Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Dokter Merry mendekati Stephen


__ADS_3

"Apa sudah mengantuk? tadi pagi jam 5 kau sudah bangun, mata mu ini sudah mengantuk" ujar Stephen dengan menyentuh kepala Cherry


"Aku tidak mau tidur dulu, selama beberapa hari ini kerja ku hanya makan tidur, kalau begini terus aku akan menjadi pemalas" jawab Cherry


"Bagaimana kalau kita masuk dulu?"


"Iya"


Stephen dan Cherry meninggalkan halaman dan menuju ke dalam rumah sakit, sementara Daniel masih tetap di posisinya yang sedang mengintai Stephen dari jauh di sana


"Hufff....jika saja dia ada rahasia lainnya ini akan sangat di sayangkan, dia sangat beda seperti yang di katakan orang, pria kejam dan tegas. tapi dia sangat lembut dan baik terhadap Cherry" batin Daniel


"Sepertinya aku harus menunggu dia pergi dan cari cara untuk mendekati Cherry, Garred mengatakan jika Cherry bekerja dengan Stephen Chin jadi semua aktivitas pria ini pasti Cherry mengetahuinya" gumam Daniel


Di saat masuk ke kamar Stephen mengendong Cherry ke atas ranjang, Stephen yang perhatian tidak membolehkan Cherry berjalan selama proses penyembuhan


"Berbaringlah, hari ini kau duduk seharian dan pasti sudah lelah kan?" kata Stephen dengan menidurkan Cherry dan menutupi selimutnya


"Aku tidak melakukan apa pun jadi aku tidak lelah sama sekali, hanya saja aku tidak bisa bergerak"


"Tidak bisa bergerak?" tanya Stephen yang duduk di samping ranjang


"Iya, kau mengendong ku terus, dan tidak membiarkan ku berjalan sendiri, lagi pula dokter juga tidak mengatakan jika aku tidak boleh berjalan" jawab Cherry dengan menatap ke arah Stephen


"Aku lebih percaya pada diri ku sendiri dari pada dokter" jelas Stephen dengan senyum


"Kenapa?"


"Tidak semua kata dokter harus kita dengar, walau dia tidak mengatakan kau tidak boleh berjalan bukan berarti kau boleh berjalan" jawab Stephen dengan senyum


"Kenapa kamu berkata seperti itu?"


"Ini adalah untuk kebaikan mu, selama proses penyembuhan harus di jaga dengan baik, agar luka mu cepat sembuh" jawab Stephen dengan mengelus kepala Cherry


"Iya, aku mengerti" jawab Cherry dengan menurut dan kemudian memejamkan matanya


Sesaat kemudian Cherry pun ketiduran, dan Stephen menatap dengan tatapan yang mesra dan tersenyum


"Sudah mengantuk tapi masih memaksakan diri" kata Stephen dengan senyum sambil mengecup dahinya


Setelah beberapa menit kemudian Stephen melangkah keluar kamar dan bertemu dengan Anton yang sedang berjaga di luar


"Bos" sapa Anton yang bangkit dari tempat duduknya


"Bagaimana? apa ada info?" tanya Stephen yang berdiri di depan Anton

__ADS_1


"Dia berteman dengan dokter Garred" jawab Anton


"Mereka adalah teman?"


"Benar"


"Dokter itu ingin menyelidiki ku dengan mengunakan agen rahasia, apa dia bodoh mengirim Daniel Chop untuk mengintai ku, ini sangat kekanakan"


"Bos, apakah dia mencurigai Bos?"


"Tidak, dia hanya tidak suka pada ku karena aku bersikeras membawa Cherry pergi" jawab Stephen


"Hanya karena itu dia sampai mengunakan Daniel Chop bukankah ini agak berlebihan?"


"Iya, dia hanya ingin mencari kesalahan ku saja, jika dia suka biarkan saja agen rahasia itu mengintai ku, itu hanya sia-sia dan membuang waktunya sendiri"


"Benar Bos"


"Tuan Chin" sapa dokter Merry yang datang menghampiri Stephen


"Dokter Merry, ada apa?" tanya Stephen dengan tatapan dingin


"Saya ingin memberitahu anda tentang kondisi pasien" jawab Merry dengan senyum


"Katakan saja" ucap Stephen dengan cuek


"Aneh! apakah kesehatan Cherry ada masalah? kenapa harus di bicarakan di kantor?" gumam Anton yang melihat Stephen berjalan bersama Merry menuju ke kantornya


"Tuan, silahkan duduk" kata Merry yang melangkah masuk ke kantornya


"Bagaimana dengan Cherry?" tanya Stephen yang duduk di kursi


"Tuan, Anda jangan khawatir. luka pasien tidak masalah. silahkan di minum" ujar Merry dengan menarohkan minuman di depan Stephen


"Jika tidak ada masalah jadi kenapa Anda ingin bertemu dengan ku di sini?" tanya Stephen dengan tatapan tajam


"Tuan Chin, saya sudah mengenali nama mu dari dulu, dan saya tidak menyangka bisa bertemu dengan Anda kali ini, ini suatu kebangggan ku" kata Merry dengan senyum dengan duduk di kursinya


"Dokter Merry"


"Panggil aku Merry"


"Sebenarnya apa niat mu mengajak ku ke kantor mu?"


"Saya ingin lebih memahami mu"

__ADS_1


"Memahami ku? ini bukankah namanya sedang mengoda ku?" ujar Stephen dengan senyum tipis


"Tuan Chin, ini tidak bisa di artikan dengan mengoda, ini adalah kekaguman, selama Anda di sini saya selalu memperhatikan Anda dari jauh, saya hanya ingin lebih kenal saja dengan tuan"


"Sekarang kita sudah kenal, lalu apa mau mu?"tanya Stephen dengan bersikap dingin


"Saya melihat kekasih mu sangat manja sekali, kelihatannya dia masih belum dewasa" ujar Merry


"Cherry adalah kekasih ku, dia tidak pernah bersikap manja, tapi aku lah yang ingin memanjakannya, apa ini masalah bagi mu?" ucap Stephen dengan merasa tidak senang


"Tuan Chin, saya berharap kita bisa makan bersama, bagaimana jika malam ini kita makan di restoran besar" ajak Merry yang bangkit dari kursinya


"Sepertinya tawaran mu sangat menarik" jawab Stephen yang menatap ke arah Merry yang menghampirinya


"Tuan Chin, setelah makan malam kita akan pergi melakukan hal yang seharusnya di lakukan orang dewasa" kata Merry yang berisik di telinga Stephen


"Dokter Merry, apa kau tidak menyesal atas tawaran mu?"


"Bisa menemani pria sempurna seperti mu ini sangat membuat ku bahagia, aku yakin Cherry gadis kecil mu itu pasti belum mengerti soal ini kan?" ujar Merry dengan memegang pundak Stephen


"Dokter Merry, atas dasar apa kau ingin menemani ku?"


"Atas dasar aku adalah seorang dokter dan sangat serasi dengan mu, tuan Chin" jawab Merry dengan yakin


Mendengar perkataan Merry membuat Stephen tersenyum dengan menyentuh tangan Merry yang sedang memegang pundaknya


"Dia memegang tangan ku, apa aku sudah mendapatkan hatinya?" batin Merry


Stephen lalu berdiri dan langsung menarik rambut Merry dan menhentakkan ke meja dengan kasar sehingga membuat wajah Merry menempel ke meja tersebut


Prak


"Aaargghhh" teriakan Merry yang kesakitan di bagian wajahnya dan kepalanya


"Kau adalah dokter tapi sifat mu sangat murahan" ketus Stephen yang sedang menekan kepala Merry ke meja itu


"Sakitt" jeritan Merry dengan ketakutan


Stephen mengeluarkan pisau tajam miliknya dan menikam meja yang pas di depan mata Merry


Prak..


Bunyi tikaman pisau sehingga menembus meja yang jaraknya dekat di mata Merry sehingga membuat wanita itu ketakutan sehingga mengeluarkan air mata


"Dokter Merry, jangan pernah main-main dengan ku jika kau masih ingin menjadi dokter, dan ingat tugas mu adalah menyembuhkan gadis kecil ku itu, jika kau lalai maka tangan mu ini akan ku habisi" kecam Stephen dengan kesal

__ADS_1


Stephen lalu melepaskan pegangannya dan melangkah ke arah pintu dan di saat pintu di buka Stephen menoleh ke arah Merry yang masih trauma


"Pisau itu aku berikan pada mu sebagai peringatan, selagi Cherry masih menjadi pasien mu maka dia masih menjadi bagian dari tanggung jawab mu, dan aku akan selalu memantau mu, jika kau berani bicara sembarangan di hadapannya maka kau akan kehilangan gelar kedokteran mu itu selamanya" kecam Stephen dan sesaat kemudian dirinya meninggalkan kantor Merry


__ADS_2