
"Sonnia melakukan kesalahan karena menculik dan menyiksanya karena rasa cemburu terhadap Cherry, oleh karena itu Stephen jadi marah besar, dan kemudian dia pun memerintahkan anggotanya menyiksa Sonnia dengan cara yang sama" jelas Paolo
"Itu karena dia mengoda Stephen, jika tidak mana mungkin putri ku menculiknya, dan dia pantas menerimanya siksaan itu" ketus Angela dengan kesal
"Lalu bagaimana caranya agar Stephen melepaskan Sonnia?"
"Sonnia adalah putri ku siapa pun tidak bisa menyakitinya, termasuk Stephen Chin yang cacat itu" geram Angela dengan penuh kebencian
"Angela, dia bukan pria cacat yang seperti dulu lagi, dia sudah bisa berjalan seperti dulunya, lagi pula kita tidak bisa menyinggungnya lagi"
"Kenapa jika dia tidak cacat? aku juga tidak peduli, selama ini dia tidak pernah memberi muka pada kita dan seenaknya menceraikan putri ku, Sonnia tidak seharusnya mendapat perlakuan seperti itu"
"Kau salah, Angela. Stephen menceraikannya karena kesalahan yang di lakukan oleh Sonnia bersama pria lain, jadi kita tidak bisa menyalahkan Stephen sepenuhnya"
"Kenapa kau malah membelanya? Sonnia bisa lakukan apa saja yang dia suka, karena dia adalah putri ku"
"Sudahlah, sekarang kita ribut masalah ini juga tidak berguna, bagus kau pikirkan cara terbaik agar bisa memujuk Stephen untuk melepaskan Sonnia dulu"
"Aku ingin memberitahu media jika Sonnia di culik oleh pria gila itu"
"Kalau kau melakukan maka kita hanya tunggu waktu saja"
"Apa maksud mu ?"
"Kita hanya akan lebih cepat di hancurkan olehnya dan selain itu putri mu itu juga akan kehilangan nyawanya akibat perbuatan mu, apa kau mengira Stephen bisa kita lawan? dari uang dan kekuatan kita kalah semua dari nya"
"Aku punya satu cara"
"Cara apa?"
"Culik wanita murahan itu dan ancam Stephen Chin" jawab Angela
__ADS_1
"Apa? menculiknya? apa kau tahu karena Sonnia dia sudah terluka parah, dan sekarang kau masih belum puas dan ingin melibatkan dia lagi"
"Kenapa? apa kau tidak senang? karena dia adalah anak mu dengan wanita desa itu? ingat Paolo Capilo di saat kau bersama ku kau tidak memiliki apa pun, kau datang hanya bawa koper yang berisi pakaian, dan kau tidak memiliki satu sen pun, semua yang kau miliki sekarang adalah semua dari pemberian ku" ketus Angele dengan ngehina
"Angelaa, apa maksud dengan semua perkataan mu itu? kau menghina ku dan jangan lupa selama ini aku juga membantu memperkembangkan usaha mu, aku juga sudah berjasa pada keluarga ini" kata Paolo dengan nada emosi
"Lalu kenapa memangnya? ini adalah kewajiban mu, tanpa aku kau masih di desa itu dan tidak memiliki apa pun, aku wanita yang memiliki segalanya dan memberikan semua pada mu, tidak seperti istri mu itu yang sakit-sakitan dan hanya tahu menyusahkan mu"
"Cukup! tidak perlu di bahaskan lagi masalah dulu" bentak Paolo dengan emosi
"Kenapa? apa kau sakit hati di saat aku membahas mereka? istri mu tidak berguna dan anak mu pengoda mereka sama-sama menyampah" ketus Angela dengan menghina
"Angela, walau aku meninggalkan Lionela tapi apa kau tahu dia tidak pernah menghina siapa pun, justru diri mu yang dari dulu sangat suka menghina orang lain hanya karena kau adalah bos dari sebuah perusahaan, dan tentang Sonnia kau juga tidak pernah mendidiknya di saat dia melakukan kesalahan, dan kau malah menyalahkan orang lain"
"Dia adalah anak ku, dia punya hak dan tidak salah walau dia melukai orang lain"
"Dengan sikap mu ini hanya akan membuat nya semakin terjerumus, dan lihatlah hasilnya hari ini, dia menyinggung Stephen tanpa alasan yang tepat dan pada akhirnya dia harus menerima siksaan. apa kau ada cara lain untuk menyelamatkannya?"
"Aku ingin pergi ke rumah Stephen, dan jika dia tidak mau melepaskan putri ku lihat saja bagaimana aku melawannya nanti" ujar Angela yang melangkah ke arah pintu besarnya
"Tuan, di luar Paolo Capilo dan istrinya datang" kata Anton yang masuk ke kamar Cherry
"Biarkan saja mereka di luar" jawab Stephen dengan cuek yang sedang duduk di samping kasur sambil menjaga Cherry
"Baik Tuan" jawab Anton dengan menurut
"Cherry, aku akan membuat mereka berlutut di depan mu dan menyesal atas semua perbuatan mereka terhadap dirimu" gumam Stephen yang mengelus kepala Cherry yang masih belum sadarkan diri.
"Anton, di mana Stephen? aku ingin bertemu dengannya?" tanya Angela yang bersama dengan Paolo di luar pagar
"Tuan kami tidak ingin bertemu dengan kalian, pergilah" jawab Anton dengan nada emosi
__ADS_1
"Kenapa tidak ingin bertemu dengan kami? kembalikan putri ku jika tidak maka aku akan melapor polisi" kata Angela dengan mengancam
"Lapor polisi? lakukan saja kalau kau memang memiliki kemampuan itu" ketus Anton dengan sengaja
"Anton, di mana Stephen?" tanya Paolo
"Cherry terluka parah akibat putri kalian yang tidak tahu malu itu, oleh karena itu Tuan Chin sedang merawatnya, kalian segera pergi jangan menganggu di sini"
"Apa hak wanita itu dapat perlakuan istimewa dari suami anak ku?"tanya Angela dengan kesal
"Suami anak mu? apa anda sudah lupa? anak mu itu tidur dengan pria lain dan kemudian di ceraikan oleh Tuan kami, dan muka mu sangat tebal sehingga masih berani mengatakan jika Tuan kami adalah suami dari anak mu" kata Anton dengan kesal
"Kau?"
"Kenapa? tidak senang dengan ucapan ku? jika kalian sanggup maka pergilah selamatkan anak mu itu" kata Anton dengan kesal dan melangkah masuk ke rumah Stephen
"Anton, anton" teriakan Paolo
"Mereka sombong sekali, tunjukan jalan di mana Sonnia di kurung" kata Angela dengan kesal
Paolo dan Angela pun pergi ke tempat yang di mana Sonnia di ikat, tidak lama kemudian mereka pun tiba di tempat itu..
Setelah tiba Angela dan Paolo langsung keluar dari mobil mereka dan berlari dengan cepat ke arah Bangunan itu, di saat membuka pintu dengan harapan bisa menyelamatkan anaknya akan tetapi niat mereka tidak kesampaian..
"Di mana Sonnia?" teriak Angela yang masuk ke dalam sana dengan histeris
"Sonnia di ikat di sini, apa mereka sudah membawanya pergi dari sini?" kata Paolo yang melihat ke semua arah dalam bangunan itu
"Apakah ini darah Sonnia?" tanya Angela yang melihat banyak tetesan darah di lantai itu
"Ini adalah tali yang mengikat Sonnia" jawab Paolo yang melihat lantai yang di lumurin banyak darah itu
__ADS_1
"Kemana mereka membawa pergi anak ku? Sonniaaaaa" teriak Angela yang histeris dan akhirnya pingsan karena merasa tertekan
"Angela! angela" teriak Paolo yang menepuk wajah Angela dengan lembut