Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Racun 8 jenis


__ADS_3

"Bagaimana Tuan Jhon? apakah masih berminat berteman dengan ku yang berasal dari desa ini?" tanya Cherry yang melihat ke arah Jhon


"Nona Cherry, sangat muda tapi sudah memahami ilmu racun, sedang kan aku sama sekali tidak mengenal racun" ujar Jhon dengan pura-pura senyum


"Apa perlu aku mengajari mu, Tuan Jhon?" tanya Cherry dengan ingin menyentuh lengan Jhon akan tetapi pria itu langsung mundur langkah kakinya


"Nona bercanda, aku masih ada urusan lain, dan aku harus pergi. sampai jumpa" ucap Jhon dengan mengelak


Jhon segera masuk ke liff dengan niat ingin mengelak dari Cherry kemudian di susuli oleh Ronald


"Aneh! kenapa dia malah mengelak?" kata Cherry yang melihat mereka masuk ke liff


"Cherry, apa kamu ingin meracuninya? oleh karena itu Jhon menjauh dari mu" tanya Stephen dengan senyum


"Tangan ku bersih tanpa racun, tapi dia sendiri yang ketakutan" jawab Cherry sambil menunjukkan ke dua telapak tangannya


"Tadi dia menyentuh mu, apa kamu baik-baik saja?" tanya Stephen dengan khawatir


"Dia memang berniat meracuni ku, tapi tidak berhasil" jawab Cherry


"Ronald dan Jhon bertemu lagi, apa lagi yang mereka rencanakan ?" ujar Anton yang merasa penasaran


"Mari kita ke kantor dulu" ajak Stephen sambil merangkul pundak Cherry dan jalan bersama menuju ke kantornya


Dalam perjalanan Ronald bersama Jhon di dalam satu mobil.


"Bukankah tadi Anda mengatakan jika Cherry tidak akan datang bersama Stephen ke perusahaan, tapi kenapa hari ini gadis ini malah muncul? jika tidak tadi aku sudah memiliki kesempatan" kata Jhon merasa tidak puas


"Aku juga tidak menyangka dia akan datang bersama Stephen hari ini" jawab Ronald yang merasa kesal


"Jhon, kenapa tadi kau mengelak? kau bisa saja menguji racun gadis itu, apa diri mu sudah lupa jika gelaran mu itu adalah peracun iblis, sementara gadis itu bukan siapa-siapa"

__ADS_1


"Dia sudah menguasai racun 8 jenis, tidak semua bisa menguasai ilmu ini" kata Jhon yang sambil melihat ke arah luar jendela


"Ada apa dengan racun 8 jenis? bukankah seharusnya ini sudah tidak asing bagi mu?"


"Racun ini tidak bisa di olah oleh semua orang, hanya sebagian, dan aku penasaran kenapa gadis biasa seperti dia malah bisa mempelajarinya? apakah dia memiliki guru? dan setahu ku di dunia ini hanya dua orang yang bisa"



Cherry sedang duduk di sofa ruangan kantor bersama Stephen dan Anton


"Cherry, bisa kau jelaskan pada ku tentang racun yang kau katakan tadi?" tanya Stephen


"8 jenis racun adalah sejenis racun yang tanpa penawar di dunia ini, jika seseorang terkena racun ini maka hanya dalam waktu 15 menit saja orang itu langsung meninggal" jelas Cherry


"Apakah kau memiliki racun itu?" tanya Stephen yang duduk di samping Cherry


"Tidak, jika ingin mengolahnya juga tidak mudah" jelas Cherry


"Pantas saja di saat Jhon mendengar nama racun ini dia langsung ketakutan, apakah dia tahu cara olahnya?" ujar Anton dengan penasaran


"Jika saja mudah mencarinya maka dia pasti akan mengunakannya untuk membunuh orang" ucap Anton dengan melihat ke arah Stephen


"Dan sasaran utamanya adalah aku, itu sudah pasti. seperti yang di katakan Cherry jika tumbuhannya sulit di cari jadi Jhon tidak mungkin bisa meraciknya" sebut Stephen yang duduk bersandar


"Cherry, apakah tumbuhan ini tidak ada di kota ini atau ada jual di toko tanaman?" tanya Anton dengan penasaran


"Di kota tidak ada, dan tidak ada yang jual, tapi di desa ku banyak tanamannya, bagi yang tidak mengerti akan mengira itu hanya tanaman biasa" jawab Cherry


"Apakah sulit untuk meraciknya?" tanya Anton dengan ingin tahu


"Kumpulkan 8 jenis tanaman itu, dan di jemur sehingga kering, 8 tanaman itu sangat beracun jika ingin meraciknya juga harus berhati-hati, jika ada sedikit saja kesalahan maka kita akan terkena racunnya, selama ini aku belum pernah meraciknya, karena tanamannya itu racunnya sangat kuat, untuk sejenis tanamannya saja racun sudah bisa melukai mu, apa bila di gabung menjadi 8 maka racunnya akan membunuh orang hanya dalam waktu 15 menit" jelas Cherry dengan rinci

__ADS_1


"Cherry, kenapa kau bisa tahu tentang racun ini? sedangkan kau belum pernah meraciknya?" tanya Stephen


"Saat di desa aku sering di ajari Mama ku meracik obat, karena keluarga kami sangat miskin jadi setiap sakit kami hanya bergantung pada obat herbal, dan Mama ku yang sudah dari kecil tinggal di desa maka dia bisa memahami banyak jenis tanaman, oleh karena itu tidak sulit bagi Mama ku untuk mengenal jenis tanaman" jelas Cherry


"Apakah Mama mu bisa meracik racun juga?" tanya Anton dengan penasaran


"Benar, tapi kata Mama ku setelah dia menikah dia tidak pernah lagi meracik racun atau obat lainnya, Papa ku yang tidak punya hati itu melarangnya karena dia tidak tahan dengan aroma obat" jawab Cherry yang jengkel mengingat Paolo


"Kelihatannya Mama mu juga sangat memahami tentang ilmu obat-obatan" kata Stephen


"Benar, Mama ku belajar dari kakek, dulu kakek ku adalah ahli obat-obatan, semua jenis racun dia bisa meraciknya, di dunia ini satu-satunya racun paling mematikan adalah racun 8 jenis" jelas Cherry


"Stephen, apa perlu aku meraciknya?" tanya Cherry dengan melihat ke arah Stephen


"Untuk apa?"


"Hanya untuk persiapan saja, jika saja Jhon mulai lagi aku bisa mengunakan racun itu untuk membalasnya" jawab Cherry


"Tidak, ini sangat berbahaya, jika ada kesalahan maka kau yang akan terkena racunnya, jadi aku tidak akan mengizinkan mu mengambil resiko" jawab Stephen dengan memegang tangan Cherry


"Aku bisa lebih berhati-hati saat mengerjakannya, hanya saja di saat aku meracik racun itu harus di rumah desa ku" ujar Cherry


"Kenapa harus di desa?" tanya Anton dengan penasaran


"Aku butuh halaman yang besar, dan semua tanaman itu sangat beracun jadi tidak sesuai jika aku meraciknya di rumah Stephen"


"Cherry, jangan melakukannya, ini sangat bahaya" kata Stephen dengan penuh perhatian


"Tapi?"


"Sudah, jika aku melarang maka jangan melakukannya" ujar Stephen

__ADS_1


"Iya" jawab Cherry dengan menurut


"Untuk pertama kalinya aku melihat atasan ku ini lembut pada seorang wanita, jika saja suatu saat Cherry mengetahui identitas tuan apakah dia akan pergi? jika dia memilih pergi maka sama saja tuan harus membunuhnya, siapa saja yang mengetahui identitas kami harus mati" batin Anton yang melihat Stephen sangat perhatian pada Cherry


__ADS_2