Pembunuh Profesional

Pembunuh Profesional
Owen mengetahui siapa King Devil


__ADS_3

"Apa kalian menertawakan ku?" tanya Jorge dengan tatapan emosi


"Kami hanya ingin memberitahu Anda jangan menghina kami, jika bukan karena kami apakah diri mu masih bisa duduk di posisi ini? di saat kami sedang pertaruhkan nyawa di luar, dan Anda hanya tinggal memetik hasilnya" ujar Owen


"Ini memang sudah bagian dari tugas kami untuk menangkapnya, tentu kami tidak akan membiarkan rekan kerja kami menjadi korban sia-sia" jelas Owen lagi


Sesaat kemudian Owen bersama rekan lainnya meninggalkan rumah sakit, dan menuju ke kantin


"Orang tua itu selalu saja ingin merendahkan orang, di saat King Devil di depan mata kenapa dia malah tidak berdaya" ketus Jimmy dengan kesal


"Dia menganggap dirinya sangat hebat selama ini karena pangkatnya di atas kita, tapi semua itu juga hasil dari kita" ujar Nicky


Pak, selama ini kita sudah mencari ke semua night club tapi tidak ada juga" ujar Jimmy yang sedang duduk di kantin


"Aku rasa dia tidak mungkin muncul di sana, lagi pula kalau dia ada di sana kita juga belum tentu bisa mengenalnya" kata Nicky sambil menyantap makanannya


"Selama ini tidak ada yang pernah melihat wajahnya, walau poster sudah kita sebar tetap tidak ada yang tahu di mana dia, wajahnya hanya menampakkan dua biji matanya" ucap Calvon yang sedang melihat poster King Devil


"Aku tidak percaya sama sekali jika dia bisa menghilang begitu saja" kata Owen yang sedang melihat poster King Devil


"Jika hanya melalui dua biji matanya sepertinya sulit untuk kita mendapatkan jejaknya, lagian kalau dia berdiri di depan kita, kita juga tidak bisa mengenalnya" ujar Jimmy


"Kemana kita ingin mencari dua biji yang sama dengannya" kata Nicky


"Sebentar, mata ini sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana ya?" ucap Owen yang sedang memerhatikan poster tersebut


"Pak, apakah Anda mencurigai sesiapa?" tanya Jimmy


"Sepertinya kita telah melewatkan sesuatu, mari kita kembali ke kantor, aku ingin menyelidiki lewat komputer" ucap Owen yang bangkit dari tempat duduknya


Mereka segera kembali ke kantor mereka untuk menyelidiki poster King Devil


Mereka mengunakan alat komputer untuk mencocokan foto King Devil dengan yang lainnya, walau hanya menampakan dua matanya akan tetapi ini tidak sulit bagi mereka untuk menyelidikinya


Tidak lama kemudian pencocokan 100 persen dengan foto King Devil dengan seseorang..


Di saat mereka berempat melihat foto asli tersebut tatapan mereka dengan rasa tidak percaya


"STEPHEN CHIN" sebut serentak mereka berempat dengan mata pada fokus ke foto yang ada di layar komputer

__ADS_1


"Pak, apakah ini hanya kesalahan teknis?" kata Jimmy dengan tidak percaya


"Dia hanya pengusaha yang cacat, tidak mungkinkan?" ujar Nicky


"Ada kemungkinan, karena selama ini aku telah melewatkan sesuatu" jawab Owen


"Sesuatu? maksudnya, Pak?" tanya Calvon


"Suara mereka, selama ini aku tidak pernah mencurigainya, aku jarang bertemu dengan King Devil oleh sebab itu aku tidak pernah memperhatikan suaranya" ujar Owen


"Pak, bagaimana jika kita serbu rumahnya sekarang?" tanya Jimmy


"Jangan hebohkan masalah ini dulu, cukup kita saja yang tahu, dia bukan orang sembarang, selama ini aku telah di bohonginya, jika dia tahu kita sudah tahu rahasianya ini hanya akan membuat dia lari semakin jauh" jelas Owen


"Ronald Chin meninggal apakah perbuatan dia juga?" tanya Nicky


"Benar juga, selama ini dia bersikap tenang, semua tahu jika hubungan mereka tidak baik, Ronald Chin selama ini ingin merebut posisi Stephen di perusahaannya, jadi bisa saja jika dia yang membunuhnya" ucap Calvon


"Aku akan pergi ke rumahnya, tapi Jimmy saja yang menemani ku, jangan menarik perhatian dulu, kalian jaga jarak jangan terlalu dekat dari kediamannya, Stephen tidak mudah. dia bisa mencium aroma jika ada yang memantaunya" ujar Owen


"Siap Pak" jawab serentak mereka semua


Setelah setengah jam kemudian Owen dan Jimmy tiba di kediaman Stephen Chin.


Chintia yang sebagai pelayan rumah tangga keluar menyambut mereka tanpa rasa curiga


"Detektif, Anda datang" sapa Chintia dengan sopan dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah


"Chintia, di mana Stephen? kami ingin mengunjunginya" tanya Owen dengan sopan dan duduk di sofa di ruang itu


"Tuan kami ke desa mencari nona Cherry, sampai sekarang belum kembali" jawab Chintia dengan sopan yang sedang berdiri


"Apa sudah lama dia pergi?" tanya Owen lagi


"Belum satu bulan" jawab Chintia


"Ada apa Detektif mencari tuan Chin?"tanya Chintia


"Tidak ada, hanya ingin tahu bagaimana kabarnya, mengenai masalah Ronald Chin kami belum menemukan pembunuhnya, jadi niat kedatangan ku hari ini adalah untuk memberitahunya masalah ini" jawab Owen dengan alasan

__ADS_1


"Sangat di sayangkan sekali" ucap Chintia


"Chintia, apa kamu sudah lama tinggal di sini?" tanya Jimmy


"Aku bekerja di sini sudah 5 tahun lamanya" jawab Chintia dengan senyum


"Bagaimana dengan kondisi Stephen? apa dia baik-baik saja? setelah kehilangan Pamannya dia pasti sangat sedihkan?" tanya Owen


"Benar, tuan Chin sangat sedih, karena tuan Ronald adalah satu-satunya saudara yang tuan chin miliki" jawab Chintia dengan sopan


"Begini saja, jika dia pulang beritahu dia kami ke sini untuk menanyakan kabarnya" ujar Owen yang bangkit dari tempat duduknya


"Baiklah! Detektif terima kasih" ucap Chintia dengan sopan


Sesaat kemudian Owen dan Jimmy meninggalkan kediaman Stephen


"Apakah semudah itu kalian datang hanya untuk mengunjungi bos kami" gumam Chintia


"Pak, apakah kita mau ke desa untuk mencarinya?" tanya Jimmy yang berjalan keluar bersama Owen menuju ke mobil mereka


"Kita buat persiapan dulu, jika melihat dia maka kita harus memikirkan cara untuk menangkapnya, dan jangan sampai melibatkan penduduk desa sana" jawab Owen


"Siap Pak" jawab Jimmy dengan cepat


Perdesaan


"Bos, ada panggilan dari rumah, Chintia mengatakan jika Owen datang ke rumah" kata Anton


"Apa dia sudah tahu siapa aku sebenarnya?" tanya Stephen yang sedang berdiri di tepi sungai bersama Anton dan Micheal


"Dia hanya mengatakan jika ingin mengunjungi bos karena masalah Ronald Chin" jawab Anton


"Seperti nya tidak semudah itu, di kota sudah menyebar luas poster King Devil, di saat kesibukannya berburu King Devil kenapa dia bisa ada waktu untuk mencari Bos? kecuali dia sudah mulai curiga" lanjut Micheal


"Micheal, awasi gerak-geriknya, jika dia menuju ke sini itu tandanya dia sudah tahu siapa aku, dan aku tidak mau dia menjadi penghalang ku untuk membawa Cherry ke jerman" perintah Stephen


"Siap Bos" jawab Micheal dengan hormat


"Bos, jika memang dia sudah tahu bukankah itu sama saja kita harus melenyapkan dirinya?" tanya Anton

__ADS_1


__ADS_2