
Di malam itu Cherry hanya duduk bersandar sambil memeluk bantal yang biasa di gunakan Christian, air mata mengalir tanpa berhenti, duduk hanya diam mematung di sepanjang malam itu
Setelah beberapa jam kemudian
"Christian, aku tahu kau pasti kembali, apa kau baik-baik di sana? apa kau kedinginan? apa kau sudah makan? jaga dirimu baik-baik dan jangan khawatir denganku, asal kau kembali padaku maka aku akan baik-baik saja. ingatlah jalan pulang ke rumah, aku akan menunggumu dan selalu menunggumu, aku masih ingin makan masakan mu, aku masih ingin melihat senyumanmu, dan aku ingin kau melihat kakiku sudah bisa berjalan dengan perlahan, dan aku sudah bisa memasak untukmu, aku sudah bisa merawatmu seperti kau merawat ku dulu, pulanglah untukku, jika kau mencintaiku maka kembalilah padaku" kata Cherry yang sedang memeluk bantal suaminya dengan erat
Dua hari kemudian
Atas permintaan Cherry, Thomas menolak permintaan maaf dan penghargaan dari pemerintah, hal tersebut telah tersebar hingga ke gedung pemerintahan, para masyarakat mendukung atas tindakan Cherry, penyesalan dan rasa sakit masih di rasakan oleh semua masyarakat atas kehilangan pahlawan mereka
Seminggu kemudian
Thomas kembali menjumpai Cherry untuk pembahasan harta warisan dari Christian
"Thomas, ada hal penting apa kamu mencariku?" tanya Cherry yang duduk di sofa
"Cherry, apa kamu baik-baik saja? kamu sangat kurus sekarang, kamu harus jaga diri baik-baik" tanya Thomas dengan khawatir
"Aku tidak apa-apa, aku hanya sedang menunggu kepulangannya, dia akan pulang sesuai perjanjiannya denganku" jawab Cherry yang masih dalam kesedihan
"Katakan ada apa, Thomas?" tanya Cherry
__ADS_1
"Ini semua adalah pesanan darinya" jawab Thomas yang menyerahkan dokumen kepada Cherry
Cherry menerima dokumen itu dari tangan Thomas dan kemudian membaca isi-isinya, di saat Cherry membaca semua isi dokumen itu dia merasa tidak percaya jika dirinya mendapatkan harta yang tidak bisa dihitungkan lagi dengan jari, Christian yang adalah bandar narkoba tentu jumlah harta warisannya tidak sedikit, dari beberapa rumah mewah dan sejumlah uang tunai semua mewarisi ke nama Cherry
"Ini..?" ucap Cherry yang hampir tidak percaya dan mengeluarkan ari matanya
"Cherry, ini adalah pesanannya, tiga tahun yang lalu dia sudah mewariskan semua hartanya menjadi milikmu, sebagian rumah sengaja dia jual dan uang tunai juga masuk ke rekeningmu, dia membuka rekening baru khusus untukmu, tanpa sepengetahuan darimu" jelas Thomas
"Kenapa dia melakukan ini? kenapa harus jual rumahnya? semua itu adalah hasil dari usahanya?"
"Dia adalah buronan, dan dia khawatir jika suatu saat dia di tangkap atau tewas maka pemerintah akan sita semua hartanya, oleh sebab itu dari awal dia sudah membuat persiapan ini, rumah yang dia jual itu semua atas namanya karena tidak mau di sita maka dia jual semuanya, dari awal dia sudah membuat rekening khusus untukmu semua uang dari jual rumah itu sudah masuk ke rekeningmu"
"Dia pergi meninggalkanku dan meninggalkan begitu banyak uangnya. tapi untuk apa? semua hartanya tidak sebanding dengan dirinya, yang kuinginkan hanya dia bukan uangnya" ucap Cherry dengan menatap sedih semua isi dokumen itu
"US$45 milliar? uang sebanyak itu tidak bisa membuatku bahagia" ucap Cherry dengan menangis
"Cherry, dia menjalankan usahanya sudah selama 20 tahun lebih terlebih lagi dia bukan tipe pria yang suka berfoya-foya, oleh sebab itu dia bisa menghasilkan begitu banyak uang dari bisnisnya, walau dia bergelimang harta tapi tidak membuatnya suka menghambur uang, itu karena hidupnya yang sulit di semasa mudanya, dan tentu dia tidak ingin dirimu dan Aaron hidup menderita seperti di saat dia masih muda dulu" jelas Thomas dengan mata berkaca kaca
"Ada lagi, di saat Aaron sudah usia 6 tahun Aaron akan disekolahkan di College Alpin Beau Soleil-Swiss, ini adalah sekolah ternama di dunia, Christian berharap Aaron mendapatkan pendidikan yang terbaik, dan tentunya dia tidak ingin Aaron menjalani bisnis seperti dirinya, dan dia mengatakan jika dirimu juga berharap Aaron mendapatkan pendidikan terbaik"
"Dia sudah mengatur semuanya, dan dia masih ingat dengan perkataanku sebelumnya"
__ADS_1
"Iya, di sana Christian juga sudah membeli villa mewah, jika Aaron sudah sekolah maka kamu tidak perlu repot lagi untuk mencari tempat tinggal, Villa yang Christian beli itu dekat jaraknya dengan sekolah Aaron, dan itu atas namamu" jelas Thomas
"Dia begitu teliti dengan kehidupan kami, jadi bagaimana dengan dirinya. dia pergi begitu saja setelah mengatur semua ini untuk kami"
"Cherry, demi Aaron kau harusbertahan dan demi cinta Christian terhadapmu kau harus bisa melewati ujian ini, semua ini adalah usahanya agar dirimu dan Aaron bisa mendapatkan yang terbaik, jadi demi cintanya yang tulus jalanilah kehidupan mu dengan baik, mengenai sekolah Aaron di saat itu aku dan Anton akan mengaturnya"
"Tapi, apa yang harus ku katakan pada Aaron jika dia mencari papanya? dia selalu berharap papanya bisa bermain dengannya"
"Dia masih kecil, dia tidak akan bisa menerima tamparan ini, tapi bagaimanapun dia harus bisa belajar untuk menerimanya"
"Thomas, walau kita semua melihat Christian ada di kapal itu bahkan aku melihatnya dengan jelas jika dia menekan tombol itu dan kemudian meledak, tapi perasaanku dia masih hidup, semua saudara ular cobra melakukan pencarian selama ini, tapi tidak menemukan tubuhnya itu tandanya dia masih ada harapan, bukan?"
"Cherry..?"
"Tidak menemukan tubuhnya bukan berarti dia tewas, tidak ada beritanya bukan berarti berita buruk"
"Gadis ini sangat terluka, semua orang bahkan dunia sudah sangat pasti jika dia sudah meninggal, ledakan itu terjadi di lihat se-dunia mana mungkin dia masih hidup, jikapun di saat itu dia ingin melompat juga tidak akan sempat, saat dia menekan tombol itu kapal itu langsung meledak jadi mana mungkin dia memiliki kesempatan, andaikan dia melompat tidak mungkin anggota ular cobra tidak mendapatkan tubuhnya" batin Thomas
"Thomas, aku akan menunggunya sampai kapanpun, aku tahu dia pasti pulang mencariku dan Aaron, aku juga ingat di saat sebelum terjadi ledakan itu dia mengatakan dia tidak akan ingkar janjinya, dia masih ingat dengan janjinya di saat dia ingin keluar rumah, dia ingin aku mengingatnya dan aku yakin sekali dia masih hidup, mungkin saja saat ini dia terluka oleh kerena itu dia tidak bisa pulang menemuiku, tapi aku akan menunggunya" ucap Cherry dengan yakin
"Aku mengerti Cherry, kita akan sama-sama menunggunya, oleh sebab itu kau harus merawat dirimu dengan baik, karena jika kamu sakit maka dia juga akan sakit, jika kamu menangis hati dia akan perih, jadi jangan menangis lagi" bujuk Thomas yang berusaha ingin menenangkan Cherry
__ADS_1
"Iya, aku tidak akan menangis lagi mulai saat ini, demi dia dan Aaron aku akan bersabar dan bertahan, jika suatu saat dia kembali dia akan gembira jika melihat kami menjalani hidup kami dengan baik" kata Cherry dengan mengusap air matanya
Rasa cintanya terhadap sang suami yang begitu besar membuatnya berusaha menyakinkan diri jika sang suaminya masih hidup, padahal di dalam lubuk hatinya masih menyimpan rasa duka dan sakit yang mendalam, akan tetapi ia tidak ingin percaya jika pria yang dia cintai sudah tiada, oleh sebab itu dia berusaha untuk menyakinkan diri jika pria yang dia cintai akan kembali di suatu saat nanti