
"Cherry, apakah kamu sudah bertemu dengan Paolo?" tanya Bibi Yi
"Sudah! dia telah menikah dan hidup mewah di kota" jawab Cherry dengan merasa kesal
"Apakah dia mengakui mu?"
"Dia menganggap ku tidak ada, dan aku juga tidak peduli padanya"
"Bibi Yi, apakah Mamanya Cherry tidak mengungkit kenapa dirinya memilih Paolo dari pada Jhon?" tanya Stephen
"Tidak ada yang tahu alasan ini, Lionela sama sekali tidak ingin mengatakannya, jika mau di bandingkan dua pria itu Jhon lebih baik darinya, dan aku juga melihat Lionela sepertinya tidak bahagia, tapi dia menutupi alasannya, dan kami juga tidak berani bertanya padanya" jawab Bibi Yin
"Cherry, kapan kau pulang?" tanya Seorang pria berusia 70 an yang tiba-tiba masuk kedalam rumah Bibi Yi
"Kakek zean" sapa Cherry dengan sopan
"Cherry, apakah anak muda ini adalah kekasih mu?" tanya Kakel Zean dengan senyum
"Kakek, nama ku adalah Stephen dan Cherry adalah kekasih ku" jawab Stephen dengan sopan
"Bagus! bagus! Cherry, bagus jika kamu sudah memiliki seorang kekasih jika ada wakti sering-sering main di sini"
"Kakek, baik aku akan sering bermain di sini" jawab Cherry dengan senyum
Kakek Zean dan Bibi Yi adalah tetangga yang berdekatan hubungan antara Kakek Zean dan Bibi Yi sudah seperti Ayah dan anak
"Tadi aku mendengar kalian mengatakan Lionela, ada apa sebenarnya?" tanya Kakek dengan duduk bersama mereka
"Kami hanya penasaran mengapa Lionela bisa tiba-tiba menikah dengan Paolo, dan ini hanya Lionela sendiri yang tahu" jawab Bibi Yi
"Mengungkit masalah ini aku teringat sesuatu" kata Kakek yang mengingat masa lalu
"Teringat apa?" tanya Bibi Yi
__ADS_1
"Sebelum mereka menikah di suatu malam saat aku baru pulang dari kebun aku melihat Lionela berlari sambil menangis tidak tahu apa yang terjadi padanya, dan tidak lama kemudian aku melihat Paolo menghampirinya, di saat itu Lionela masih pacaran dengan Jhon, posisi ku jauh dari mereka oleh sebab itu aku tidak bisa mendengarkan apa yang dikatakan mereka" jawab Kakek Zean
"Apakah mereka bertengkar?" tanya Bibi Yi
"Sepertinya iya, di malam itu adalah bulan purnama yang menerangi desa di saat itu, aku melihat dengan jelas jika pakaian Lionela berantakan sepertinya koyak bagian atas" lanjut Kakek Zean sambil mengingat kejadian itu
"Kenapa aku tidak pernah mendengar mu cerita tentang masalah ini?" tanya Bibi Yi
"Aku tidak bisa mengatakan apa pun, karena aku tidak memahami kondisinya, jika aku berkata sembarangan maka warga desa sini akan bicara yang tidak baik tentang Lionela"
"Kejadian itu sebelum mereka menikah? dan setelah itu kapan mereka menikah?" tanya Cherry dengan penasaran
"Tidak lama kemudian, seperti seminggu kemudian" jawab Kakek Zean
"Ini memang aneh, tapi apa yang terjadi di malam itu?" ucap Bibi Yi dengan merasa heran
Setelah setengah jam kemudian Stephen dan Cherry kembali ke rumah Cherry yang di desa itu, sambil berjalan Stephen memikirkan semua ucapan dari Kakek Zean .
"Berlari sambil menangis dan pakaian atas nya koyak? apakah Paolo melakukan sesuatu terhadap Mamanya Cherry sehingga harus menikah dengannya?" batin Stephen
"Cherry, ada apa?" jawab Stephen
"Aku melihat mu tidak bicara di sepanjang jalan apa ada masalah?"
"Aku hanya sedang memikirkan semua perkatan Kakek Zean"
"Mengenai Mama ku menangis di malam itu?"
"Benar! apa pendapat mu tentang itu? menurut mu apa yang terjadi?"
"Mereka mengatakan jika Paolo adalah pria yang suka bermain wanita, dan di malam itu kenapa Mama harus berlari dan menangis dan jika Jhon adalah pria baik kenapa Mama ku malah memilih pria yang suka bermain wanita? apakah dia di ancam atau telah terjadi sesuatu di malam itu?"
"Cherry, aku curiga jika Paolo mencabuli Mama mu sehingga membuat Mama mu memilih dia dan meninggalkan Jhon"
__ADS_1
"Jika memang ini yang dia lakukan, bukankah ini sangat keji perbuatannya?"
"Kita harus memikirkan cara untuk Paolo mengatakan semuanya, untuk mencuci nama baik Mama mu"
"Tapi ingin mengunakan cara apa?"
"Hari sudah menjelang malam mari kita masuk dulu" ajak Stephen yang merangkul pundak Cherry berjalan masuk ke dalam rumahnya
"Aku tidak menyangka seorang peracun iblis ternyata adalah mantan kekasih Mama ku, dan lebih mengejutkan adalah Bibi Yi mengatakan jika dia sangat baik ini benar-benar tidak seperti yang kita kenal selama ini" ujar Cherry yang sedang makan malam bersama Stephen
"Mungkin saja masa lalu yang menyakitkan baginya telah mengubah sifatnya yang sebenarnya" ucap Stephen sambil menyantap makanannya
"Paolo Capilo memiliki sifat buruk dan tentu Mama ku tidak mungkin memilih menikah dengannya jika bukan karena terpaksa"
"Dia telah merekayasa cerita, agar kau melawan Jhon"
"Jika aku berlawan dengan Jhon keuntungan apa yang akan di dapatkan oleh Paolo?"
"Ini hanya dia yang tahu"
Setelah selesai makan malam Cherry kembali ke kamarnya, di saat itu Cherry yang masih penasaran tentang masa lalu di antara Mamanya dan Paolo dirinya pun mencoba membuka lemari yang dulu di gunakan oleh Mamanya
Lemari ini adalah satu-satunya yang tidak di jual oleh Cherry di saat dirinya ingin ke kota, lemari yang menyimpan semua barang-barang milik Lionela di jadikan sebagai kenang-kenangan satu-satunya yang tersisa
Cherry membuka laci-laci lemari dan melihat isi-isi di dalamnya, di saat dirinya melihat sebuah kotak kecil yang tersimpan di dalam laci itu lalu dia pun membuka penutupnya
Saat di buka terdapat sepucuk surat yang di tinggalkan oleh Lionela
"Surat apa ini?" kata Cherry yang sedang melihat surat yang di pegangannya, lalu Cherry pun membuka dan membaca isi surat tersebut:
"Jhon, maaf jika aku memilih Paolo, ini bukan keinginan ku, suatu malam aku di beri obat rangsang yang di campur dalam minuman ku olehnya, di malam itu dia telah merenggut malam pertama ku, di malam itu aku tidak sadar lagi karena efek obat, di saat efek obat hilang aku mendapati semua sudah terlambat, aku merasa jijik dan ingin mati tapi aku tidak bisa, hati ku hancur dan harus melepaskan mu, aku sangat benci padanya, karena aku takut hamil makanya aku terpaksa menikah dengannya, aku hanya bisa memutuskan mu dengan rasa sakit yang begitu dalam, aku tidak tahu kapan aku bisa menyerahkan surat ini pada mu, kau pasti sangat membenci ku karena aku telah mengkhianati mu tapi aku tidak bisa lagi berhadapan dengan diri mu. Jhon, aku mencintai mu, antara aku dan dia hanya ada kebencian, aku berharap kau hidup bahagia, aku berharap suatu saat kau akan mengetahui kebenarannya, jika suatu saat kau bisa menemukan surat ini di lemari itu tandanya aku sudah pergi.
"Jaga diri mu baik-baik"
__ADS_1
"Melihat tanggalnya surat ini di tulis di saat Mama baru menikah, Mama tidak ada keberanian untuk memberikan surat ini pada Jhon Wilster" batin Cherry
"Betul kata Stephen, Paolo mengunakan cara kotor untuk mendapatkan Mama ku, dia sangat keterlaluan dan malah menuduh Jhon, kenapa aku bisa memiliki seorang Papa yang begitu jahat?" gumam Cherry dengan rasa kecewa