaron? apa kau mau dia yang masih kecil harus kehilangan ke dua orang tuanya? dia masih belum mengerti apa-apa, kepergian Christian sudah cukup membuatnya kehilangan, dan jangan membiarkan dia kehilangan dirimu juga"
"Aku tidak bisa tanpa dia, selama ini dia mengisi hari-hari ku, apapun kondisiku dia tetap menjagaku dan menyiapkan semua kebutuhanku, dan sekarang aku tidak bisa kehilangan dia, sakit sekali..hatiku sangat sakit" tangisan Cherry dengan histeris
"Cherry, dia sudah pergi tapi dia memiliki keturunan satu-satunya yaitu putra kalian, Aaron adalah darah dagingnya, apa kau tega membiarkan darah dagingnya begitu saja? Aaron adalah keturunannya apa kau mau melepaskan keturunannya begitu saja?" kata Thomas yang sedang menangis
"Keturunannya? Aaron adalah darah dagingnya" ucap Cherry dengan menangis histeris
"Iya, Aku tahu kau sangat mencintainya, dan Aaron adalah hasil dari pernikahan kalian, apa kau lupa dia adalah buah hati Christian dan bukankah Christian meminta mu untuk membantunya menjaga Aaron? jika kau memilih menyusul Christian lalu bagaimana dengan Aaron yang masih tidak tahu apa-apa?"
Cherry yang mendengar ucapan Thomas semakin menangis dengan histeris, karena putra kecilnya adalah satu-satunya hasil dari pernikahan mereka.
Cherry menangis dengan histeris dengan kondisinya yang masih lemah, rasa sakit atas kehilangan itu membuatnya tidak berdaya sehingga ingin mengakhiri hidupnya, Thomas menemani Cherry seharian di kamar itu, karena tidak ingin gadis itu memilih jalan kematian
"Cherry, Aaron sedang menunggumu, kau harus bisa bertahan dan kuat, jika kau lemah bagaimana dengan Aaron nanti, dia sudah kehilangan papanya, dan jangan membuatnya kehilangan dirimu"
__ADS_1