
Keesokan harinya
Jam dinding menunjukan pukul 8 pagi
Cherry yang masih ketiduran tidak menyadari jika suaminya sedang memerhatikannya sambil tersenyum
"Selamat pagi istriku" ucap Christian dengan mengecup dahi istrinya
Karena merasakan sentuhan Cherry lalu membuka matanya
"Sudah pagi" ucap Cherry
"Iya, sudah jam 8 pagi. aku sudah siapkan sarapan untuk mu" jawab Christian
"Kenapa tidak membangunkan ku? hari ini kita akan berangkat" ujar Cherry yang bangkit dari tidurnya
Saat Cherry turun dari tempat tidur dan ingin berdiri dia merasakan masih sakit di bagian intinya
"Ssssstttt" keluhan Cherry yang duduk kembali ke kasurnya
"Cherry, jangan bergerak dulu, apa kau mau ke kamar mandi?" tanya Christian dengan memegang Cherry
"Iya, aku mau cuci muka" jawab Cherry dengan menahan sakit
"Mari aku mengendong mu" kata Christian dengan mengendong istrinya
"Heh...Christian, jangan mengendong ku, aku masih bisa berjalan"
"Kau masih sakit jangan di paksa"
"Turunkan saja aku bisa jalan sendiri"
"Aku belum mandi dan kita akan mandi bersama" ucap Christian yang melangkah ke kamar mandi
"Kenapa mandi bersama lagi?"
"Karena kita adalah suami istri jadi wajarkan kalau kita mandi bersama" jawab Christian yang berendam bersama dengan istrinya di dalam Bathub
"Nanti jam berapa kita berangkat ke desa?"
"Besok saja ya"
"Kenapa bukan hari ini?"
__ADS_1
"Apa kau yakin kau bisa berjalan?" tanya Christian dengan mengoda
"Apa yang kau katakan? siapa bilang aku tidak bisa berjalan?" ujar Cherry dengan merasa malu
"Karena hari ini luka mu masih sakit, jadi jangan di paksakan untuk berjalan" jawab Christian dengan berisik di telinga Istrinya
"Kenapa kenapa kau mengatakannya lagi? lagi pula aku masih bisa berjalan" jawab Cherry dengan kesal
"Apa kau yakin? jika sudah sembuh maka aku akan melakukannya lagi" goda Christian dengan mencium wajah istrinya
"Hah....tidak..aku tidak mau, aku belum sembuh" teriak Cherry dengan merasa canggung
"Kau sangat pemalu, aku hanya bercanda dengan mu, aku yang membuat mu sakit oleh karena itu aku harus menjaga mu dan merawat mu" ucap Christian dengan memeluk Cherry yang sedang berendam bersamanya
"Sudah jangan mengungkitnya lagi" teriak Cherry yang merasa malu
"Di saat istri ku marah semakin mengemaskan" goda Christian dengan mencium wajah istrinya dengan berkali-kali
"Sudah..hentikan jangan mencium ku lagi, semenjak kapan diri mu menjadi suka mengoda orang?" teriak Cherry dengan kesal
"Aku hanya akan mengoda mu dan bahkan setiap saat"
"Sudah, aku mau mandi jika kau tidak berhenti bermain maka aku tidak bisa mandi" teriak Cherry dengan kesal
"Sudah hentikan Christian Haaan" bentak Cherry dengan merasa kesal
Keesokan harinya
Christian dan Cherry akhirnya meninggalkan swiss dan menuju ke desa dengan mengendarai mobil mewah nya sendiri, tanpa di temani oleh Anton, Anton yang masih di swiss menjalankan perintah bos nya untuk menjual semua aset milik Stephen Chin dan kemudian menyumbangkan semua uangnya ke masyarakat yang memerlukannya
"Cherry, apa kau merindukan papa mu?" tanya Christian dengan sambil menyetir mobilnya
"Iya, aku tidak sabar ingin bertemu dengannya" jawab Cherry dengan senyum menoleh ke arah Christian
"Kita akan tinggal untuk beberapa hari di sana, dan jika papa mau ikut dengan kita ini akan lebih bagus bukan?" ucap Christian dengan tangannya menyentuh wajah Cherry
"Iya, aku akan mencoba membujuknya" jawab Cherry dengan berharap
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya Christian dan Cherry tiba di desa itu
Mereka datang dengan membawa oleh-oleh untuk para warga desa, semua oleh-oleh terdiri dari pakaian, obat-obatan dan kebutuhan rumah tangga lainnya
"Cherry, Stephen, terima kasih banyak pada kalian sudah banyak membantu kami" ucap serentak para warga desa
__ADS_1
"Paman, Bibi, Cherry sudah menjadi istri ku kami sudah menikah secara undang-undang, jadi sebagai tanda terima kasih karena sudah menjaga Cherry selama ini, aku dan Cherry ingin memberi sedikit oleh-oleh untuk kalian" ucap Christian
"Stephen, jangan berkata begitu, Cherry sudah seperti anak kami, jadi jangan sungkan, kami sangat senang karena Cherry sudah bahagia dan mendapatkan suami yang baik seperti mu, ini adalah kebanggan kami juga" kata salah satu bibi yang di sana
Para warga desa di siang itu berkumpul bersama Cherry, Christian, dan Jhon, untuk makan bersama dengan tertawa bahagia, mereka masak bersama dan menikmati hidangan sederhana dari ikan dan sayur-sayuran.
Setelah selesai makan siang Chistian dan Cherry beserta Jhon kembali ke rumah mereka
"Aku sangat tidak menyangka jika kalian menikah di sana. Christian, kau membawa putri ku pergi mencari dokter tapi malah menikahinya di sana tanpa mendapat izin dari ku" ucap Jhon dengan merasa kesal
"Bukankah kau seharusnya senang karena sudah mendapat menantu seperti ku, Pa?" tanya Christian dengan bercanda
"Apa? kau memanggil aku apa?"
"Aku memanggil mu Papa, karena putri mu sudah menjadi istri ku" jawab Christian dengan senyum
"Tidak, tidak, jangan memanggil ku seperti itu tidak enak di dengar" ujar Jhon yang duduk di kursi
"Pa, kenapa?" tanya Cherry yang duduk di samping Jhon
"Usia ku 50 usianya 40, kami hanya berpaut 10 tahun, lebih baik memanggil nama saja" jawab Jhon
"Apa kau takut tua? sehingga tidak mau aku memanggil mu papa?" tanya Christian dengan seraya bercanda
"Dengan usia mu itu bisa menjadi adik ku, lagi pula sangat aneh jika kau memanggil ku seperti itu" jawab Jhon
"Baik kalau begitu, aku akan memanggil mu nama saja" jawab Christian
"Pa, kami akan ke san fransisco. Papa pergi bersama kami ya?" ajak Cherry dengan berharap
"Cherry, papa hanya ingin menghabiskan waktu di sini, tapi papa akan ke sana melihat mu, berbahagialah di sana bersama suami mu ya" jawav Jhon dengan mengelus kepalanya Cherry
"Papa akan tinggal sendirian di sini"
"Papa tidak sendirian di sini, Cherry. lihatlah semua warga sini sangat baik pada papa, jadi papa tidak kesepian, selama 23 tahun papa sudah merantau kemana-mana pada akhirnya juga kembali ke tempat asal, dan papa ingin menghabiskan sisa hidup papa di sini" jelas Jhon dengan senyum
"Iya, aku mengerti" jawab Cherry dengan merasa sedih karena harus pisah dengan Jhon
"Cherry, kau sudah menikah dan harus mengikut suami mu, tidak bisa lagi menemani papa mu terus" bujuk Jhon yang melihat Cherry merasa sedih
"Iya, tapi Papa harus datang mencari ku ya?"
"Tentu saja putri ku" jawab Jhon dengan senyum
__ADS_1
Christian mengamati Cherry yang sedang merasa berat karena harus berpisah dengan Jhon, terpisah selama 23 tahun dan pada akhirnya harus berpisah sekali lagi.