
"Kenapa dia melakukan semua itu? apa karena memiliki dendam terhadap Andy atau dia memang berencana ingin membalas dendam terhadap kita karena selama ini kita selalu mengincarnya?" kata Nicky dengan penasaran
"Hanya dia yang tahu semua ini, kemana dia sekarang dan siapa sebenarnya dia? selama ini belum pernah melihat komplotannya, kelihatannya mereka dari kumpulan besar yang tidak biasa" ucap Owen dengan penuh tanda tanya
"Pak, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?" tanya Jimmy
"King Devil bukan asli namanya, dia pasti memiliki identitas lainnya, teruskan pencarian, tidak ada petunjuk baru maka sulit untuk kita ingin mengetahui siapa dirinya, apakah dia akan muncul lagi dalam waktu dekat ini?" ucap Owen
"Pak, ada laporan baru" kata anggota owen yang bernama Figo yang baru datang
"Ada apa?" tanya Owen
"Seorang pria meninggal dalam kondisi yang mengenaskan, dan ini sudah lama juga, melihat kondisinya seperti seminggu lebih bahkan tidak bisa di kenali lagi wajahnya" jawabnya dengan foto pada Owen
"Siapa dia? dan kenapa kondisinya bisa begitu menyeramkan ?" tanya Owen dengan heran
"Apakah belakangan ini ada laporan kehilangan?" tanya Nicky
"Tidak ada yang melapor" jawab Figo
"Di mana tempat ini?" tanya Nicky yanvlg melihat foto itu
"Di atas gedung kosong, saat di temukan seluruh tubuhnya sudah menghitam dan sudah mengering" jawab Figo
"Aneh, sudah bermingguan tapi tidak ada yang melapor kehilangan orang" kata Owen dengan memerhatikan foto tersebut
"Bawa ke rumah sakit untuk di autopsi, walau tidak ada yang melapor kehilangan tapi aku penasaran penyebab kematiannya" perintah Owen
"Siap Pak" jawab Figo dengan hormat
Paolo Capilo yang di temui mereka baru meninggal beberapa hari saja, karena mati keracunan menyebabkan tubuh Paolo cepat membusuk dan mengering sehingga anggota detektif mengira jika jasad tersebut sudah seminggu lebih
Kediaman Paolo
"Mama, Papa sudah beberapa hari tidak pulang kenapa kita tidak melapor polisi saja?" tanya Sonnia duduk bersama Angela di ruangan keluarga
__ADS_1
"Dia sudah mati" jawab Angela dengan singkat
"Kenapa Mama bisa tahu?" tanya Sonni dengan merasa sedih
"Karena di siang itu dia di jemput oleh seseorang dan jika aku tidak salah menebak maka pria itu adalah suruhan Jhon, musuh Paolo" jelas Angela dengan duduk termenung
"Ma, lalu kenapa kita tidak melapor kehilangan atau menuntut mereka?"
"Sonnia, hidup kita sudah rumit aku tidak mau lagi bertambah rumit, ada lagi kemaslah barang mu kita tinggalkan kota ini dan kita mulai hidup baru di tempat lain" kata Angela
"Apakah di biarkan begitu saja? apa Mama tega?"
"Tidak tega, tapi apa yang bisa ku lakukan? lapor polisi? lalu apa hasilnya? mereka belum tentu bisa menangkap pelakunya, dan selain itu Paolo juga tidak akan kembali"
"Ma, kenapa begitu yakin jika Papa sudah meninggal?"
"Karena Jhon adalah peracun yang kejam"
"Apakah Jhon itu sangat menakutkan?"
"Lalu kita akan kemana?"
"Ke suatu tempat yang jauh dari sini, di kota sini tidak ada tempat lagi untuk kita" kata Angela dengan bangkit dari tempat duduknya
"Sonnia, kemas barang mu, bawa saja yang berguna dan kita akan pergi setelah rumah ini di jual"
"Mama, apakah dengan penampilan kita ini bisa ke tempat lain? wajah Mama sudah tidak bisa sembuh lagi dan harus di tutupi setiap keluar rumah dan aku juga sudah cacat di seluruh tubuh ku"
"Kita hanya bisa menutupi diri di saat keluar, hanya itu saja yang bisa kita lakukan" jawab Angela dengan manarik nafas panjang
Setelah perusahaan bangkrut dan Paolo menghilang kehidupan Angela dan Sonnia berubah drastis, Angela yang sudah menebak jika suaminya telah meninggal dirinya pun tidak ingin mencari di mana jasad suaminya, dan serta tidak ingin mengambil tindakan untuk menuntut si pelakunya. dan memilih meninggalkan kota dan mulai hidup baru di tempat lain.
Di sisi lain Stephen sedang mengendarai mobilnya menuju ke desa yang di mana tempat Cherry berada
"Cherry, apa kau sama sekali tidak percaya pada ku? apa sebabnya kau meragukan ku sehingga tidak berani bersama ku? aku akan membuat mu selalu berada di sisi ku, walau kau ingin pergi aku tetap akan mencari mu sampai dapat, Aku Christian Han akan mendapatkan apa yang ku inginkan termasuk diri mu" kata Stephen sambil melajukan mobilnya
__ADS_1
Di siang itu Cherry sedang menanam bunga di depan halaman rumahnya tanpa di temani oleh ayahnya
"Bunga ini adalah kesukaan Mama, menghiasi halaman rumah ini akan lebih indah, aku yakin Papa juga akan tahu jika bunga ini adalah kesukaan Mama, keberadaan bunga sama seperti Mama ada di sisi kami. Ma, apa kamu tahu selama bertahun lamanya ada seorang pria sangat mencintai mu dari jarak jauh bahkan hingga sekarang hatinya tidak berubah,pria itu adalah Papa. nasib mu yang malang harus menderita semasa hidup karena bertemu dengan orang yang salah, walau orang itu sudah mendapat balasannya diri mu tetap tidak bisa lagi kembali, aku dan Papa tetap kehilangan mu, Ma" batin Cherry
"Cherry" suara panggilan seorang pria yang tiba-tiba muncul di sampingnya
Mendengar suara panggilan itu Cherry menoleh ke samping dan langsung berdiri dengan merasa hampir tidak percaya dengan apa yang ada di depannya
"Stephen, kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Cherry dengan penasaran
"Aku datang untuk menjemput mu pulang bersama ku" jawab Stephen dengan senyum
"Tapi aku masih ingin lebih lama di sini" ujar Cherry dengan murung
"Jika ini yang kamu inginkan maka biar aku menemani mu di sini" jawab Stephen dengan memeluk Cherry dengan erat
"Kenapa dia muncul lagi di sini? aku memang ingin bertemu dengannya tapi aku memilih menjauh" batin Cherry
"Stephen, cepat lepaskan aku jika papa ku melihatnya ini tidak baik" kata Cherry
"Di mana Papa mu sekarang?" tanya Stephen dengan melepaskan pelukannya
"Dia ke makam Mama ku, dia sering ke sana" jawab Cherry
"Bawa aku ke sana" ujar Stephen dengan senyum
"Untuk apa?" tanya Cherry dengan heran
"Aku ingin memberi penghormatan untuk calon mertua ku" jawab Stephen dengan senyum dan mengecup dahi Cherry
"Ayolah bawa aku ke sana" ajak Stephen dengan memegang tangan Cherry dan berjalan keluar dari halaman rumah
Setelah pulang ke desa Jhon setiap hari mendatangi makam Lionela dengan berdiri selama satu jam bahkan sampai dua jam.
"Lionela, kamu tidak tahu jika di saat itu kamu sedang hamil anak ku, oleh sebab itu kita terpisah karena kesalahpahaman ini, seharusnya aku yang melindungi kalian tapi aku malah tidak tahu jika kau sudah melahirkan anak ku, ini semua gara-gara si brengs*k itu, dia membuat kita terpisah selama 23 tahun, dan putri kita hidup tanpa seorang ayah di sisinya, aku berjanji akan menjaga dan melindunginya dengan baik, kalian adalah wanita yang penting dalam hidup ku" kata Jhon yang sedang berdiri di depan makam Lionela
__ADS_1