Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Hamil


__ADS_3

Setelah beberapa hari kemudian


Makan siang


Seperti biasa atas permintaan Cherry, Christian menyiapkan masakan kesukaan istrinya itu


"Makanan ini sangat lezat sekali" kata Cherry yang sedang menyantap makanannya


"Kalau suka makanlah yang banyak" ujar Christian


"Iya"


Beberapa saat kemudian


"Bos, Nyonya, aku pulang" sapa Anton yang baru melangkah masuk ke ruangan tamu dengan membawa belanjaan


"Anton, apa kamu sudah dapat buah anggur?" tanya Cherry yang sedang duduk di sofa


"Sudah Nyonya, ini anggurnya sudah ku belikan" jawab Anton yang meletakan belanjaannya ke atas meja, di meja terdapat 10 kantongan yang berisi makanan dari kue, snack dan buah-buahan yang di belikan oleh Anton atas permintaan Cherry


"Ini sudah lengkap. Anton, terima kasih" ucap Cherry dengan senyum


"Sama-sama nyonya" jawab Anton dengan sopan


"Nyonya dimana bos?"


"Di ruangan kerjanya, pergilah temui dia" jawab Cherry yang sedang makan cemilannya


"Baik Nyonya" jawab Anton dengan sopan dan melangkah ke arah ruangan kerja Christian


Klek


"Bos" suara panggilan Anton yang melangkah masuk ke arah bosnya itu


"Anton, apa semua permintaan Cherry sudah di beli?" tanya Christian sambil fokus pada laptopnya


"Sudah Bos, hari aku pulang pergi sebanyak 20 kali" jawab Anton yang kewalahan


"Seleranya tiba-tiba saja berubah" ucap Christian dengan merasa menguap


"Bos, apa semalam tidak tidur?"


"Setiap tengah malam aku harus bangun dan masak untuk Cherry"


"Se...setiap tengah malam?"


"Iya, dalam sehari Cherry makan beberapa kali, dan selalu lapar di tengah malam sehingga aku harus bangun setiap malam" jelas Christian dengan senyum


"Kenapa tidak menyuruh pelayan saja yang memasaknya?"


"Cherry suka dengan masakanku, lagi pula aku senang bisa melakukannya, walaupun aku kurang tidur dalam seminggu ini"

__ADS_1


"Nyonya seleranya sangat besar, selain kue-kue juga snack dan buah-buahan, apa itu masih tidak cukup?"


"Sebanyak apapun hanya sebentar saja habis dimakannya" jawab Christian dengan duduk bersandar


"Anton, apa ada info dari swiss?"


"Owen dan rekannya masih sibuk dengan penangkapan para pecandu dan yang melakukan transaksi jual beli narkoba"


"Aku yakin tidak lama lagi dia pasti akan ke san fransisco"


"Jika dia ke sini apa tindakan kita?"


"Biarkan saja, lagi pula kota ini begitu besar kami juga tidak mungkin bisa bertemu"


"Benar juga kata Bos"


"Bagaimana dengan pelabuhan? apa masih ada yang berani datang membuat keributan?" tanya Christian


"Tidak ada Bos, banyak saudara kita yang sedang berjaga di sana, jika masih ada yang berani maka mereka hanya cari mati" jawab Anton


"Baguslah kalau begitu, dan bagaimana dengan meksiko apakah Daniel ada memberi info?"


"Meksiko tidak ada masalah sama sekali"


"Teruskan penjagaan ketat, jangan lengah" perintah Christian


" Siap Bos"


"Bos, jika setiap malam nyonya membangunkan mu bukankah itu bisa saja membuat mu kurang tidur Bos" kata Anton


"Ini bagian tanggung jawabku untuk menjaga istriku, lagi pula aku bahagia di saat istriku meminta ku untuk melakukan apa saja untuknya" jawab Christian dengan senyum dan melangkah ke arah pintu


"Wah, cinta memang bisa mengubah seseorang" batin Anton


"Cherry, mari kita istirahat, aku mau tidur sebentar, temani aku" kata Christian yang menghampiri Cherry yang sedang duduk di sofa


"Apa kamu mengantuk?"


"Iya" jawab Christian yang mengendong Cherry dan melangkah ke kamar


Setelah masuk ke kamar Christian menidurkan Cherry di kasur dan dirinya tidur di samping sambil memeluk istrinya


"Setiap malam aku membangunkanmu, tentu kau kurang tidurkan?" ucap Cherry dengan menyentuh wajah suaminya


"Aku tidak merasa kurang tidur, hanya bosan tidak melakukan apa-apa makanya ingin tidur saja" jawab Christian dengan alasan


"Maaf aku merepotkanmu, aku juga tidak tahu kenapa dalam seminggu ini aku mau makan terus" ucap Cherry


"Makan saja apa yang kamu suka, aku akan selalu memasaknya untukmu" jawab Christian dengan memeluk istrinya


"Terima kasih" ucap Cherry dengan senyum

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka pun sama-sama ketiduran dengan saling berpelukan


Keesokan harinya


Jam dinding menunjukan pukul 8 pagi


"Cherry, bangun. sudah waktunya sarapan" panggil Christian yang mencium dahi istrinya


"Aku tidak mau makan, perutku merasa mual" jawab Cherry dengan sambil memejamkan matanya


"Mual? apa kamu tidak sehat?" tanya Christian dengan khawatir


"Kepala ku pusing dan mual, aku ingin tidur saja" jawab Cherry dengan lemas


"Cherry, aku akan memanggilkan dokter untuk memeriksa mu" kata Christian yang mencium wajah istrinya


Christian lalu menghubungi dokter kenalannya datang kerumah untuk periksa kondisi Cherry


Setelah beberapa menit kemudian


"Tuan, selamat. istri Anda sudah hamil selama 3 minggu" kata Dokter dengan senyum


"Hamil?" tanya serentak Christian dan Cherry


"Benar, kalian sudah menjadi orang tua, selamat" jawab Dokter dengan sopan


"Kita akan menjadi orang tua untuk anak kita" kata Christian dengan senyum


"Iya, aku juga tidak tahu jika usianya sudah 3 minggu" kata Cherry


Selama masa kehamilan Cherry memiliki selera yang sangat besar, Christian sering di sibukkan memasak untuk istrinya, karena dirinya memang tidak mengizinkan istrinya berada di dapur bahkan juga tidak izinkan pelayan rumahnya memasak untuk istrinya, karena Christian memang di kenal selalu waspada pada sesiapapun, sementara Anton selalu di sibukkan membeli makanan snack dan buah-buahan dan lain-lainnya atas permintaan Cherry


"Christian, kamu ingin anak perempuan atau laki-laki?" tanya Cherry yang sedang mengemil makanannya


"Perempuan atau laki-laki sama saja" jawab Christian yang duduk bersama istrinya di kasur sambil menonton televisi


"Kenapa bisa sama? saat di desaku dulu jika bibi tetanggaku hamil maka suaminya herharap mendapatkan anak laki-laki"


"Itu adalah mereka, tapi beda denganku, perempuan atau laki-laki tetap di lahirkan oleh mu jadi aku tetap suka" jawab Christin dengan senyum mesra


"Apa benar kamu berpikir demikian?" tanya Cherry dengan menatap Christian


"Tentu saja istriku, aku mencintaimu jadi aku ingin memiliki anak darimu, dan aku tidak pernah berpikir menginginkan anak laki-laki atau perempuan karena bagi ku itu sama saja, yang penting proses melahirkan lancar-lancar saja, hanya itu yang ku pikirkan"


Aku tidak sabar menunggu di saat itu, tapi aku juga merasa takut karena baru pertama kalinya"


"Aku akan selalu menemanimu, jadi jangan takut, karena aku akan selalu ada untuk mu dan anak kita"ucap Christian dengan senyum


"Iya, kalau begitu maka rasa takut ku sudah berkurang" ujar Cherry dengan rasa bahagia


"Bersama ku jangan pernah takut apapun, karena aku akan melindungi mu dan anak kita untuk selamanya" ucap Christian dengan mencium bibirnya Cherry

__ADS_1


__ADS_2